Language Development

Komunikasi Yang Baik Antara Orang Tua dan Anak akan Mendorong Perkembangan Bahasa

03 August 2020

Komunikasi Yang Baik Antara Orang Tua dan Anak akan Mendorong Perkembangan Bahasa

Bagikan Artikel ini

394

Perbedaan tingkat perkembangan kemampuan bahasa dan wicara anak usia 1-3 tahun bisa sangat besar, sehingga banyak orang tua yang khawatir anaknya “lambat bicara” atau ”kemampuan bahasanya rendah” dan sebagainya.

Perkembangan  bahasa  tidak terpisah dari  perkembangan aspek lainnya secara  keseluruhan termasuk “fisik” dan “mental” juga harus dikembangkan secara bersamaan. Kebanyakan orang tua hanya fokus kepada kemampuan bahasa (ekspresi diri melalui wicara), tapi sebenarnya sangat penting untuk memahami hal lain yang perlu didorong terlebih dahulu sebelum anak mulai berbicara.

Dengan kata lain, kemampuan bahasa merupakan cerminan dari perkembangan anak secara keseluruhan, dan kemampuan memahami bahasa merupakan syarat bagi anak untuk mampu berbicara (paham dulu, baru bisa mengucapkan). Sehingga penting untuk mengekspos anak pada berbagai pengalaman dalam kehidupan sehari-hari sehingga anak akan makin memahami bahasa secara alami. Untuk mendorong perkembangan bahasa anak, selain melatih  kosa kata, orang tua juga harus membimbing anak agar mampu mengekpresikan diri mau menyampaikan keinginannya. Bimbing anak bisa mengungkapkan  perasaannya.

Saat bayi, anak hanya mampu mengekspresikan diri melalui menangis atau teriak. Di masa tersebut, anak selalu mengandalkan ibunya untuk memandangnya dan memahami perasaannya. Dengan memandang ibunya, bayi pun menunjukkan rasa tenang dan kepercayaannya bahwa ibunya akan mengurus dirinya sesuai dengan yang ia coba ungkapkan. Bukan melalui arti kata yang diucapkan, tapi komunikasi itu dimulai dari saling memahami perasaan dari cara lawan bicara mengeluarkan suara, ekspresi, maupun  gerak tubuh. 

Anak mungkin akan tantrum karena belum mampu mengungkapkan perasaannya dengan cara lain, namun seiring perkembangan organ vokalnya, anak mampu mengucapkan bunyi yang lebih sempurna hingga memiliki kemampuan wicara. Bagi anak usia 1-3 tahun, orang dewasa di sekitarnya harus jadi pendengar yang baik dan teman bermain yang baik. 

Saat anak terfokus pada YouTube maupun smartphone yang tak dapat memberikan interaksi dalam bermain, anak tak akan bisa mendapatkan stimulasi yang diperlukan. Bukan berarti sama sekali tidak boleh, tapi sebisa mungkin orang tua mendampingi dan menyediakan interaksi di bagian yang menarik atau disukai anak, maupun mengikuti dan menanggapi reaksi anak seperti kaget dan sebagainya. 

Akan tetapi tetap saja cara bermain yang lebih baik adalah yang sepenuhnya mengandung unsur komunikasi seperti misalnya saat anak menunjukkan ketertarikan dengan menunjuk gambar hewan kemudian orang tua juga mengamati hewan tersebut dan berkomentar “lucu, ya”. Sehingga walaupun belum sampai pada tahap mengeluarkan kata-kata, anak akan merasa tenang dan senang karena perasaan dan pemikirannya tersampaikan. Perkembangan bahasa anak akan makin menunjukkan hasil apabila orang tua bersama-sama menikmati permainan kesukaan anak yang sesuai dengan usia anak.

Bagikan Artikel ini

Kebiasaan Anak Mengoceh dan Mengapa Orang Tua Tidak Perlu Khawatir! Language Development

Kebiasaan Anak Mengoceh dan Mengapa Orang Tua Tidak Perlu Khawatir!

Di periode babbling, jika anak mengoceh sembari melihat langsung ke wajah orang tua, dan anak bereaksi pada saat orang tua memanggil, berarti tidak perlu khawatir!

183

Hubungan Antara Menunjuk dan Kemampuan Wicara dan Bagaimana Jika Anak Saya Jarang Menunjuk? Language Development

Hubungan Antara Menunjuk dan Kemampuan Wicara dan Bagaimana Jika Anak Saya Jarang Menunjuk?

Menunjuk merupakan gerakan yang dilakukan anak terhadap benda yang menarik perhatiannya atau yang diinginkannya, sehingga memiliki peran yang sangat penting dalam tumbuh-kembang anak.

212

Kalimat Dua Kata Itu yang Seperti Apa? Mulai Usia Berapa? Language Development

Kalimat Dua Kata Itu yang Seperti Apa? Mulai Usia Berapa?

Di usia sekitar 1 tahun, si kecil seharusnya mulai mengucapkan kata pertama, seperti “mama” atau “ayah”. Ia juga akan mulai menirukan berbagai kata yang diucapkan oleh orang-orang di sekitarnya.

237

Serunya Storytelling dan Read Aloud Bersama Anak-anak Language Development

Serunya Storytelling dan Read Aloud Bersama Anak-anak

Bercerita atau storytelling sebenarnya adalah salah satu bentuk pengajaran yang sudah ada sejak dulu kala. Melalui cerita biasanya anak dan anak lain saling berkomunikasi.

267