Language Development

Kalimat Dua Kata Itu yang Seperti Apa? Mulai Usia Berapa?

03 August 2020

Kalimat Dua Kata Itu yang Seperti Apa? Mulai Usia Berapa?

Bagikan Artikel ini

236

Moms and dads, perkembangan bicara si kecil biasanya terlihat kentara di sekitar usia 1 tahun. Di usia tersebut, ia seharusnya mulai mengucapkan kata pertama, seperti “mama” atau “ayah”. Ia juga akan mulai menirukan berbagai kata yang diucapkan oleh orang-orang di sekitarnya. Wah, kita jadi harus lebih berhati-hati dalam berbicara ya, moms and dads!

Setelah si kecil mampu mengucapkan berbagai kata, tahap selanjutnya dalam perkembangan bicara adalah menggabungkan dua kata untuk membentuk kalimat. Nah, sekarang mungkin moms and dads jadi bertanya-tanya, “Kalimat dua kata itu yang seperti apa? Harus muncul mulai usia berapa?”. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, yuk kita simak penjelasan berikut.

Moms and dads, ketika si kecil berusia 1,5 – 2 tahun, ia akan mulai mengucapkan kombinasi dari dua (atau lebih) kata untuk menyampaikan beragam ide di kepalanya. 1 Hal itulah yang dimaksud kalimat dua kata. Contoh kalimatnya seperti, “mau bola” atau “bola jatuh”. Kalimat pertama berarti bahwa si kecil menginginkan bola, sementara kalimat selanjutnya adalah pemberitahuan bahwa ada bola yang terjatuh. Lalu bagaimana jika si kecil mengucapkan “bola bola”? Apakah termasuk kalimat dua kata? Jawabannya adalah tidak termasuk ya, moms and dads. Mengucapkan satu kata secara berulang belum menunjukkan bahwa si kecil mampu menyusun kalimat.

Di rentang usia 1,5 – 2 tahun, selain mengombinasikan dua kata untuk membentuk kalimat pernyataan (contoh: “bola besar”), si kecil juga mulai bisa menggunakan kalimat tanya. 1 Nah, ketika menjawab, moms and dads bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk lebih mengembangkan kosa kata si kecil. Contohnya, ketika si kecil bertanya “Bola mana?”, daripada menjawab “Itu, di sana”, moms and dads bisa mengatakan “Itu, di bawah meja”. Dengan demikian, si kecil akan mendapatkan pengetahuan tentang posisi (di bawah).

“Kalau si kecil sudah menjelang usia 2 tahun, tapi belum bisa juga mengucapkan kalimat dua kata, bagaimana?”. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus memperhatikan dulu faktor apa saja yang selama ini mungkin menghambat perkembangan bicara si kecil. Berdasarkan penelitian, beberapa faktor yang berisiko menghambat adalah kurangnya stimulasi, adanya sejarah keterlambatan bicara di keluarga, komplikasi medis saat lahir, kondisi sosial-ekonomi keluarga yang kurang baik, dan lamanya durasi menonton televisi atau gadget (screen time). 2,3 Durasi screen time melebihi 2 jam per hari sudah terbukti meningkatkan risiko keterlambatan bicara pada anak berusia 1-3 tahun3 loh, moms and dads! Sebaiknya, anak berusia 2-5 tahun hanya mendapatkan maksimal 1 jam screen time per hari.4 Sementara untuk anak berusia 1,5 – 2 tahun, maksimal sekitar 30 menit per hari dan diutamakan berupa video call.

Jika faktor yang dicurigai menghambat perkembangan bicara si kecil telah terdeteksi, moms and dads akan lebih mudah melakukan intervensi yang sesuai. Misalnya, faktor yang ditemukan adalah durasi screen time yang berlebih. Moms and dads bisa mulai mengurangi dan menggantinya dengan aktivitas yang lebih stimulatif (contoh: membaca buku cerita, bermain boneka bersama). Jika masih kesulitan, hal ini dapat dikonsultasikan ke psikolog anak. Sementara itu, jika faktor penghambat bicara si kecil adalah komplikasi medis, moms and dads tentu dapat segera berkonsultasi ke dokter anak atau terapis wicara.

