Komunikasi

Tips Mengajarkan Minta Maaf pada Anak Sejak Dini

Tips Mengajarkan Minta Maaf pada Anak Sejak Dini

Bagikan Artikel ini

1926

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, begitu pun dengan si kecil. Seorang anak bisa saja melakukan kesalahan karena sesuatu yang disengaja atau pun tak disengaja. Dalam melakukan minta maaf merupakan sebuah proses pembelajaran yang perlu diajarkan kepada anak. Untuk melatih si kecil meminta maaf sejak dini, ada beberapa hal yang bisa Moms dan Dads lakukan.

 

Tumbuhkan Rasa Empati Anak

Saat mengajarkan si kecil minta maaf, perlu disadari supaya anak sadar akan kesalahannya dan dapat melakukan minta maaf secara tulus. Maka dari itu, orang tua dapat mengajarkan bagaimana cara melakukan minta maaf dengan mengucapkan maaf dengan tulus, menyebutkan alasan kenapa si kecil minta maaf, dan keberanian untuk tidak mengulangi kesalahannya.

 

Orang tua dapat menumbuhkan rasa empati si kecil pada berbagai situasi sosial sebagai proses belajar minta maaf secara tulus. Rasa empati berarti si kecil dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Anak belajar berempati melalui refleksi perasaan yang dirasakan misalnya saat mainan si kecil direbut oleh anak lain. Orang tua dapat merefleksikan betapa sedih dan kecewanya jika mainannya yang direbut orang lain sehingga si kecil tidak melakukan hal yang sama kepada orang lain. Melalui refleksi ini anak diharapkan dapat berempati untuk melakukan minta maaf dengan tulus kepada orang lain.

 

Dengarkan Penjelasan Anak Terlebih Dahulu

Saat anak menghadapi konflik ketika bermain bersama teman, belum tentu ia yang melakukan kesalahan. Karena itu, sebaiknya Moms dan Dads mendengarkan penjelasan dan alasan si kecil terlebih dahulu sebelum meminta anak untuk langsung minta maaf.  Jika si kecil melakukan kesalahan, barulah Moms dan Dads bisa menyampaikan bahwa hal yang dilakukannya bukanlah perbuatan yang baik.

 

Dengan mendengarkan penjelasan anak, Moms dan Dads juga akan lebih mengetahui bagaimana sudut pandangnya dalam melihat permasalahan yang terjadi antara dia dan temannya. Cara ini akan lebih memudahkan Moms dan Dads untuk menjelaskan kepada si kecil mengenai perbuatan yang telah dilakukannya dan alasan kenapa ia harus minta maaf.

 

Beri Penjelasan Sederhana Tentang Hal yang Benar dan Salah

Anak-anak akan sulit minta maaf jika ia tidak paham mana hal yang benar untuk dilakukan dan mana yang salah. Supaya si kecil dapat memahami hal ini, coba untuk memberikan penjelasan sederhana mengenai hal yang benar dan salah. Berikan contoh-contoh yang dekat dengan kegiatannya sehari-hari. Kategorikan hal mana yang bisa dikatakan sebagai hal benar dan mana yang bisa dibilang salah.

 

Setelah itu, jelaskan juga pada anak jika melakukan sesuatu yang salah, maka ia harus minta maaf. Dengan menjelaskan hal ini, anak akan lebih memahami fungsi dari minta maaf karena sudah memiliki dasar yang dapat ia mengerti sebelumnya.

 

Minta Maaf Bukan Berarti Kalah

Ada beberapa anak yang enggan minta maaf karena menganggap permintaan maaf adalah sebuah bentuk kekalahan. Melihat hal ini Moms dan Dads dapat memberikan penjelasan kepada si kecil bahwa minta maaf bukanlah sebuah kekalahan tetapi minta maaf adalah sebuah keberanian dan kejujuran. Berikan pelukan dan apresiasi ketika si kecil berani meminta maaf secara tulus setelah melakukan kesalahan. Jangan lupa juga untuk meminta si kecil berjanji tidak melakukan kesalahan yang sama karena itulah makna penting dari minta maaf yang sebenarnya.

 

Orangtua menjadi contoh untuk anak belajar

Anak belajar dari melihat lingkungan yang ada di sekelilingnya. Moms dan Dads mencoba untuk mengajarkan anak minta maaf saat mereka melakukan kesalahan. Sebaliknya saat Moms dan Dads melakukan kesalahan kepada anak atau ke orang lain, selalu ucapkan permohonan maaf dengan tulus. Hal menjadi contoh dan mengajarkan bagaimana minta maaf kepada anak secara konkret.

 

Mengajarkan minta maaf kepada anak sejak kecil sangat penting untuk membentuknya menjadi pribadi yang lebih bertanggungjawab. Moms dan Dads dapat mengajarkan si kecil untuk belajar meminta maaf dengan cara yang menyenangkan. Program edukasi Kodomo Challenge dilengkapi dengan metode Muti-Platform yaitu video edukasi, buku bergambar dan mainan edukasi sehingga si kecil tertarik dan belajar untuk meminta maaf.

 

 

 

Image source: https://www.littlethings.com

(Supervised by: Rumah Dandelion)

Bagikan Artikel ini

Digital Free Trial Kit

Akses ke Ruang Edukasi Kodomo Challenge

Gratis Badge

Dapatkan Aktivitas Edukasi dan Video Edukasi yang dapat digunakan untuk menstimulus Si Kecil berkomunikasi, mengajarkan kebiasaan hidup, rasa percaya diri dan masih banyak lagi. Dapatkan secara GRATIS dan dapat diakses kapan saja. Daftar sekarang dan nikmati fasilitas FREE TRIAL dari Kodomo Challenge.

