Language Development

Hubungan Antara Menunjuk dan Kemampuan Wicara dan Bagaimana Jika Anak Saya Jarang Menunjuk?

03 August 2020

Hubungan Antara Menunjuk dan Kemampuan Wicara dan Bagaimana Jika Anak Saya Jarang Menunjuk?

Bagikan Artikel ini

212

Apakah sebenarnya arti “menunjuk” yang dilakukan si kecil?

Menunjuk merupakan gerakan yang dilakukan anak terhadap benda yang menarik perhatiannya atau yang diinginkannya, sehingga memiliki peran yang sangat penting dalam tumbuh-kembang anak. Bagi anak yang masih belum mampu berbicara dengan baik, menunjuk merupakan alat komunikasi yang penting. Menunjuk sangat terkait dengan kemampuan wicara. Karena kemampuan ini timbul sebelum kemampuan wicara anak, menunjuk sering disebut sebagai “kemampuan wicara sebelum bisa berbicara”.

Menunjuk merupakan tanda tumbuh-kembang!

Kemampuan menunjuk merupakan penanda bahwa anak telah memiliki berbagai kemampuan baru. Kita gunakan contoh situasi di mana ibu dan anak melihat buah pisang. Sang ibu melihat ke arah pisang dan berkata “ini pisang”. Si anak memandang ke arah pandang ibunya dan melihat buah pisang tersebut.

Terbentuklah segitiga komunikasi “ibu’, “anak” dan “pisang”, dengan pisang sebagai pusatnya. Mata ibu dan anak terfokus pada buah pisang yang sama. Ini disebut “interaksi triadik” dan merupakan parameter penting dalam menilai perkembangan anak. Dengan menunjuk, anak seakan berseru, “ah, ada kupu-kupu!” dan berbagi hal yang menarik hatinya kepada orang lain. Berbagi dengan orang lain membawa pada perluasan dunia si anak.

Mendukung anak dalam Periode Menunjuk

  • Jangan biarkan anak terlalu lama menonton televisi atau YouTube dan maksimalkan waktu mendampingi anak

    Memang televisi dan YouTube merupakan alat yang praktis bagi orang tua selama membesarkan anak. Akan tetapi, apabila anak dibiarkan menonton terlalu lama bisa berbalik menghambat tumbuh-kembang anak. Tayangan tersebut mengalirkan informasi secara satu arah sehingga anak menjadi pasif. Saat anak menjadi penerima informasi satu arah tersebut, interaksi dengan orang lain menjadi sulit. Namun, keuntungan dari menerima informasi secara pasif adalah mengingat lagu maupun tarian, juga munculnya hewan atau benda sekitar yang disukai anak. Bukan berarti sama sekali tidak boleh membiarkan anak menonton,tapi manfaatkanlah televisi dan YouTube sebagai sarana komunikasi yang dinikmati bersama oleh orang tua dan anak, misalnya dengan cara menonton dan mengikuti tarian maupun nyanyian dalam tontonan bersama-sama.

  • Menyediakan lingkungan di mana anak bisa merasakan berbagai pengalaman menggunakan panca indranya

    Supaya interaksi dan kegiatan bermain anak menjadi suatu pengalaman yang kaya dan menyenangkan, orang tua diharapkan dapat menyediakan lingkungan di mana anak dapat bersentuhan dengan dunia menggunakan kelima indranya untuk menyentuh benda, bermain dan beraktivitas dengan menggerakkan tubuh, melihat. mendengar dan merasakan berbagai hal dengan bebas dan aman.

    Misalnya, bisa melalui menunjuk ilustrasi dengan jari saat membacakan buku cerita untuk anak. Saat itu, penting untuk memilihkan buku cerita yang ilustrasinya menggambarkan benda dengan jelas. Bacakanlah dengan suara yang jelas dan enak didengar sambil memeluk anak. Dengan demikian, anak yang meniru gerak-gerik orang dewasa akan mengembangkan kemampuan menunjuk jari untuk menyatakan minat.

    Saat menggunakan mainan edukasi, bisa diawali dengan mencoba melakukan hal yang sama. Atau dengan menyerahkan mainan sambil berkata, “ini, silakan”, maupun mengajak anak bicara secara aktif di tengah interaksi. Dengan melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan bermain anak seperti ini, walaupun awalnya hanya satu arah namun perlahan-lahan komunikasi akan terbentuk.

    Jika saat anak menunjuk direspon oleh ibunya dengan senyuman, maka anak akan merasa bahwa ia dapat meneruskan keingintahuan dan minatnya terhadap benda tersebut dengan aman. Minat tersebut terkait dengan kemampuan bahasa, hingga anak dapat mengumpulkan ranah kosa kata yang kaya.

Bagaimana, Moms & Dads?

Saat anak memasuki fase menunjuk-nunjuk benda, pasti Moms & Dads ingin memberikan benda yang menarik perhatian anak untuk menstimulasi perkembangannya bukan? Seri Kodomo Challenge Bahasa dengan topik “Mengenal Binatang” menyediakan banyak hal yang menarik bagi anak usia si kecil, dimulai dengan pengenalan berbagai binatang. Paket ini menyajikan permainan bermutu tinggi bagi orang tua dan anak yang mulai memasuki fase perkembangan wicara yang pesat. Selamat mencoba!

 

Supervised by Rumah Dandelion

Kodomo Challenge Mengenal Binatang

Yuk lihat paketnya

Mengenal Binatang

10 - 24 Bulan

Selengkapnya

Bagikan Artikel ini

Komunikasi Yang Baik Antara Orang Tua dan Anak akan Mendorong Perkembangan Bahasa Language Development

Komunikasi Yang Baik Antara Orang Tua dan Anak akan Mendorong Perkembangan Bahasa

Perbedaan tingkat perkembangan kemampuan bahasa dan wicara anak usia 1-3 tahun bisa sangat besar, sehingga banyak orang tua yang khawatir anaknya “lambat bicara” atau ”kemampuan bahasanya rendah” dan sebagainya.

395

Kebiasaan Anak Mengoceh dan Mengapa Orang Tua Tidak Perlu Khawatir! Language Development

Kebiasaan Anak Mengoceh dan Mengapa Orang Tua Tidak Perlu Khawatir!

Di periode babbling, jika anak mengoceh sembari melihat langsung ke wajah orang tua, dan anak bereaksi pada saat orang tua memanggil, berarti tidak perlu khawatir!

183

Kalimat Dua Kata Itu yang Seperti Apa? Mulai Usia Berapa? Language Development

Kalimat Dua Kata Itu yang Seperti Apa? Mulai Usia Berapa?

Di usia sekitar 1 tahun, si kecil seharusnya mulai mengucapkan kata pertama, seperti “mama” atau “ayah”. Ia juga akan mulai menirukan berbagai kata yang diucapkan oleh orang-orang di sekitarnya.

237

Serunya Storytelling dan Read Aloud Bersama Anak-anak Language Development

Serunya Storytelling dan Read Aloud Bersama Anak-anak

Bercerita atau storytelling sebenarnya adalah salah satu bentuk pengajaran yang sudah ada sejak dulu kala. Melalui cerita biasanya anak dan anak lain saling berkomunikasi.

267