Nah, setelah menyimak pemaparan sebelumnya, moms and dads pasti jadi lebih paham mengenai tahap perkembangan bicara anak usia 1 – 2 tahun. Moms and dads juga tahu faktor-faktor apa saja yang bisa menghambat perkembangan bicara. Oleh karena itu, yuk kita pantau selalu perkembangan bicara si kecil!

Supervised by Mutia Aprilia Permata Kusumah, M.Psi., Psikolog Anak dari Mentari Anakku

-------------------------------------------------------------------------------------------

Referensi:

  1. Miller, L. J., Anzalone, M., Cermak, S. A., Lane, S. J., Osten, B., Wieder, S., & Greenspan, S. (2005). Diagnostic manual for infancy and early childhood: ICDL-DMIC. Bethesda, MD: Interdisciplinary Council on Developmental and Learning Disorders.

  2. Mondal, N., Bhat, B. V., Plakkal, N., Thulasingam, M., Ajayan, P., & Poorna, D. R. (2016). Prevalence and risk factors of speech and language delay in children less than three years of age. Journal of Comprehensive Pediatrics7(2), 1-7. Diunduh dari http://comprped.com/en/articles/19837.html

  3. Yasin, A., Aksu, H., Özgür, E., & Özgür, B.G. (2017). Speech and language delay in childhood: A retrospective chart review. ENT Updates, 7(1), 22-27. doi:http://dx.doi.org/10.2399/jmu.2017001004

  4. Wallace I. F., Berkman, N. D., Watson, L. R., Coyne-Beasley, T., Wood, C. T., Cullen, K, & Lohr, K. N. (2015). Screening for speech and language delays and disorders in children age 5 years or younger: A systematic review. Pediatrics, 136 (2), 1-15. Diunduh dari http://pediatrics.aappublications.org/content/pediatrics/early/2015/07/02/peds.2014-3889.full.pdf

Kodomo Challenge Bermain Peran: Ayo, Makan!

Yuk lihat paketnya

Bermain Peran: Ayo, Makan!

18 - 30 Bulan

Selengkapnya

Bagikan Artikel ini

Komunikasi Yang Baik Antara Orang Tua dan Anak akan Mendorong Perkembangan Bahasa Language Development

Komunikasi Yang Baik Antara Orang Tua dan Anak akan Mendorong Perkembangan Bahasa

Perbedaan tingkat perkembangan kemampuan bahasa dan wicara anak usia 1-3 tahun bisa sangat besar, sehingga banyak orang tua yang khawatir anaknya “lambat bicara” atau ”kemampuan bahasanya rendah” dan sebagainya.

394

Kebiasaan Anak Mengoceh dan Mengapa Orang Tua Tidak Perlu Khawatir! Language Development

Kebiasaan Anak Mengoceh dan Mengapa Orang Tua Tidak Perlu Khawatir!

Di periode babbling, jika anak mengoceh sembari melihat langsung ke wajah orang tua, dan anak bereaksi pada saat orang tua memanggil, berarti tidak perlu khawatir!

183

Hubungan Antara Menunjuk dan Kemampuan Wicara dan Bagaimana Jika Anak Saya Jarang Menunjuk? Language Development

Hubungan Antara Menunjuk dan Kemampuan Wicara dan Bagaimana Jika Anak Saya Jarang Menunjuk?

Menunjuk merupakan gerakan yang dilakukan anak terhadap benda yang menarik perhatiannya atau yang diinginkannya, sehingga memiliki peran yang sangat penting dalam tumbuh-kembang anak.

212

Serunya Storytelling dan Read Aloud Bersama Anak-anak Language Development

Serunya Storytelling dan Read Aloud Bersama Anak-anak

Bercerita atau storytelling sebenarnya adalah salah satu bentuk pengajaran yang sudah ada sejak dulu kala. Melalui cerita biasanya anak dan anak lain saling berkomunikasi.

267