Perawatan Anak

Perhatikan 6 Peran Orang Tua Ini untuk Mengembangkan Kebiasaan Baik pada Anak Usia Dini

20 January 2021

Perhatikan 6 Peran Orang Tua Ini untuk Mengembangkan Kebiasaan Baik pada Anak Usia Dini

Bagikan Artikel ini

371

Pernah melihat anak dengan  sikap luar biasa? Meski masih kecil mereka mau berbagi kepada orang di sekelilingnya dan selalu mempunyai inisitif  untuk menolong. Tutur bahasanya santun dan tidak pernah malu berinteraksi. Wah, bangga sekali mempunyai anak dengan sifat penuh empati?

Namun Moms and Dads, hal tersebut tidak datang begitu saja. Kebiasaan baik pada Si Kecil harus diterapkan secara perlahan dan berulang-ulang. Beberapa ahli perkembangan anak menyebutkan bahwa suatu pekerjaan dapat menjadi kebiasaan jika sudah dilakukan 40 kali berturut-turut. Wah, luar biasa ya?

Dalam #WebinarKodomoChallenge, Psikolog Klinis Anak, Cecilia, H.E. Sinaga, M. Psi, menyebutkan bahwa kebiasaan anak diterapkan mulai dari lingkungan terdekat.

Lingkungan terdekat dan pertama bagi anak usia dini adalah keluarga. Tentunya, Moms and Dads yang memegang peranan penting tersebut untuk Si Kecil. Peranan tersebut mencakup hal-hal di bawah ini.

  1. Peran sebagai Pendidik Pertama dan Utama

    Orang tua adalah pendidik pertama, karena merekalah yang pertama kali dikenal oleh anak. Setelah itu, barulah orang-orang yang berada di sekitar, seperti nenek dan kakek, kakak, dan pengasuh. Di balik semuanya, orang tua yang mengatur lingkungan agar dapat menjadi teladan bagi Si Kecil.

  2. Memberikan Teladan

    Anak terkenal sebagai peniru yang ulung dan terperinci. Moms and Dads tidak dapat meminta mereka melakukan sesuatu jika tidak melihat orang di sekelilingnya melakukan hal yang sama. Bahkan, secara tidak disadari beberapa hal yang sering dilihatnya, akan dengan sendirinya menjadi karakter. Oleh karena itu, teladan yang baik dari orang tua sebagai pendidik utama sangat penting ya.

  3. Mendidik Sesuai Usia Anak

    Selain teladan dari orang tua, penting pula untuk mendidik anak sesuai usia perkembangannya.

    Contoh, jangan meminta anak usia di bawah 1 tahun untuk merapikan dan memasukkan mainan sesuai kelompok. Moms and Dads bisa mencontohkannya saja terlebih dahulu. Ketika Si Kecil sudah dapat diajak mengelompokkan sesuai bentuk, barulah minta mereka untuk melakukannya.

    Meminta Si Kecil mengerjakan sesuatu tanpa mempertimbangkan usia akan membuat mereka frustasi karena tidak dapat mengikutinya.

  4. Menerapkan Aturan dan Batasan

    Agar anak mempunyai kebiasaan baik, tetapkanlah aturan dan batasan sejak usia dini. Contohnya, Si Kecil boleh bermain dan mengeluarkan mainan jika dia mau. Setelah selesai minta mereka untuk membantu merapikan. Mereka tidak diijinkan bermain kembali saat tidak melakukan aturan.

    Namun yang harus diingat, penetapan aturan tujuannya adalah membuat Si Kecil disiplin. Tentu saja dengan usianya ada beberapa hal yang tidak dilakukan sempurna. Orang tua harus sabar dan memakluminya. Seiring dengan bertambahnya usia, semua akan menjadi lebih baik.

  5. Menerapkan Pola Pengasuhan yang Tepat

    Dalam dunia parenting dikenal beberapa gaya pengasuhan yang mungkin diterapkan orang tua.

    Pola asuh yang bisa dibilang terbaik adalah authoritative parenting, di mana orang tua berperilaku hangat tetapi tegas. Agar anak terdorong untuk lebih mandiri, Moms and Dads dapat memberikan kebebasan yang terbatas dan terkontrol. Standar perilaku yang diharapkan juga harus sesuai perkembangan anak.

    Dalam pola pengasuhan yang tepat juga penting disadari bahwa setiap anak itu unik. Tidak ada yang sama persis, meski terlahir dari rahim yang sama dan kembar.

  6. Memberikan Kesempatan pada Anak untuk Berkembang

    Aspek terakhir adalah memberikan kesempatan pada anak untuk berkembang. Orang tua tidak perlu banyak memberi larangan karena khawatir luka, jatuh, lelah, dan sebagainya. Kecuali, jika Si Kecil mempunyai masalah dengan kesehatannya. Banyaknya larangan terkadang justru membuat Si Kecil tidak berkembang secara optimal, lho.

    Jika orang tua telah memperhatikan hal-hal di atas, kebiasaan baik akan lebih mudah dipahami oleh Si Kecil ya.

Moms and Dads, di atas telah disebutkan bahwa kebiasaan baik dapat dibangun dengan keteladanan. Beberapa hal yang sulit dijelaskan dan dicontoh, juga dapat diajarkan saat bermain bersama, khususnya dengan role play atau bermain peran, nyanyian, dan film yang ditonton bersama.

Ketiga kegiatan di atas, dapat dengan mudah ditemui dalam paket aktivitas yang ditawarkan oleh Kodomo Challenge. Paket ini terdiri dari berbagai kegiatan yang sudah disesuaikan dengan usia.

Seperti di Paket Bahasa 4: Bermain Bersama Hatenanda. Hatenanda ini dapat membaca barcode barang dan harga yang ada di Set Mesin Kasir dan gambar pada bukunya. Dari sini, Moms and Dads dapat menambah perbendaharaan kata anak. Kognitifnya juga diasah dengan pengelompokkan sayuran dan buah atau lebih banyak dan sedikit.

Khusus untuk kebiasaan baik, Moms and Dads dapat bermain peran belanja di mall atau supermarket berpura-pura menjadi pembeli yang antri, menyapa ramah pegawai di meja kasir, dan seterusnya. Yuk, luangkan waktu bersama mereka dan bangun kebiasaan baik sejak dini!

 

Sumber: Webinar Kodomo Challenge bersama Psikolog Klinis Anak & Remaja. #WebinarKodomoChallenge, Psikolog Klinis Anak, Cecilia, H.E. Sinaga, M. Psi (@ceciliasinaga)

Bagikan Artikel ini

Digital Free Trial Kit

Akses ke Ruang Edukasi Kodomo Challenge

Gratis Badge

Dapatkan Aktivitas Edukasi dan Video Edukasi yang dapat digunakan untuk menstimulus Si Kecil berkomunikasi, mengajarkan kebiasaan hidup, rasa percaya diri dan masih banyak lagi. Dapatkan secara GRATIS dan dapat diakses kapan saja. Daftar sekarang dan nikmati fasilitas FREE TRIAL dari Kodomo Challenge.

Daftar Sekarang

Rumah Dandelion

Agstreid

Agstried Elisabeth M.Psi.

Agstried Elisabeth M.Psi., Psikolog

Agstried adalah salah satu co-founder Rumah Dandelion. Sebagai seorang psikolog pendidikan, Agstried memiliki minat yang besar terhadap pola pengasuhan pada usia dini dan kaitannya terhadap keberhasilan anak di kehidupan. Pengalaman di bidang pendidikan usia dini sebagai psikolog asosiat di beberapa sekolah internasional, ditambah pengalaman mengajar sebagai dosen membuat Agstried menyadari pentingnya pola pengasuhan di awal kehidupan dewasa, sehingga ia semakin ingin terjun ke bidang pendidikan anak usia dini. Agstried berfokus pada isu-isu kematangan sekolah dan kaitannya dengan berbagai isu perilaku di sekolah

Binky

Binky Paramitha I., M.Psi.

Binky Paramitha I., M.Psi., Psikolog

Binky adalah seorang Psikolog Pendidikan yang menyelesaikan masa studinya di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Ia merupakan salah satu co-founder Rumah Dandelion. Selain itu, Binky juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Dunia pendidikan dan anak-anak adalah dua dunia yang sangat ia cintai. Baginya, pendidikan adalah hal penting dan perlu dialami oleh setiap orang, dan masa anak-anak adalah masa yang paling banyak mendapat paparan pendidikan, baik formal maupun informal. Walaupun sebenarnya, pendidikan dapat kita peroleh sepanjang hayat, dari siapa pun dan dari mana pun.

Nadya

Nadya Pramesrani, M.Psi.

Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog

Nadya merupakan psikolog klinik dewasa yang menyelesaikan studi profesinya di Universitas Indonesia. Ia telah berpraktik selama hampir 10 tahun dan banyak menangani kasus pernikahan, keluarga, persiapan menikah, dan kasus depresi serta gangguan emosi lainnya. Selain berpraktik, Nadya juga kerap menjadi narasumber untuk penulisan artikel di media-media digital dan mengisi acara talk show di televisi atau tanya jawab di radio. Dalam menangani kasus-kasus yang ada, Nadya kerap menggunakan prinsip-prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Solution Focused Brief Therapy. Ia juga memiliki memiliki latar belakang pendidikan untuk melakukan tes-tes psikologi terstandarisasi. Saat ini ia terdaftar sebagai anggota di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Orissa

Orissa Anggita, M.Psi.

Orissa Anggita, M.Psi., Psikolog

Kesenangan dan kepedulian Orissa pada dunia anak-anak semakin menguat setelah ia menjalani profesi psikolog dan menjadi ibu. Ia lulus cum laude dari program magister Psikologi UI dan punya berbagai pengalaman sebagai guru, dosen, fasilitator pelatihan, dan pembicara seminar dengan topik seputar pendidikan, perkembangan anak, dan pengasuhan. Orissa terlibat dalam pendirian Rumah Dandelion karena ia percaya bahwa anak dapat berkembang optimal bila mendapat stimulasi yang tepat, dan bila orang tua mau senantiasa aktif memperluas wawasan, mengasah keterampilan pengasuhan, dan mengubah pola perilakunya bila perlu.

Dokter Spesialis Anak

Agstreid

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A., Dokter Anak

dr. Dimple menempuh pendidikan kedokteran serta program spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Selain melakukan praktek di RSIA Bunda Menteng dan RS. Hermina Kemayoran, dr. Dimple juga membagikan informasi seputar kesehatan anak di media sosial lewat Instagram @happykids_id.

Binky

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A., Dokter Anak

dr. Putu merupakan dokter spesial anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya dengan pengalaman kerja di bidang kedokteran hampir 20 tahun. Sebelumnya ia juga pernah melakukan praktek di beberapa klinik anak. Pendidikan sarjana dan magisternya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Ternyata Memandikan Bayi Tidak Susah Lho, Intip Tipsnya Yuk! Perawatan Anak

Ternyata Memandikan Bayi Tidak Susah Lho, Intip Tipsnya Yuk!

Bagi orangtua baru, memandikan bayi mungkin cukup berat untuk dilakukan. Faktanya, kegiatan ini tidak susah selama Moms dan Dads mengikuti ketiga tips ini.

36010

Tak Perlu Ragu, Ini Dia Manfaat Pijat Bayi yang Perlu Moms dan Dads Tahu Perawatan Anak

Tak Perlu Ragu, Ini Dia Manfaat Pijat Bayi yang Perlu Moms dan Dads Tahu

Banyak orangtua khawatir untuk memberi pijatan kepada si kecil yang baru lahir. Padahal, pijat bayi justru memiliki banyak manfaat selama dilakukan dengan tepat.

1064

Anak Susah Makan? Begini Trik yang Bisa Orangtua Lakukan Perawatan Anak

Anak Susah Makan? Begini Trik yang Bisa Orangtua Lakukan

Sebagai orangtua, Moms dan Dads tentu ingin memastikan bahwa si kecil mendapat asupan gizi yang cukup. Namun, hal ini menjadi sulit ketika si kecil mulai susah makan. Lantas, bagaimana cara mengatasi anak susah makan?

1171

Agar Tak Jadi Momen Penuh Drama, Begini Tips Jitu Ajari Anak Sikat Gigi Sejak Dini Perawatan Anak

Agar Tak Jadi Momen Penuh Drama, Begini Tips Jitu Ajari Anak Sikat Gigi Sejak Dini

Momen si kecil belajar menyikat gigi sering kali penuh dengan "drama". Padahal, ada banyak cara agar kegiatan ini jadi menyenangkan.

14944