Language Development

Anak sudah Berusia Dua Tahun, Dapat Memahami Perkataan Orangtua tapi Belum juga Mulai Berbicara. Aduh, Ada Apa Ya?

03 August 2020

Anak sudah Berusia Dua Tahun, Dapat Memahami Perkataan Orangtua tapi Belum juga Mulai Berbicara. Aduh, Ada Apa Ya?

Bagikan Artikel ini

294

Si Kecil sudah berusia dua tahun tapi belum juga bicara. Apakah ini speech delay? Apakah ada keterlambatan perkembangan? Biasanya pertanyaan ini yang sering muncul dan Moms & Dads khawatirkan. Pada dasarnya pertumbuhan anak usia dua tahun itu sangat beragam, tergantung dari lingkungan keluarga maupun sifat si anak sendiri.

Yang utama adalah sebagai orangtua memberikan kesempatan dan terus mendukung perkembangan bahasa anak. Apa saja ya kira-kira tips yang bisa dilakukan oleh Moms & Dads di rumah? Yuk kita bahas satu per satu ya.

  1. Pastikan anak memberikan perhatian kepada Moms & Dads ketika diajak berkomunikasi dan berinteraksi.

    Kontak mata, seperti menatap mata Moms & Dads, saat diajak bicara menjadi hal pertama yang perlu diperhatikan. Kemudian, respon Si Kecil ketika dipanggil, seperti menoleh atau menghampiri, juga merupakan hal lain yang penting. Hal tersebut menjadi salah satu bukti bahwa Si Kecil aware dan memberikan perhatian terhadap suara atau panggilan terhadap dirinya. Jika Si Kecil tidak memberikan perhatian dan tidak memberikan respon terhadap komunikasi yang diberikan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter spesialis anak atau psikolog klinis anak untuk memastikan perkembangan fisik dan psikis Si Kecil.

  2. Berikan respon segera setelah Si Kecil berusaha untuk menjalin komunikasi.

    Jika Si Kecil sudah berusaha untuk menyampaikan idenya, meskipun pengucapannya belum sempurna, tidak apa. Usahakan untuk orangtua menanggapi sambil mengulang kembali kata kata yang yang dimaksud. Jika ia terbiasa mendengar kata dengan pengucapan yang benar, ia menjadi belajar untuk tahu dan paham seperti apa bunyi dari kata yang ia maksud. Dengan memberikan respon secara cepat, juga memperkuat usaha dan keinginan Si Kecil agar tetap bersemangat untuk berbicara. Pemahaman bahasa itu tumbuh alami seiring banyaknya pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, Moms & Dads harus menyadari pentingnya menanamkan keinginan mengekspresikan diri sebelum mengajari anak untuk menambah kosa katanya.

  3. Perbanyak kesempatan untuk Si Kecil berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain.

    Di zaman sekarang, hampir sebagian besar Moms & Dads menghabiskan waktunya untuk bekerja. Pengasuh yang paling mudah diakses dan murah, yang membantu saat Moms & Dads bekerja adalah gadget. Waktu si Kecil untuk menonton televisi atau menggunakan smartphone juga bertambah. Hal tersebut yang seringkali membatasi kesempatan Si Kecil untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Jika Si Kecil terus berada dalam lingkungan seperti itu, maka kesempatan untuk mengekspresikan dirinya dengan berkata-kata pun berkurang. Kemampuan bahasanya pun cenderung tak berkembang. Yuk Moms & Dads sediakan waktunya untuk berkomunikasi dengan anak setiap hari. Jadilah partner komunikasi yang menyenangkan bagi Si Kecil.

  4. Perkembangan motorik yang terstimulasi dengan baik, menunjang perkembangan bahasa Si Kecil.

    Anak usia 2-3 tahun sangat senang bermain. Aktivitas bermain juga dapat menstimulasi perkembangan motorik anak. Jika perkembangan motorik berkembang baik, maka hal tersebut dapat menunjang kemampuan berbahasa pada Si Kecil. Nah, sekarang waktunya nih mengajak anak bermain, seperti melompat, berlari, mengajak anak ikut membuat adonan kue, atau hal menyenangkan lainnya. Bahkan, bernyanyi sambil menari juga dapat dilakukan sebagai bentuk stimulasi motorik dan perkembangan bahasa loh Moms & Dads. Ternyata banyak sekali ya cara yang menyenangkan agar Si Kecil dapat terstimulasi dengan baik.

