Guide for Parents

Parent's Guide

Minat belajar adalah daya penggerak Si Kecil saat belajar di jenjang yang lebih tinggi.

Tidak terasa begitu pesatnya pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil. Si Kecil tidak lagi sama dengan dirinya yang kemarin. Tantangan yang dihadapinya pun tidaklah sama. Banyak anak di usia ini yang mulai bersekolah sebagai persiapan sebelum mereka masuk jenjang Sekolah Dasar. Yang perlu dipastikan adalah Si Kecil menyenangi kegiatan belajar. Tumbuhnya minat belajar berkaitan dengan rasa ingin tahu, motivasi, ketahanan diri, dan kepercayaan diri yang diperlukan Si Kecil saat ia belajar di jenjang yang lebih tinggi.

Di Kodomo Challenge HOP, menumbuhkan minat adalah yang utama.

Membaca, menulis, dan berhitung mungkin adalah tiga kemampuan utama yang ingin dikembangkan di usia ini. Di Kodomo Challenge, ketiganya diperkenalkan dengan menumbuhkan minat Si Kecil terlebih dahulu. Setelah minatnya tumbuh, ia akan mencari tahu sendiri dan semuanya akan menjadi lebih mudah.

Jagalah dengan baik periode ini.

Bersama Kodomo Challenge, persiapkan Si Kecil menjadi seorang pembelajar ulung.

Di edisi Maret ini, Si Kecil akan berfokus pada 5 kegiatan utama:

- Menumbuhkan rasa ingin tahu dan minat Si Kecil akan ilmu pengetahuan alam dengan mengenal energi angin.
- Menumbuhkan empati Si Kecil dengan bermain peran sebagai dokter.
- Meningkatkan kemampuan bersosialisasi Si Kecil dengan menumbuhkan keberanian untuk mengungkapkan perasaannya melalui kata-kata.
- Memperkaya kosakata Si Kecil tentang nama-nama anggota tubuh dan peralatan kedokteran serta kegunaannya sambil bermain peran menggunakan Set Peralatan Dokter.
- Menumbuhkan kebiasaan baik dengan memperkenalkan aturan saat berada di rumah sakit.

*Temukan panduan dan informasi lebih lanjut di buletin Parent’s Guide.

Tema Pembelajaran

Tema Belajar Kodomo Challenge

Komentar Ahli

Tentu saja setiap orangtua menginginkan anak memiliki kemampuan berempati kepada sesamanya. Proses menumbuhkan kemampuan ini dapat dilakukan dengan cara bermain peran. Orangtua bisa mendampingi anak bermain peran, misalnya menjadi dokter dan pasien. Anak akan dilatih menyadari perasaan orang lain dan timbul rasa ingin menolong. Dengan bermain peran dan berinteraksi dengan orang lain dapat menumbuhkan benih-benih empati pada anak.
Dr. Sofia Hartati, M.Si

Dr. Sofia Hartati, M.Si

Ketua Asosiasi Pendidikan Guru PAUD Indonesia