Tumbuh Kembang Anak

Tips Persiapkan Karakter Anak Usia Dini untuk Masa Depannya

08 March 2019

Tips Persiapkan Karakter Anak Usia Dini untuk Masa Depannya

Bagikan Artikel ini

2590

Setiap anak dilahirkan dengan sifat dan karakter yang unik. Namun, sebagai orang tua yang ingin anak kita berhasil di masa depannya, ada beberapa karakter anak usia dini yang perlu kita tanamkan sejak kecil. Menanamkan kebiasaan saja bukan perkara mudah, apalagi menanamkan karakter. Akan tetapi dengan konsistensi dan kasih sayang, mom and dads bisa membantu si kecil memiliki karakter-karakter yang menunjang keberhasilan mereka di masa depan.

Saat anak tumbuh dewasa, dunia yang akan dihadapinya akan berbeda dengan dunia yang Moms dan Dads hadapi di masa ini. Oleh sebab itu anak-anak perlu dibekali dengan penanaman karakter anak usia dini agar siap menghadapi tantangan di masa depan. Berikut ini adalah 5 karakter anak usia dini yang penting untuk Moms dan Dads persiapkan bagi anak.

1. Mandiri

Karakter anak usia dini pertama yang perlu Moms dan Dads persiapkan untuk si kecil adalah karakter mandiri. Anak dengan karakter mandiri bisa mengandalkan kemampuan dan sumber dayanya sendiri tanpa perlu bergantung pada orang lain. Anak dengan karakter mandiri biasanya punya rasa percaya diri yang tinggi. Si kecil bisa jadi sangat termotivasi ketika memiliki tujuan dan sangat pandai menimbang serta mengambil keputusan.

Untuk mengembangkan karakter mandiri pada anak, ada beberapa hal yang bisa Moms dan Dads lakukan. Saat melihat anak mengalami kesulitan, jangan buru-buru datang untuk membantunya. Biarkan si kecil mencoba untuk memecahkan masalahnya sendiri. Moms dan Dads juga bisa mengembangkan karakter mandiri ini melalui kebiasaan sehari-hari. Misalnya dengan meminta si kecil mencuci tangan sendiri sebelum makan, hingga mengancingkan baju sendiri setelah mandi. Ingat untuk memberikan kesempatan pada si kecil untuk melakuan semuanya sendiri (tanpa bantuan) terlebih dahulu. Akan tetapi, jika si kecil merasa butuh bantuan kita tetap pada jarak aman untuk membantunya.

 

2. Adaptif

Saat anak beranjak dewasa, ia harus terbiasa dengan perubahan yang pasti terjadi dalam hidupnya. Anak harus pandai beradaptasi dalam beragam lingkungan atau situasi yang baru. Untuk mendukung si kecil mengembangkan karakter anak usia dini ini, Moms dan Dads bisa membiasakan si kecil untuk bermain di tempat yang berbeda setiap harinya. Saat menemani si kecil bermain, beri kesempatan dan dorongan agar si kecil mau berkenalan dan berbaur dengan orang-orang baru ya.. namun jangan lupa, pastikan juga keamanan si kecil.

 

3. Banyak Akal

Karakter anak usia dini yang sangat penting untuk dikembangkan sejak dari rumah adalah karakter anak yang banyak akal. Dengan karakter ini, anak bisa cepat mengerti situasi dan mencari solusi dari masalah yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Anak yang banyak akal juga jarang kehabisan ide, ia selalu punya cara untuk mengasah kreativitas.

Untuk mendukung karakter anak usia dini ini, sebaiknya dorong si kecil untuk berinisiatif menemukan solusi dari masalah sederhana. Misalnya saat bermain masak-masakan, tanyakan ide si kecil menu masakan apa yang bisa dibuat hanya dengan menggunakan 3 bahan yang tersedia. Ketika moms dan dads bertujuan meningkatkan kreativitas si kecil, keleluasaan dalam bermain dan mengambil keputusan itu penting bagi anak. Oleh karena itu, biarkan anak melakukan sesuatu atau bermain dengan cara mereka sendiri terlebih dahulu, tidak perlu banyak koreksi benar-salah.