Daftar Sekarang

Rumah Dandelion

Agstreid

Agstried Elisabeth M.Psi.

Agstried Elisabeth M.Psi., Psikolog

Agstried adalah salah satu co-founder Rumah Dandelion. Sebagai seorang psikolog pendidikan, Agstried memiliki minat yang besar terhadap pola pengasuhan pada usia dini dan kaitannya terhadap keberhasilan anak di kehidupan. Pengalaman di bidang pendidikan usia dini sebagai psikolog asosiat di beberapa sekolah internasional, ditambah pengalaman mengajar sebagai dosen membuat Agstried menyadari pentingnya pola pengasuhan di awal kehidupan dewasa, sehingga ia semakin ingin terjun ke bidang pendidikan anak usia dini. Agstried berfokus pada isu-isu kematangan sekolah dan kaitannya dengan berbagai isu perilaku di sekolah

Binky

Binky Paramitha I., M.Psi.

Binky Paramitha I., M.Psi., Psikolog

Binky adalah seorang Psikolog Pendidikan yang menyelesaikan masa studinya di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Ia merupakan salah satu co-founder Rumah Dandelion. Selain itu, Binky juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Dunia pendidikan dan anak-anak adalah dua dunia yang sangat ia cintai. Baginya, pendidikan adalah hal penting dan perlu dialami oleh setiap orang, dan masa anak-anak adalah masa yang paling banyak mendapat paparan pendidikan, baik formal maupun informal. Walaupun sebenarnya, pendidikan dapat kita peroleh sepanjang hayat, dari siapa pun dan dari mana pun.

Nadya

Nadya Pramesrani, M.Psi.

Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog

Nadya merupakan psikolog klinik dewasa yang menyelesaikan studi profesinya di Universitas Indonesia. Ia telah berpraktik selama hampir 10 tahun dan banyak menangani kasus pernikahan, keluarga, persiapan menikah, dan kasus depresi serta gangguan emosi lainnya. Selain berpraktik, Nadya juga kerap menjadi narasumber untuk penulisan artikel di media-media digital dan mengisi acara talk show di televisi atau tanya jawab di radio. Dalam menangani kasus-kasus yang ada, Nadya kerap menggunakan prinsip-prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Solution Focused Brief Therapy. Ia juga memiliki memiliki latar belakang pendidikan untuk melakukan tes-tes psikologi terstandarisasi. Saat ini ia terdaftar sebagai anggota di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Orissa

Orissa Anggita, M.Psi.

Orissa Anggita, M.Psi., Psikolog

Kesenangan dan kepedulian Orissa pada dunia anak-anak semakin menguat setelah ia menjalani profesi psikolog dan menjadi ibu. Ia lulus cum laude dari program magister Psikologi UI dan punya berbagai pengalaman sebagai guru, dosen, fasilitator pelatihan, dan pembicara seminar dengan topik seputar pendidikan, perkembangan anak, dan pengasuhan. Orissa terlibat dalam pendirian Rumah Dandelion karena ia percaya bahwa anak dapat berkembang optimal bila mendapat stimulasi yang tepat, dan bila orang tua mau senantiasa aktif memperluas wawasan, mengasah keterampilan pengasuhan, dan mengubah pola perilakunya bila perlu.

Dokter Spesialis Anak

Agstreid

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A., Dokter Anak

dr. Dimple menempuh pendidikan kedokteran serta program spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Selain melakukan praktek di RSIA Bunda Menteng dan RS. Hermina Kemayoran, dr. Dimple juga membagikan informasi seputar kesehatan anak di media sosial lewat Instagram @happykids_id.

Binky

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A., Dokter Anak

dr. Putu merupakan dokter spesial anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya dengan pengalaman kerja di bidang kedokteran hampir 20 tahun. Sebelumnya ia juga pernah melakukan praktek di beberapa klinik anak. Pendidikan sarjana dan magisternya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Berkomunikasi dengan si Kecil Lewat Suara dan Sentuhan Komunikasi

Berkomunikasi dengan si Kecil Lewat Suara dan Sentuhan

Usia 0 bulan
Berkomunikasi dengan si kecil yang baru lahir dapat dilakukan lewat suara atau sentuhan. Sentuhan dan suara yang lembut adalah langkah awal untuk membangun hubungan antara orangtua dengan si kecil.

365

Berikan Stimulasi untuk Penglihatan dan Kepekaan si Kecil terhadap Sentuhan Komunikasi

Berikan Stimulasi untuk Penglihatan dan Kepekaan si Kecil terhadap Sentuhan

Usia 1 bulan
Di awal kelahirannya, penting bagi Moms dan Dads untuk selalu memberikan stimulasi dan sentuhan pada si kecil. Ia akan sangat bergairah saat Moms dan Dads memberikan stimulasi pada penglihatan dan sentuhan pada tubuhnya.

575

Melatih Respons si Kecil Melalui Permainan Komunikasi

Melatih Respons si Kecil Melalui Permainan

Usia 3 bulan
Saat berinteraksi melalui permainan, Moms maupun Dads dan si kecil akan saling mengenal satu sama lain dan dapat bermain dengan ekspresif. Beberapa permainan ini bahkan dapat melatih respons si kecil.

450

Buat si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini Komunikasi

Buat si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini

Usia 2 bulan
Pada masa ini, si kecil akan menganggap bahwa bermain dengan menggerakan tangan dan kaki itu menyenangkan. Moms dan Dads bisa membuatnya lebih aktif lagi dengan permainan ini.

 

3742