Language Development

Serunya Storytelling dan Read Aloud Bersama Anak-anak

03 August 2020

Serunya Storytelling dan Read Aloud Bersama Anak-anak

Bagikan Artikel ini

267

Bercerita atau storytelling  sebenarnya adalah salah satu bentuk pengajaran yang sudah ada sejak dulu kala. Melalui cerita biasanya anak dan anak lain saling berkomunikasi. Melalui cerita, orang dewasa dapat berkomunikasi dengan anak-anak. Cerita membuka rasa ingin tahu anak dan menjawab rasa penasaran mereka akan berbagai macam hal.

Storytelling tidak harus menggunakan buku. Storytelling dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun, dengan media buku maupun tidak. Storytelling memiliki banyak sekali manfaat untuk perkembangan anak- anak kita. Anak-anak dapat mengembangkan kemampuan berbahasa mereka, kemampuan mendengar aktif, mengembangkan rasa ingin tahu, dan secara umum mengembangkan kemampuan literasi anak-anak.

Sejak kapan sebenarnya Storytelling dapat Moms and Dads lakukan kepada anak-anak?

Sebenarnya sejak anak-anak kita masih berada di dalam kandungan, kita sudah dapat bercerita kepada mereka. Saat mereka sudah lahir, kita dapat berkomunikasi sambil bercerita mengenai apa yang sedang kita lakukan atau yang mereka lakukan. Bertambah usia mereka, kita dapat mengajak mereka melihat buku-buku bergambar bersama sambil bercerita mengenai apa yang kita lihat. Bercerita dapat terus berkembang seiring bertambahnya usia anak-anak kita. Selain manfaat mengembangkan keterampilan literasi, Storytelling tentu akan menambah lekat hubungan emosi antara Moms and Dads dengan anak-anak.

Read aloud atau membaca nyaring adalah salah cara bercerita menggunakan buku kepada anak-anak. Membaca nyaring dapat membangun banyak keterampilan, termasuk menambah kosakata, menstimulasi imajinasi anak, menunjukkan cara membaca yang baik dan ekspresif dan membuat anak-anak menyadari bahwa membaca adalah suatu kegiatan yang seru dan menyenangkan.

Membaca nyaring adalah salah satu kegiatan penunjang kesiapan anak-anak nantinya untuk belajar membaca dan menulis lho Moms and Dads. Karena dengan membaca nyaring, anak-anak lebih mudah memahami perbedaan kata, susunan kalimat, fungsi tanda baca, perbedaan bentuk huruf dan simbol-simbol dll.  

Beberapa tips untuk Moms and Dads yang akan membantu dan dapat membuat waktu membaca atau bercerita menjadi menyenangkan dan bermanfaat:

  1. Baca dengan perlahan di setiap halamannya, khususnya jika anak masih bayi atau masih kecil. Sehingga mereka bisa memiliki waktu cukup untuk fokus memperhatikan semua gambar atau bentuk yang ada di buku.

  2. Tunjukkan dan sebutkan benda-benda yang familiar sambil menambahkan cerita yang terkait dengan kehidupannya (misalnya, “wah ini ada pus kucing seperti yang adek lihat di depan rumah tadi yaa”).

  3. Ubah nada suara kita saat membaca, coba gunakan variasi suara dan bermain-mainlah dengan nada dan ekspresi. Have fun � hal ini dapat menunjukkan gambaran yang menarik mengenai membaca dan membantu anak untuk dapat lebih “terikat” pada cerita. Perasaan dan emosi juga dapat lebih mudah disampaikan melalui ekspresi nada dan Gerakan.
  4. Jika memungkinkan, sediakan tempat khusus untuk membaca di rumah.

  5. Buatlah menjadi sebuah rutinitas agar anak terbiasa dan “nagih” untuk membaca buku.

  6. Awali dengan buku-buku dengan tulisan yang singkat sehingga anak akan belajar sedikit demi sedikit untuk memperpanjang perhatiannya.

  7. Seiring bertambah usia anak, pilihlah bacaan yang lebih panjang, sentuhlah tulisan sambil membaca nyaring. Hal ini dapat membantu anak mengasosiasikan apa yang ia dengan dan apa yang ia lihat.

  8. Pada anak yang sudah lebih besar, diskusi mengenai apa yang terjadi dalam cerita sangat dapat dilakukan setelah cerita berakhir, untuk memancing pemahaman bacaan, menggali insight dan kemampuan bercerita Kembali.

Nah, Moms and Dads, semoga tips di atas dapat membantu Moms and Dads dalam melakukan kegiatan bercerita dan membaca nyaring Bersama-sama anak-anak. Yang terpenting untuk selalu diingat adalah untuk terus melakukan hal yang menyenangkan Bersama anak-anak, dan jadikan membaca dan bercerita sebagai pilihan kegiatan untuk bersenang-senang. Selain menstimulasi banyak aspek perkembangan anak, tentunya juga akan melekatkan hubungan emosi antara Moms and Dads dengan anak-anak. So let’s share stories and read together, have fun!

Kodomo Challenge Bermain Peran: Ayo, Makan!

Yuk lihat paketnya

Bermain Peran: Ayo, Makan!

18 - 30 Bulan

Selengkapnya

Bagikan Artikel ini

Komunikasi Yang Baik Antara Orang Tua dan Anak akan Mendorong Perkembangan Bahasa Language Development

Komunikasi Yang Baik Antara Orang Tua dan Anak akan Mendorong Perkembangan Bahasa

Perbedaan tingkat perkembangan kemampuan bahasa dan wicara anak usia 1-3 tahun bisa sangat besar, sehingga banyak orang tua yang khawatir anaknya “lambat bicara” atau ”kemampuan bahasanya rendah” dan sebagainya.

395

Kebiasaan Anak Mengoceh dan Mengapa Orang Tua Tidak Perlu Khawatir! Language Development

Kebiasaan Anak Mengoceh dan Mengapa Orang Tua Tidak Perlu Khawatir!

Di periode babbling, jika anak mengoceh sembari melihat langsung ke wajah orang tua, dan anak bereaksi pada saat orang tua memanggil, berarti tidak perlu khawatir!

184

Hubungan Antara Menunjuk dan Kemampuan Wicara dan Bagaimana Jika Anak Saya Jarang Menunjuk? Language Development

Hubungan Antara Menunjuk dan Kemampuan Wicara dan Bagaimana Jika Anak Saya Jarang Menunjuk?

Menunjuk merupakan gerakan yang dilakukan anak terhadap benda yang menarik perhatiannya atau yang diinginkannya, sehingga memiliki peran yang sangat penting dalam tumbuh-kembang anak.

214

Kalimat Dua Kata Itu yang Seperti Apa? Mulai Usia Berapa? Language Development

Kalimat Dua Kata Itu yang Seperti Apa? Mulai Usia Berapa?

Di usia sekitar 1 tahun, si kecil seharusnya mulai mengucapkan kata pertama, seperti “mama” atau “ayah”. Ia juga akan mulai menirukan berbagai kata yang diucapkan oleh orang-orang di sekitarnya.

237