 

4. Berani

Moms dan Dads patut bangga jika si kecil memiliki karakter pemberani. Anak dengan karakter ini akan mengambil resiko dan selalu percaya diri menghadapi setiap kesulitan yang ada. Karakter anak usia dini ini sangat diperlukan sebagai bekal menghadapi masa depan, apalagi tantangan kehidupan semakin berat.

Salah satu cara yang bisa Moms dan Dads lakukan untuk menumbuhkan karakter berani dalam diri si kecil adalah dengan membiarkan anak bereksplorasi seluas-luasnya, namun tetap dengan arahan dan pendampingan. Biarkan si kecil mencoba hal-hal baru dan jangan batasi keingintahuannya dengan kata-kata atau perbuatan yang menentang. Jika si kecil melakukan kesalahan, hindari perkataan yang membuatnya down. Sebaliknya, selalu dukung si kecil agar tidak ragu untuk mencobanya kembali.

 

5. Gigih

Karakter anak usia dini yang juga perlu ada pada si kecil adalah karakter gigih. Karakter ini membuat si kecil teguh pendirian dan tidak mudah menyerah. Si kecil juga akan tetap berusaha melakukan sesuatu hingga selesai meskipun menemukan kesulitan di tengah perjalanan. Untuk membantu anak mengembangkan karakter ini, Moms dan Dads bisa memberinya kegiatan yang perlu dilakukan secara konsisten untuk bisa menampakkan hasil. Moms dan Dads juga perlu memberikan semangat dengan kata-kata membangun ketika anak menemukan kesulitan.

 

Nah itu tadi beberapa karakter anak usia dini yang perlu Moms dan Dads tanamkan pada diri anak. Dengan memiliki karakter berkualitas ini, si kecil akan lebih mudah menghadapi tantangan hidup yang terjadi di masa mendatang. Tapi mungkin beberapa dari Moms bingung bagaimana cara menanamkan karakter yang baik pada si kecil sedini mungkin. Kodomo Challenge sadar akan hal ini oleh karena itu materi edukasi Kodomo Challenge membantu orangtua untuk mendidik si kecil di rumah dengan cara bermain menyenangkan. Materi yang terdapat pada mainan edukai, buku bergambar dan video edukasi akan membantu si kecil dalam mengembangkan karakternya dengan baik.

 

Image source: https://www.theamericanconservative.com

(Supervised by Rumah Dandelion)

Bagikan Artikel ini

Rumah Dandelion

Agstreid

Agstried Elisabeth M.Psi.

Agstried Elisabeth M.Psi., Psikolog

Agstried adalah salah satu co-founder Rumah Dandelion. Sebagai seorang psikolog pendidikan, Agstried memiliki minat yang besar terhadap pola pengasuhan pada usia dini dan kaitannya terhadap keberhasilan anak di kehidupan. Pengalaman di bidang pendidikan usia dini sebagai psikolog asosiat di beberapa sekolah internasional, ditambah pengalaman mengajar sebagai dosen membuat Agstried menyadari pentingnya pola pengasuhan di awal kehidupan dewasa, sehingga ia semakin ingin terjun ke bidang pendidikan anak usia dini. Agstried berfokus pada isu-isu kematangan sekolah dan kaitannya dengan berbagai isu perilaku di sekolah

Binky

Binky Paramitha I., M.Psi.

Binky Paramitha I., M.Psi., Psikolog

Binky adalah seorang Psikolog Pendidikan yang menyelesaikan masa studinya di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Ia merupakan salah satu co-founder Rumah Dandelion. Selain itu, Binky juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Dunia pendidikan dan anak-anak adalah dua dunia yang sangat ia cintai. Baginya, pendidikan adalah hal penting dan perlu dialami oleh setiap orang, dan masa anak-anak adalah masa yang paling banyak mendapat paparan pendidikan, baik formal maupun informal. Walaupun sebenarnya, pendidikan dapat kita peroleh sepanjang hayat, dari siapa pun dan dari mana pun.

Nadya

Nadya Pramesrani, M.Psi.

Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog

Nadya merupakan psikolog klinik dewasa yang menyelesaikan studi profesinya di Universitas Indonesia. Ia telah berpraktik selama hampir 10 tahun dan banyak menangani kasus pernikahan, keluarga, persiapan menikah, dan kasus depresi serta gangguan emosi lainnya. Selain berpraktik, Nadya juga kerap menjadi narasumber untuk penulisan artikel di media-media digital dan mengisi acara talk show di televisi atau tanya jawab di radio. Dalam menangani kasus-kasus yang ada, Nadya kerap menggunakan prinsip-prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Solution Focused Brief Therapy. Ia juga memiliki memiliki latar belakang pendidikan untuk melakukan tes-tes psikologi terstandarisasi. Saat ini ia terdaftar sebagai anggota di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Orissa

Orissa Anggita, M.Psi.

Orissa Anggita, M.Psi., Psikolog

Kesenangan dan kepedulian Orissa pada dunia anak-anak semakin menguat setelah ia menjalani profesi psikolog dan menjadi ibu. Ia lulus cum laude dari program magister Psikologi UI dan punya berbagai pengalaman sebagai guru, dosen, fasilitator pelatihan, dan pembicara seminar dengan topik seputar pendidikan, perkembangan anak, dan pengasuhan. Orissa terlibat dalam pendirian Rumah Dandelion karena ia percaya bahwa anak dapat berkembang optimal bila mendapat stimulasi yang tepat, dan bila orang tua mau senantiasa aktif memperluas wawasan, mengasah keterampilan pengasuhan, dan mengubah pola perilakunya bila perlu.

Dokter Spesialis Anak

Agstreid

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A., Dokter Anak

dr. Dimple menempuh pendidikan kedokteran serta program spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Selain melakukan praktek di RSIA Bunda Menteng dan RS. Hermina Kemayoran, dr. Dimple juga membagikan informasi seputar kesehatan anak di media sosial lewat Instagram @happykids_id.

Binky

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A., Dokter Anak

dr. Putu merupakan dokter spesial anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya dengan pengalaman kerja di bidang kedokteran hampir 20 tahun. Sebelumnya ia juga pernah melakukan praktek di beberapa klinik anak. Pendidikan sarjana dan magisternya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Komunikasi Yang Baik Antara Orang Tua dan Anak akan Mendorong Perkembangan Bahasa Language Development

Komunikasi Yang Baik Antara Orang Tua dan Anak akan Mendorong Perkembangan Bahasa

Perbedaan tingkat perkembangan kemampuan bahasa dan wicara anak usia 1-3 tahun bisa sangat besar, sehingga banyak orang tua yang khawatir anaknya “lambat bicara” atau ”kemampuan bahasanya rendah” dan sebagainya.

395

Kebiasaan Anak Mengoceh dan Mengapa Orang Tua Tidak Perlu Khawatir! Language Development

Kebiasaan Anak Mengoceh dan Mengapa Orang Tua Tidak Perlu Khawatir!

Di periode babbling, jika anak mengoceh sembari melihat langsung ke wajah orang tua, dan anak bereaksi pada saat orang tua memanggil, berarti tidak perlu khawatir!

183

Hubungan Antara Menunjuk dan Kemampuan Wicara dan Bagaimana Jika Anak Saya Jarang Menunjuk? Language Development

Hubungan Antara Menunjuk dan Kemampuan Wicara dan Bagaimana Jika Anak Saya Jarang Menunjuk?

Menunjuk merupakan gerakan yang dilakukan anak terhadap benda yang menarik perhatiannya atau yang diinginkannya, sehingga memiliki peran yang sangat penting dalam tumbuh-kembang anak.

213

Kalimat Dua Kata Itu yang Seperti Apa? Mulai Usia Berapa? Language Development

Kalimat Dua Kata Itu yang Seperti Apa? Mulai Usia Berapa?

Di usia sekitar 1 tahun, si kecil seharusnya mulai mengucapkan kata pertama, seperti “mama” atau “ayah”. Ia juga akan mulai menirukan berbagai kata yang diucapkan oleh orang-orang di sekitarnya.

237