Ide Permainan

Permainan di Dalam Rumah untuk Melatih Kecerdasan Anak

08 January 2019

Permainan di Dalam Rumah untuk Melatih Kecerdasan Anak

Bagikan Artikel ini

1944

Usia balita merupakan masa perkembangan yang pesat, dimana anak tidak hanya mengalami pertumbuhan secara fisik, tetapi juga mengalami perkembangan kecerdasan. Agar anak tumbuh dan kecerdasan berkembang secara optimal, maka Moms dan Dads perlu memberi asupan nutrisi yang lengkap untuk anak. Tapi bukan hanya itu, si kecil juga perlu mendapatkan stimulasi melalui permainan anak anak.

Permainan bersama si kecil bisa Moms dan Dads lakukan di dalam maupun di luar rumah. Tentunya, ada keuntungan tersendiri dari masing-masing tempat permainan ini. Saat bermain di luar rumah, si kecil akan terlatih untuk mengenal lingkungan dan kecerdasan sosialnya pun terasah saat ia berinteraksi dengan anak lain.

Sementara saat si kecil bermain di dalam rumah, Moms dan Dads dapat menjadikan permainan sebagai sarana untuk membangun kedekatan keluarga dan juga meningkatkan kecerdasan anak. Kelebihan dari permainan yang dilakukan di dalam rumah adalah dapat dilakukan kapan pun karena tidak terhalang waktu dan cuaca.

Berikut ini adalah beberapa jenis permainan anak anak yang bisa Moms dan Dads lakukan di dalam rumah untuk meningkatkan kecerdasan anak:

1.Berlatih Peran dengan Boneka Tangan

Saat berusia balita, anak-anak sangat suka meniru. Maka tak heran kalau Moms dan Dads sering menemukan si kecil saat sedang menggunakan sepatu untuk orang dewasa. Keinginan anak untuk meniru dan berperan sebagai orang lain bisa Moms dan Dads manfaatkan untuk mengajaknya bermain. Moms dan Dads bisa mengajak si kecil untuk bermain boneka tangan sambil memerankan karakter tertentu. Melalui permainan ini, Moms dan Dads dapat mengajarkan pesan moral melalui cerita yang dibawakan sehingga membantu kemampuan personal sosial anak.

 

2.Memasukkan Sedotan Berwarna ke Dalam Gelas

Mengajarkan si kecil mengenal warna melalui mainan anak sangat penting untuk dilakukan. Ternyata, Moms dan Dads bisa menciptakan permainan warna dengan benda-benda yang ada di dalam rumah. Cukup sediakan gelas plastik dan sedotan berbagai warna, lalu ajarkan si kecil untuk memisahkan warna sedotan dengan menempatkannya sesuai dengan warna gelas. Sambil melakukan permainan ini, Moms dan Dads dapat memperkenalkan warna sekaligus mengasah kemampuan motorik halus anak.

 

3.Membentuk Benda Menggunakan Play Dough

Moms dan Dads tentunya sudah tidak asing dengan mainan anak bernama play dough kan? Mainan anak berbentuk lentur dengan beragam warna ini dapat juga digunakan untuk bermain sekaligus media belajar bagi anak. Sediakan play dough beragam warna dan minta si kecil untuk membentuk benda yang ia inginkan. Cara ini bisa melatih kreativitas si kecil untuk membayangkan dan membentuk play dough menjadi semirip mungkin dengan yang ia mau. Selain itu, bentuk play dough yang unik juga bisa merangsang kecerdasan motorik si kecil. Tapi ingat ya Moms dan Dads, selalu awasi anak saat bermain play dough untuk menghindari resiko tertelan.

 

4. Membangun Rumah Boneka dengan Kotak Sepatu

Jika si kecil suka bermain boneka, maka ia pasti akan senang dengan permainan satu ini. Moms dan Dads dapat membuat rumah boneka dengan memanfaatkan kotak sepatu yang ada di rumah. Caranya cukup mudah, Moms dan Dads bisa mengajak si kecil untuk membuat sekat dari karton yang ditempel dengan kertas warna warni. Kemudian, tempelkan sekat tersebut di dalam kotak sepatu untuk menciptakan beberapa ruang seperti tempat dalam rumah. Moms dan Dads juga bisa menambahkan interior lain seperti tangga yang terbuat kertas lipat, hingga atap yang terbuat dari kertas koran. Setelah rumah boneka ini selesai, Moms dan Dads bisa mengajak si kecil untuk memainkan boneka kesukaannya di rumah boneka tersebut.

 

Nah, itu tadi beberapa ide permainan anak anak yang bisa Moms dan Dads lakukan di rumah. Dengan permainan yang tepat, Moms dan Dads bisa menciptakan quality time sekaligus melatih kecerdasannya. Bermain disini juga sama halnya dengan belajar loh, jika Moms dan Dads ingin memberikan edukasi anak yang lebih terprogram Mom bisa memilih Kodomo Challenge. Karena Kodomo Challenge tidak hanya sekedar mainan tapi memberikan materi pendukung lainnya untuk si kecil di rumah seperti buku dan DVD edukasi. Menyenangkan bukan?

 

 

Image source: http://4mama.ua

Supervised by: Rumah Dandelion

Bagikan Artikel ini

Komunikasi Yang Baik Antara Orang Tua dan Anak akan Mendorong Perkembangan Bahasa Language Development

Komunikasi Yang Baik Antara Orang Tua dan Anak akan Mendorong Perkembangan Bahasa

Perbedaan tingkat perkembangan kemampuan bahasa dan wicara anak usia 1-3 tahun bisa sangat besar, sehingga banyak orang tua yang khawatir anaknya “lambat bicara” atau ”kemampuan bahasanya rendah” dan sebagainya.

395

Kebiasaan Anak Mengoceh dan Mengapa Orang Tua Tidak Perlu Khawatir! Language Development

Kebiasaan Anak Mengoceh dan Mengapa Orang Tua Tidak Perlu Khawatir!

Di periode babbling, jika anak mengoceh sembari melihat langsung ke wajah orang tua, dan anak bereaksi pada saat orang tua memanggil, berarti tidak perlu khawatir!

184

Hubungan Antara Menunjuk dan Kemampuan Wicara dan Bagaimana Jika Anak Saya Jarang Menunjuk? Language Development

Hubungan Antara Menunjuk dan Kemampuan Wicara dan Bagaimana Jika Anak Saya Jarang Menunjuk?

Menunjuk merupakan gerakan yang dilakukan anak terhadap benda yang menarik perhatiannya atau yang diinginkannya, sehingga memiliki peran yang sangat penting dalam tumbuh-kembang anak.

214

Kalimat Dua Kata Itu yang Seperti Apa? Mulai Usia Berapa? Language Development

Kalimat Dua Kata Itu yang Seperti Apa? Mulai Usia Berapa?

Di usia sekitar 1 tahun, si kecil seharusnya mulai mengucapkan kata pertama, seperti “mama” atau “ayah”. Ia juga akan mulai menirukan berbagai kata yang diucapkan oleh orang-orang di sekitarnya.

237