Kecakapan Hidup

Tips dan Trik untuk Mempermudah Si Kecil Lulus Toilet Training

Tips dan Trik untuk Mempermudah Si Kecil Lulus Toilet Training

Bagikan Artikel ini

97

oleh: Mutia Aprilia Permata Kusumah, M.Psi., Psikolog

Moms and dads, lulus toilet training adalah salah satu pencapaian dalam perkembangan anak. Si Kecil dapat dikatakan lulus atau menyelesaikan toilet training ketika ia sudah mampu mengenali sinyal dari tubuhnya untuk buang air, lalu pergi ke toilet dan melakukan proses buang airnya secara mandiri.

Durasi yang dibutuhkan untuk melatih Si Kecil hingga lulus toilet training bisa sangat beragam. Ada anak-anak yang memerlukan waktu 3 hari saja, namun ada pula yang membutuhkan waktu 3 minggu, 3 bulan, atau lebih. Salah satu hal yang berperan penting dalam menentukan keberhasilan toilet training Si Kecil adalah kesiapan orang tua.

Kesiapan orang tua menjadi penting karena proses toilet training umumnya cukup menguras emosi, waktu, dan tenaga. Orang tua yang memulai toilet training tanpa kesiapan yang cukup (misal: terpaksa karena melihat anak-anak lain sudah mulai), bisa jadi tidak konsisten selama proses pelatihan.

Moms and Dads, agar kita lebih siap untuk memulai proses toilet training pada Si Kecil, yuk simak tips dan trik berikut ini!

  1. Lakukan sounding.

    Sejak jauh-jauh hari, jelaskan pada Si Kecil (sounding) bahwa nanti ia akan belajar buang air di toilet seperti Moms and Dads. Untuk mempermudah anak memahami konsep toilet training, Moms and Dads bisa rutin membacakan buku, menonton video, atau menyanyikan lagu terkait. Aktivitas-aktivitas tersebut juga bisa membuat Si Kecil memiliki anggapan yang positif terkait toilet training, lho.

  2. Sediakan peralatan penunjang toilet training dengan memperhatikan minat Si Kecil.

    Beberapa peralatan yang dibutuhkan untuk menunjang toilet training adalah celana dalam, pispot atau dudukan toilet (potty seat), serta alas ompol. Sebisa mungkin, sediakan peralatan tersebut dengan warna atau karakter kesukaan Si Kecil agar ia tertarik menggunakannya.

  3. Tata lingkungan rumah untuk mempermudah Si Kecil buang air secara mandiri.

    Moms and Dads, terkadang kita lupa bahwa tujuan akhir dari toilet training itu bukan sekadar “tidak mengompol lagi seharian”. Tujuan akhir kita seharusnya adalah agar Si Kecil bisa melakukan semua rangkaian aktivitas yang dilakukan untuk buang air. Mulai dari pergi ke toilet tanpa perlu diingatkan, hingga memakai kembali celana sendiri setelah selesai buang air. Untuk mempermudah hal tersebut, kita dapat menata lingkungan rumah, misalnya dengan menyimpan potty seat di tempat yang terjangkau anak (sehingga ia bisa memasangnya sendiri) atau meletakkan bangku agar Si Kecil bisa duduk dan memakai kembali celananya sendiri.

  4. Alasi karpet, sofa, dan tempat tidur dengan alas ompol

    Selama proses toilet training, berulang kali membersihkan furnitur yang diompoli anak bisa menjadi hal yang melelahkan. Hal ini bahkan bisa menyebabkan orang tua patah semangat dan tidak mau melanjutkan pelatihan. Dengan mengalasi berbagai furnitur tempat Si Kecil duduk atau tidur dengan alas ompol, upaya yang diperlukan untuk membersihkan bisa menjadi lebih ringan.

  5. Ajarkan anak cara buang air di toilet dengan tipe berbeda.

    Ketika bepergian, terkadang kita harus menggunakan toilet dengan tipe yang berbeda dari rumah. Misalnya, di rumah kita terbiasa dengan toilet duduk, namun ketika Si Kecil ingin buang air di tengah perjalanan berkendara, toilet terdekat bisa saja bermodel jongkok atau berupa urinoar. Oleh karena itu, akan lebih baik jika anak diajarkan cara buang air dengan posisi duduk maupun berjongkok.

    Khusus untuk anak laki-laki, sebaiknya diajarkan juga cara buang air kecil sambil berdiri, termasuk cara membasuh kemaluan di posisi tersebut.

  6. Sediakan berbagai reward sederhana jika diperlukan.

    Ketika anak terlihat kurang termotivasi untuk menyelesaikan toilet training-nya, Moms and Dads bisa menyediakan berbagai reward atau hadiah sederhana (contoh: tepuk tangan yang meriah, snack kesukaan atau waktu bermain dengan mainan spesial).

    Pemberian reward dapat disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya diberikan setiap anak mau duduk di potty tanpa menangis, setiap berhasil memasang dan duduk di potty-nya sendiri, atau di penghujung hari ketika anak berhasil tidak mengompol seharian.

Demikian tips dan trik yang dapat Moms and Dads lakukan untuk toilet training. Yuk kita terapkan dengan konsisten supaya Si Kecil segera lulus toilet training-nya!

Referensi:
Choby, B. A. & George, S. (2008). Toilet training. American Family Physician,  78(9):1059-1064.

Bagikan Artikel ini

Digital Free Trial Kit

Akses ke Ruang Edukasi Kodomo Challenge

Gratis Badge

Dapatkan Aktivitas Edukasi dan Video Edukasi yang dapat digunakan untuk menstimulus Si Kecil berkomunikasi, mengajarkan kebiasaan hidup, rasa percaya diri dan masih banyak lagi. Dapatkan secara GRATIS dan dapat diakses kapan saja. Daftar sekarang dan nikmati fasilitas FREE TRIAL dari Kodomo Challenge.

Daftar Sekarang
Ketahui Tanda-tanda Si Kecil Sudah Siap Diberikan Toilet Training Kecakapan Hidup

Ketahui Tanda-tanda Si Kecil Sudah Siap Diberikan Toilet Training

Banyak Moms and Dads yang terkadang bingung mengenai kapan waktu yang tepat memberikan toilet training pada anak.

84

Tips Mengajarkan Etika dan Aturan ke Toilet pada Anak Kecakapan Hidup

Tips Mengajarkan Etika dan Aturan ke Toilet pada Anak

Selama ini, pernahkah membawa Si Kecil ke toilet umum, tapi Si Kecil main-main air di wastafel, atau langsung duduk pada dudukan toilet yang kotor? Tentu kita yang melihatnya jadi risih dan khawatir, ya.

80

Melatih Kemandirian Si Kecil Sejak Dini Kecakapan Hidup

Melatih Kemandirian Si Kecil Sejak Dini

Moms & Dads, kemandirian merupakan karakter yang perlu dimiliki oleh setiap orang, apalagi menghadapi tantangan masa depan yang kian kompleks. Mereka yang mandiri, tentu akan lebih percaya diri dan mampu membuat keputusan.

122