Tumbuh Kembang Anak

Ajarkan Anak Belajar Berbagi dengan Cara Ini

Ajarkan Anak Belajar Berbagi dengan Cara Ini

Bagikan Artikel ini

3427

Mendidik anak untuk belajar berbagi adalah hal yang susah-susah gampang. Pada usia balita biasanya anak mengalami fase egosentris yakni fase dimana anak masih berpusat pada dirinya sendiri. Tak heran jika si kecil enggan meminjamkan barangnya pada orang lain, bahkan si kecil juga senang merebut barang milik temannya. Untuk membantu si kecil belajar berbagi seiring mereka besar nanti, ada beberapa hal yang perlu Moms dan Dads perhatikan.

 

Gunakan Mainan Sebagai Media Berbagi

Semua anak suka bermain. Bahkan, mainan bisa menjadi salah satu media untuk mengajarkan agar si kecil mau berbagi. Moms dan Dads bisa mengajak si kecil melakukan aktivitas permainan sederhana di rumah untuk membantunya belajar berbagi. Salah satu permainan yang bisa Moms dan Dads gunakan untuk mengajarkan si kecil berbagi adalah puzzle. Ajak si kecil bermain puzzle bersama dengan anggota keluarga atau teman sepermainannya. Ajarkan si kecil agar mau bermain bergantian dan berbagi potongan puzzle sebagai sebuah tim agar bisa membentuk gambar yang utuh.

 

Mulailah dari Hal Sederhana

Untuk belajar berbagi, Moms dan Dads dapat memulai dengan berbagi hal yang sederhana misalnya mengajak si kecil untuk membagi sedikit snack pada anggota keluarga yang lain ketika snack time tiba. Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih dan memuji si kecil karena ia mau berbagi dengan orang lain. Jika si kecil sudah mau membagi hal-hal kecil kepada orang lain, perlahan ajarkan ia untuk bisa berbagi mainan dan benda-benda yang ia sukai.

Berbagi mainan yang benar-benar disukai mungkin akan jadi hal yang berat untuk si kecil. Tetapi mainan edukasi dari Kodomo Challenge memang dirancang untuk dapat menumbuhkan nilai berbagi pada anak.

 

Bantu si Kecil Memahami Arti Memiliki dan Meminjam

Jika Moms dan Dads sudah berhasil mengajak si kecil belajar berbagi barang miliknya, lalu bagaimana cara agar ia tidak merebut barang milik anak lain? Untuk mendidik anak melakukan hal ini, Moms dan Dads perlu mengajarkan kepada anak perlahan-lahan.

 

Ketika anak memasuki usia dua tahun, Moms dan Dads dapat  membantu si kecil memahami konsep kepemilikan. Ajarkan ia memahami barang apa saja yang ia miliki dan barang apa saja yang merupakan milik orang lain. Ketika si kecil hendak meminjam barang milik orang lain, ajarkan ia untuk meminta izin terlebih dahulu. Pastikan Moms dan Dads juga memberitahu si kecil jika ada saatnya orang lain enggan meminjamkan barang miliknya. Saat hal itu terjadi, ajarkan si kecil untuk mampu menerima dan tidak memaksa dengan merebut barang milik temannya. BIasanya konsep kepemilikan ini dapat diajarkan ketika anak sedang bermain di area bermain dengan anak-anak lain atau bahkan saat kumpul keluarga di rumah.

 

Jangan Menghukum Saat Anak Tak Mau Berbagi

Belajar berbagi memang hal yang baik untuk diajarkan sejak kecil. Namun jika anak belum mau berbagi dengan anak lain, jangan pernah menghakiminya atau malah menghukumnya. Ketika anak belum mau berbagi, Moms dan Dads dapat menjadikan kesempatan itu untuk mengajarkan kepada si kecil mengungkapkan hal yang apa yang belum dapat dibagi dan hal apa yang bisa dibagi oleh orang lain. Dengan begitu, si kecil akan memahami pula ketika ada temannya belum mau berbagi di saat bersamaan.

 

Hargai Barang Milik si Kecil

Anak akan belajar dengan mencontoh perilaku orang-orang di sekitarnya. Untuk mengajarkan si kecil berbagi, Moms dan Dads dapat menunjukkan sikap untuk menghargai barang milik si kecil. Ketika Moms dan Dads hendak meminjam barang milik si kecil, pastikan untuk meminta izin terlebih dahulu. Jika si kecil mengizinkan, ucapkan terima kasih dan jangan lupa untuk mengembalikan barang tersebut setelah Moms dan Dads selesai menggunakannya. Dengan begitu si kecil dapat belajar hal serupa untuk diterapkan pada dirinya kelak.

 

Itu tadi beberapa hal yang bisa Moms dan Dads lakukan untuk mendidik anak agar mau belajar berbagi. Dengan menanamkan sifat berbagi sejak kecil, Moms dan Dads telah membantu si kecil memiliki karakter yang lebih baik di kemudian hari. Untuk mendidik anak menjadi pribadi yang mau berbagi, Moms dan Dads perlu sabar dan menunggu waktu yang tepat. Jadikan momen bermain dan kumpul bersama keluarga sebagai kesempatan bagi si kecil untuk belajar berbagi.

 

 

Image source:https://www.distilled.net/

(Supervised by: Rumah Dandelion)

Bagikan Artikel ini

Akses ke Konten Edukasi Kodomo Challenge

Gratis Badge

Dapatkan Aktivitas Edukasi dan Video Edukasi yang dapat digunakan untuk menstimulus Si Kecil berkomunikasi, mengajarkan kebiasaan hidup, rasa percaya diri dan masih banyak lagi. Dapatkan secara GRATIS dan dapat diakses kapan saja. Daftar sekarang dan nikmati fasilitas FREE TRIAL dari Kodomo Challenge.

