Hop
Edisi August 2020

Ubah Edisi Paket
Kodomo Challenge Hop
Beli Produk
Guide for Parents

Parent's Guide

Minat belajar adalah daya penggerak Si Kecil saat belajar di jenjang yang lebih tinggi.

Tidak terasa begitu pesatnya pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil. Si Kecil tidak lagi sama dengan dirinya yang kemarin. Tantangan yang dihadapinya pun tidak lah sama. Banyak anak di usia ini yang mulai bersekolah sebagai persiapan sebelum mereka masuk jenjang Sekolah Dasar. Yang perlu dipastikan adalah Si Kecil menyenangi kegiatan belajar. Tumbuhnya minat belajar berkaitan dengan rasa ingin tahu, motivasi, ketahanan diri, dan kepercayaan diri yang diperlukan Si Kecil saat ia belajar di jenjang yang lebih tinggi.

Di Kodomo Challenge HOP, menumbuhkan minat adalah yang utama.

Membaca, menulis, dan berhitung mungkin adalah tiga kemampuan utama yang ingin dikembangkan di usia ini. Di Kodomo Challenge, ketiganya diperkenalkan dengan menumbuhkan minat Si Kecil terlebih dahulu. Setelah minatnya tumbuh, ia akan mencari tahu sendiri dan semuanya akan menjadi lebih mudah.

Jagalah dengan baik periode ini.

Bersama Kodomo Challenge, persiapkan Si Kecil menjadi seorang pembelajar ulung.

Di edisi Agustus ini, Si Kecil akan berfokus pada 5 kegiatan utama:

- Membuat Si Kecil semakin mengenal dan memahami beberapa kata yang berfungsi untuk menyampaikan pesan lewat aktivitas bermain kirim surat.
- Melatih kemampuan motorik halus Si kecil melalui aktivitas menempelkan stiker berisi kata-kata dan memasukkan surat ke dalam mainan Set Mengirim Surat.
- Memperbanyak kosakata melalui fitur Kartu di Mesin Bahasa.
- Melatih kemandirian dengan cerita-cerita bertema kemandirian menggunakan Shimajiro sebagai figur panutan.
- Meningkatkan kemampuan intelektual dan analisis Si Kecil dengan memperdalam pengetahuannya tentang makanan binatang dan membandingkan gigi binatang yang satu dengan yang lain.

*Temukan panduan dan informasi lebih lanjut di buletin Parent’s Guide.

Tema Pembelajaran

Tema Belajar Kodomo Challenge Hop

Komentar Ahli

Belajar membaca sama seperti belajar berjalan atau mengendarai sepeda. Ketiganya merupakan pelajaran yang hanya bisa dilakukan setahap demi setahap.

Anak perlu mengalami mendengar bunyi-bunyi yang mengandung arti, baik vokal maupun konsonan saat menyebut huruf. Bersentuhan langsung dengan abjad, baik dengan melihat atau menyentuh secara konkret dengan alat peraga.
Sofie Dewayani, PhD

Sofie Dewayani, PhD

Pegiat Literasi Anak