  5. Melibatkan Si Kecil dalam kegiatan bersama dengan teman sebaya.

    Dengan terlibat aktivitas bersama dengan teman sebaya, Si Kecil terstimulasi untuk dapat berinteraksi dan berkomunikasi sesuai dengan perkembangan bahasa anak seusianya. Kecenderungan ketika Si Kecil berinteraksi dengan orang dewasa, adalah mereka selalu dapat dipahami ketika belum sempat menyampaikan idenya secara verbal. Si Kecil menjadi tidak terstimulasi dengan maksimal. Saat dengan teman sebaya, Si Kecil perlahan belajar untuk dapat mengemukakan idenya, karena teman sebaya cenderung tidak dapat memahami jika anak tidak aktif menyampaikan idenya.

  6. Fokus pada satu bahasa.

    Coba ingat-ingat yuk, selama ini apakah Moms & Dads menggunakan beberapa bahasa ketika mengajak bicara Si Kecil, misalnya menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia? Atau nenek-kakek, yang menggunakan bahasa daerah juga ketika berkomunikasi dengan cucunya? Nah, ini juga bisa menjadi salah satu faktor yang dapat menghambat perkembangan bahasa pada Si Kecil. Ia menjadi bingung saat menyampaikan idenya secara verbal karena ia memproses beberapa kosakata dari beberapa bahasa yang ia terima. Untuk itu, sebaiknya Moms & Dads fokus satu bahasa dahulu yuk, agar dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh Si Kecil.

Supervised by Nikita Yudharani M.Psi, Psikolog Anak dari Mentari Anakku

-------------------------------------------------------------------------------------------

Bagaimana, Moms & Dads?

Pengalaman bermain yang seimbang dan sesuai perkembangan anak, serta komunikasi yang interaktif antara orang tua dan anak, sangat penting bagi perkembangan bahasa anak. Kodomo Challenge telah mempersiapkan berbagai materi edukatif yang menyenangkan khusus bagi Moms & Dads yang sibuk. Selamat menyongsong hari-hari menyenangkan, menikmati celoteh lucu si kecil di tengah masa bermain yang seru.

Referensi:

https://www.dcu.ie/sites/default/files/edc/pdf/sensorimotor_briefing_paper_educationaldisadvantagecentredcu2016_1.pdf

Santrock, John .W. 2011. Child Development Thirteenth Edition. New York ; Mc Graw Hill.

Kodomo Challenge Bermain Peran: Toko Roti Lapis

Yuk lihat paketnya

Bermain Peran: Toko Roti Lapis

24 - 36 Bulan

Selengkapnya

Bagikan Artikel ini

Komunikasi Yang Baik Antara Orang Tua dan Anak akan Mendorong Perkembangan Bahasa Language Development

Komunikasi Yang Baik Antara Orang Tua dan Anak akan Mendorong Perkembangan Bahasa

Perbedaan tingkat perkembangan kemampuan bahasa dan wicara anak usia 1-3 tahun bisa sangat besar, sehingga banyak orang tua yang khawatir anaknya “lambat bicara” atau ”kemampuan bahasanya rendah” dan sebagainya.

395

Kebiasaan Anak Mengoceh dan Mengapa Orang Tua Tidak Perlu Khawatir! Language Development

Kebiasaan Anak Mengoceh dan Mengapa Orang Tua Tidak Perlu Khawatir!

Di periode babbling, jika anak mengoceh sembari melihat langsung ke wajah orang tua, dan anak bereaksi pada saat orang tua memanggil, berarti tidak perlu khawatir!

184

Hubungan Antara Menunjuk dan Kemampuan Wicara dan Bagaimana Jika Anak Saya Jarang Menunjuk? Language Development

Hubungan Antara Menunjuk dan Kemampuan Wicara dan Bagaimana Jika Anak Saya Jarang Menunjuk?

Menunjuk merupakan gerakan yang dilakukan anak terhadap benda yang menarik perhatiannya atau yang diinginkannya, sehingga memiliki peran yang sangat penting dalam tumbuh-kembang anak.

214

Kalimat Dua Kata Itu yang Seperti Apa? Mulai Usia Berapa? Language Development

Kalimat Dua Kata Itu yang Seperti Apa? Mulai Usia Berapa?

Di usia sekitar 1 tahun, si kecil seharusnya mulai mengucapkan kata pertama, seperti “mama” atau “ayah”. Ia juga akan mulai menirukan berbagai kata yang diucapkan oleh orang-orang di sekitarnya.

237