Free Trial Permainan

Rumah Dandelion

Agstreid

Agstried Elisabeth M.Psi.

Agstried Elisabeth M.Psi., Psikolog

Agstried adalah salah satu co-founder Rumah Dandelion. Sebagai seorang psikolog pendidikan, Agstried memiliki minat yang besar terhadap pola pengasuhan pada usia dini dan kaitannya terhadap keberhasilan anak di kehidupan. Pengalaman di bidang pendidikan usia dini sebagai psikolog asosiat di beberapa sekolah internasional, ditambah pengalaman mengajar sebagai dosen membuat Agstried menyadari pentingnya pola pengasuhan di awal kehidupan dewasa, sehingga ia semakin ingin terjun ke bidang pendidikan anak usia dini. Agstried berfokus pada isu-isu kematangan sekolah dan kaitannya dengan berbagai isu perilaku di sekolah

Binky

Binky Paramitha I., M.Psi.

Binky Paramitha I., M.Psi., Psikolog

Binky adalah seorang Psikolog Pendidikan yang menyelesaikan masa studinya di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Ia merupakan salah satu co-founder Rumah Dandelion. Selain itu, Binky juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Dunia pendidikan dan anak-anak adalah dua dunia yang sangat ia cintai. Baginya, pendidikan adalah hal penting dan perlu dialami oleh setiap orang, dan masa anak-anak adalah masa yang paling banyak mendapat paparan pendidikan, baik formal maupun informal. Walaupun sebenarnya, pendidikan dapat kita peroleh sepanjang hayat, dari siapa pun dan dari mana pun.

Nadya

Nadya Pramesrani, M.Psi.

Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog

Nadya merupakan psikolog klinik dewasa yang menyelesaikan studi profesinya di Universitas Indonesia. Ia telah berpraktik selama hampir 10 tahun dan banyak menangani kasus pernikahan, keluarga, persiapan menikah, dan kasus depresi serta gangguan emosi lainnya. Selain berpraktik, Nadya juga kerap menjadi narasumber untuk penulisan artikel di media-media digital dan mengisi acara talk show di televisi atau tanya jawab di radio. Dalam menangani kasus-kasus yang ada, Nadya kerap menggunakan prinsip-prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Solution Focused Brief Therapy. Ia juga memiliki memiliki latar belakang pendidikan untuk melakukan tes-tes psikologi terstandarisasi. Saat ini ia terdaftar sebagai anggota di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Orissa

Orissa Anggita, M.Psi.

Orissa Anggita, M.Psi., Psikolog

Kesenangan dan kepedulian Orissa pada dunia anak-anak semakin menguat setelah ia menjalani profesi psikolog dan menjadi ibu. Ia lulus cum laude dari program magister Psikologi UI dan punya berbagai pengalaman sebagai guru, dosen, fasilitator pelatihan, dan pembicara seminar dengan topik seputar pendidikan, perkembangan anak, dan pengasuhan. Orissa terlibat dalam pendirian Rumah Dandelion karena ia percaya bahwa anak dapat berkembang optimal bila mendapat stimulasi yang tepat, dan bila orang tua mau senantiasa aktif memperluas wawasan, mengasah keterampilan pengasuhan, dan mengubah pola perilakunya bila perlu.

Dokter Spesialis Anak

Agstreid

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A., Dokter Anak

dr. Dimple menempuh pendidikan kedokteran serta program spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Selain melakukan praktek di RSIA Bunda Menteng dan RS. Hermina Kemayoran, dr. Dimple juga membagikan informasi seputar kesehatan anak di media sosial lewat Instagram @happykids_id.

Binky

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A., Dokter Anak

dr. Putu merupakan dokter spesial anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya dengan pengalaman kerja di bidang kedokteran hampir 20 tahun. Sebelumnya ia juga pernah melakukan praktek di beberapa klinik anak. Pendidikan sarjana dan magisternya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Momen Pertama Moms & Dads Bersama Si Kecil Tumbuh Kembang Anak

Momen Pertama Moms & Dads Bersama Si Kecil

Usia 0 bulan
ASI merupakan sumber gizi utama bagi si kecil di masa awal kelahirannya. Maka dari itu, ia akan banyak menghabiskan waktunya untuk menyusu.

575

Pertambahan Berat dan Tinggi si Kecil di Bulan Pertamanya Tumbuh Kembang Anak

Pertambahan Berat dan Tinggi si Kecil di Bulan Pertamanya

Usia 1 bulan
Seiring bertambahnya usia, fisik si kecil akan semakin berkembang. Memasuki usia 1 bulan, tingginya akan bertambah 6-7 cm dan berat badannya akan bertambah 1-2 kg dibanding saat lahir.

509

Si Kecil Cepat Menyerap Stimulus dan Mulai Memberikan Reaksi Tumbuh Kembang Anak

Si Kecil Cepat Menyerap Stimulus dan Mulai Memberikan Reaksi

Usia 2 bulan
Memasuki usia 2 bulan, si kecil mulai pandai mengekspresikan perasaannya ketika merasa senang. Ia akan memberikan reaksi terhadap stimulus yang diterimanya.

548

Si Kecil Semakin Pandai Bergerak dan Merespons Stimulus Tumbuh Kembang Anak

Si Kecil Semakin Pandai Bergerak dan Merespons Stimulus

Usia 3 bulan
Memasuki bulan ketiga, kemampuan motorik kasar si kecil pun semakin berkembang seiring pertumbuhan badannya. Apabila ditelungkupkan, si kecil mulai bisa mengangkat kepalanya dengan tegak dan menahan badannya dengan lengan.

590