Kodomo Challenge Setara dengan Kurikulum Preschool dan Montessori

Mom Dina dan Afnan

Mom Dina pernah menjadi seorang guru pre-school. Pengalamannya menjadi guru menjadi bekal dalam mendidik anaknya sendiri di rumah, sehingga ia merasa tidak perlu untuk memasukkan anaknya yang masih berusia 3 tahun ke sekolah. Walau ia sudah sarat dengan pengalaman, Mom Dina merasa bahwa ia tetap butuh materi penunjang pendidikan anaknya di rumah. Setelah mengenal program edukasi Kodomo Challenge, ia pun tak ragu-ragu untuk mencobanya.

Menurut Mom Dina Kodomo Challenge sangat membantunya dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak di rumah dan kurikulum yang ditawarkan Kodomo Challenge pun tidak kalah dengan preschool dan metode pembelajaran lainnya, seperti Montessori. Selain itu kurikulum dituangkan melalui buku bergambar, mainan edukasi, dan video edukasi (Tarian dan musik yang disukai anak).

Mom Dina

Menurut pengalaman Mom Dina, karakter Shimajiro di Kodomo Challenge bisa menjadi panutan Si Kecil, Afnan, dalam menumbuhkan kecakapan hidup, seperti mencuci tangan, merapikan kembali mainannya, dan pergi ke toilet. Yang paling berkesan bagi Mom Dina, hanya dalam waktu satu bulan saja, Afnan sudah bisa duduk di toilet. Menurutnya, Kodomo Challenge tahu apa yang harus dilakukan agar anak merasa nyaman saat latihan ke toilet.

Afnan

Melalui program edukasi Kodomo Challenge, orangtua tak perlu khawatir dan bingung lagi bagaimana caranya mengajarkan anak kecakapan hidup di rumah. Apalagi program ini sudah dilengkapi dengan buletin orang tua yang memudahkannya dalam memahami bagaimana cara mendampingi Afnan bermain dengan Kodomo Challenge. Mom Dina sangat puas berlangganan Kodomo Challenge karena telah meringankan pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga.