Language Development

Si Kecil Belum Jelas Mengucapkan Kata? Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Orang Tua Untuk Melatih Perkembangan Bicara Anak

19 November 2020

Si Kecil Belum Jelas Mengucapkan Kata? Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Orang Tua Untuk Melatih Perkembangan Bicara Anak

Bagikan Artikel ini

260

Kemampuan komunikasi dan bicara anak, ternyata sangat perlu distimulasi sejak dini untuk meningkat kepercayaan diri Si Kecil ke depannya. Seperti yang dijelaskan oleh Alia Mufida M. Psi, Psikolog dari Mentari Anakku dalam sebuah webinar parenting online yang diadakan Kodomo Challenge, bahwa kemampuan bahasa termasuk aspek penting yang harus dikembangkan secara optimal.

Kemampuan ini akan membuat anak dapat berkomunikasi secara verbal dan nonverbal dengan lingkungan. Dari sini kemudian akan melahirkan tingkah laku dan kemampuan lain yang dapat distimulus.

Pada dasarnya kemampuan berbahasa anak dimulai sejak lahir ke dunia. Bayi menangis ketika dilahirkan. Kemudian, mereka menangis saat popoknya basah, lapar, ingin digendong, dan seterusnya.

Kemampuannya hingga besar dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

  1. Receptive Language, kemampuan memahami bahasa orang di sekelilingnya.
  2. Expressive Language, kemampuan untuk mengucapkan satu kata hingga kemudian menyatukannya menjadi beberapa kalimat.

Di atas sudah disebutkan bahwa stimulus untuk tumbuh kembang anak dapat dilakukan di mana saja. Tidak harus memasukkan anak ke sekolah informal. Jika cara dan alatnya tepat, Moms and Dads dapat melakukan hal berikut untuk melatih perkembangan bahasa di rumah.

  1. Melakukan Interaksi

Untuk stimulasi bahasa anak, hal yang pertama harus dilakukan adalah interaksi dua arah dengan anak. Istilahnya, orang tua haruslah cerewet dan mau meluangkan waktu bermain dengan si kecil. Tidak hanya sekadar menyediakan mainan dan mengawasinya saja.

Ketika bayi, si kecil dapat diajak bermain cilukba. Saat sudah besar, ikutlah bermain bersama mereka dengan mainannya. Orang tua bisa berpura-pura menjadi pembeli dan anak sebagai penjual. Dapat pula menjadi tamu dan minum teh bersama dan lain-lain.

Komunikasi dua arah dan bermakna juga dapat dilakukan saat ingin tidur, jalan-jalan, dan semua aktivitas.

  1. Menghadirkan Lingkungan Kaya Bahasa

Langkah selanjutnya adalah menghadirkan lingkungan kaya bahasa dengan aktivitas mengobrol bersama keluarga di waktu tertentu, mendengarkan dia berbicara dan menyampaikan maksudnya, membaca buku bersama, dan jangan lupa meletakkan buku di tempat yang terjangkau, serta bernyanyi bersama.

Kosa kata dan pemahaman anak akan lebih cepat bertumbuh dengan kegiatan literasi dan bernyanyi bersama.

  1. Mengurangi Penggunaan Gadget

Gadget memang menjadi masalah bagi orang tua dengan anak balita sampai menjelang dewasa.

Untuk pertumbuhan dan perkembangan yang baik, batasi penggunaannya untuk si kecil.

Kemampuan bahasa yang terbangun dari gadget merupakan komunikasi satu arah. Anak tidak belajar sosialisasi dan dapat mengurangi fokusnya terhadap hal lain.

Cara pengurangan gadget dapat dilakukan dengan membatasi waktu penggunaan. Tentu saja, hal ini terwujud jika Moms and Dads juga menemani mereka dan tidak terus menerus terpaku pada gadget.

  1. Mengenalkan Kata dan Kalimat yang Tepat Saat Bermain

Pernah mendengar anak mengucapkan kata “cucu’ untuk susu atau “embaca” untuk membaca?

Beberapa orang tua mungkin menganggapnya hal biasa karena anak masih kecil, padahal sesungguhnya keliru. Jika tidak diperbaiki, kebiasaan akan sulit berubah.

Orang tua dapat melakukan tips keempat sambil bermain, dengan cara:

  • Recasting, mengulang suatu kata secara berulang atau memperbaiki saat diucapkan. Namun, pengulangan ini cukup dilakukan dua kali agar anak tidak bosan dan kesal.
  • Expending state, memperbaiki struktur kalimat. Contohnya, anak mengucapkan kata buku membaca, seharusnya membaca buku. Perbaikilah segera tetapi cukup diulang maksimal dua kali!
  • Labelling, menunjukkan nama-nama di sekitar dengan benar. Ini dapat dilakukan sambil bermain. Saat anak-anak ke taman, mereka ditunjukkan nama-nama tanaman dan warnanya. Saat mereka ikut bermain di dapur, berarti Moms dapat menunjukkan nama buah, sayur, dan peralatan yang ada di sekitar. Begitu juga saat anak berada di tempat lain.

Untuk stimulasi di atas, Moms and Dads dapat membeli Paket Kodomo Challenge. Apalagi di tahun 2020 ini Kodomo Challenge khusus mengeluarkan Seri Edukasi Kodomo Challenge Bahasa. Salah satunya, Kodomo Challenge Bahasa Paket 4 Bermain Bersama Hatenanda yang dapat melatih kemampuan Si Kecil dalam berkomunikasi dengan lingkungan melalui buku dan Pen Hatenanda yang bisa berbicara.  

 

Selain itu, Si Kecil juga bisa diperkenalkan dengan berbagai benda sekitar, seperti nama-nama buah, sayur, warna, nama-nama hewan dan lain-lain melalui Set Mesin Kasir yang ada pada paker Bahasa 4: Bermain Bersama Hatenanda.

Tidak hanya paket tersebut, di Seri Edukasi Bahasa juga memiliki paket lainnya yang bisa melatih kemampuan bicara anak sejak usia dini. Tentu saja tidak hanya aspek bahasa yang berkembang. Judulnya memang paket bahasa, tetapi si kecil akan berkembang pula aspek kognitif, sosial emosional, dan motoriknya.

Itulah beberapa tips merangsang perkembangan bahasa anak agar optimal! Salam sehat dari Kodomo Challenge!

 

Sumber: Webinar Parenting Kodomo Challenge dengan Psikolog Mentari Anakku, Alia Mufida M.Psi, Psikolog

Bagikan Artikel ini

Digital Free Trial Kit

Akses ke Ruang Edukasi Kodomo Challenge

Gratis Badge

Dapatkan Aktivitas Edukasi dan Video Edukasi yang dapat digunakan untuk menstimulus Si Kecil berkomunikasi, mengajarkan kebiasaan hidup, rasa percaya diri dan masih banyak lagi. Dapatkan secara GRATIS dan dapat diakses kapan saja. Daftar sekarang dan nikmati fasilitas FREE TRIAL dari Kodomo Challenge.

Daftar Sekarang
Speech Delay, Kenali dan Stimulasi dengan Cara Ini! Komunikasi

Speech Delay, Kenali dan Stimulasi dengan Cara Ini!

Si kecil tidak mau berbicara di usianya yang sudah dua tahun. Dia tidak mau menjawab saat ditanya. Orang-orang di sekitar mulai memperbincangkannya. Duh, panik dan bingung rasanya, ya?

41

Perhatikan 6 Peran Orang Tua Ini untuk Mengembangkan Kebiasaan Baik pada Anak Usia Dini Perawatan Anak

Perhatikan 6 Peran Orang Tua Ini untuk Mengembangkan Kebiasaan Baik pada Anak Usia Dini

Pernah melihat anak dengan  sikap luar biasa? Meski masih kecil mereka mau berbagi kepada orang di sekelilingnya dan selalu mempunyai inisitif  untuk menolong. Tutur bahasanya santun dan tidak pernah malu berinteraksi. Wah, bangga sekali mempunyai anak dengan sifat penuh empati?

225

Ini 5 Jenis Permainan Anak yang Harus Diperhatikan untuk Tumbuh Kembang Optimal Ide Permainan

Ini 5 Jenis Permainan Anak yang Harus Diperhatikan untuk Tumbuh Kembang Optimal

Moms and Dads, bermain adalah dunia anak-anak. Hampir seluruh waktu bangunnya dilakukan untuk hal tersebut. Namun, kegiatan main bukan sekadar bersenang-senang, lho!

369

Ini Dia 5 Manfaat Mengenali Tahapan Perkembangan Pada Anak Usia Dini Perawatan Anak

Ini Dia 5 Manfaat Mengenali Tahapan Perkembangan Pada Anak Usia Dini

Moms and Dads, siapa sih yang tidak mau anaknya bertumbuh dan berkembang secara optimal? Anak pintar, orang tua sering menyebutnya. Banyak aspek yang harus diperhatikan agar anak menjadi demikian, seperti motorik, sosial emosional, kognitif, dan bahasa.

737