Tumbuh Kembang Anak

Ini Tanda Jika si Kecil Sudah Siap untuk Disapih

Ini Tanda Jika si Kecil Sudah Siap untuk Disapih

Bagikan Artikel ini

11653

ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Namun ketika anak mulai tumbuh besar, ada waktunya untuk anak berhenti minum ASI dan melengkapi kebutuhan nutrisinya lewat sumber makanan lain. Cara menyapih anak dari ASI ada beragam, namun pekerjaan ini susah-susah gampang. Proses menyapih anak bisa dilakukan dengan lebih mudah jika ibu dan anak sama-sama sudah siap. Nah, Ibu dapat mempersiapkan proses menyapih dan berikut ini adalah tanda-tanda alami dari si kecil yang menunjukkan jika ia sudah siap disapih.

 

  1. Tumbuh Kembang Tubuh si Kecil

Umumnya anak mulai disapih saat anak sudah dapat makan makanan padat sehingga nutrisinya tercukupi. Ada beberapa anak yang dapat disapih dengan lebih cepat ataupun ada juga yang lebih lama. Namun, pertumbuhan tubuh anak biasanya bisa menjadi tanda jika ia sudah siap untuk disapih.

Pertama, si kecil sudah bisa duduk secara tegak. Kemampuan ini memungkinkan si kecil untuk minum susu tanpa perlu tiduran sehingga mengurangi resiko tersedak. Tanda lainnya adalah jika kemampuan si kecil menggenggam benda sudah semakin kuat. Dengan kemampuan koordinasi yang baik, si kecil tidak akan kesulitan menggenggam botol susu atau gelas sendiri.

Selain itu, berat badan si kecil juga bisa menjadi salah satu tanda yang bisa Moms dan Dads pertimbangkan untuk menentukan kapan dan bagaimana cara menyapih anak yang tepat. Biasanya, berat badan yang tepat untuk memulai proses penyapihan adalah ketika si kecil sudah memiliki berat badan dua kali lipat dari berat badannya saat lahir.

Selain kondisi fisik, Moms dan Dads juga perlu mempertimbangkan tumbuh kembang emosionalnya. Anak yang sudah siap disapih biasanya mulai menunjukkan tanda-tanda kemandirian. Misalnya, anak mulai berinisiatif untuk mandi atau menyuap makanannya sendiri. Si kecil juga merasa lebih nyaman ketika bermain dengan teman-teman seusianya dibanding bermain di dalam rumah sendirian.

 

  1. Rewel Selama Proses Menyusui

Salah satu ciri jika si kecil mulai siap disapih adalah ia sering merasa tidak betah saat disusui. Biasanya si kecil akan mencoba menghisap ASI namun hanya sebentar. Selain itu ia juga terlihat tak tenang dan terburu-buru untuk kembali bermain daripada menyusu. Jika si kecil sudah menunjukkan tanda ini, artinya Moms dan Dad bisa mulai menyapihnya.

 Agar kebutuhan nutrisi si kecil tetap terpenuhi meski hanya sedikit mengonsumsi ASI, Moms dan Dads bisa memberi ASI atau susu pertumbuhan melalui botol. Cara menyapih anak ini juga bisa membantu agar tubuh si kecil tidak kaget saat menghadapi perubahan pola makan.

 

  1. Tertarik Melihat Makanan Orang Lain

Selain mulai ogah menyusu, anak yang siap disapih biasanya akan menunjukkan ketertarikan terhadap makanan orang lain. Si kecil akan membuka mulut atau bahkan minta disuapi ketika Moms dan Dads makan. Momen ini bisa Moms dan Dads manfaatkan untuk mulai menyapihnya dan memberikan nutrisi melalui makanan sehat. 

Agar si kecil lebih tertarik dengan makanan yang disajikan, Moms dan Dads bisa mengkreasikan makanan dengan menatanya dengan lebih menarik. Moms dan Dads juga bisa menggunakan piring dengan gambar berbagai karakter kesukaannya agar lebih menarik perhatian si kecil.

 

  1. Suka Minum Susu dengan Gelas

Pada anak yang sudah menginjak usia dua tahun akan memiliki koordinasi motorik halus yang lebih baik. Salah satunya, mereka mampu memegang gelas dengan lebih stabil. Pada kondisi ini, si kecil biasanya akan mulai meminta untuk minum susu melalui gelas.

Cara menyapih anak yang paling tepat dilakukan ketika si kecil sudah menunjukkan tanda ini adalah dengan mencoba memberi susu dengan gelas plastik setelah si kecil selesai bermain. Moms dan Dads juga bisa mendampingi si kecil dengan bersama-sama meminum susu dengan gelas yang sama. Katakan padanya jika sebagai anak besar, ia sekarang sudah boleh minum dari gelas seperti Moms dan Dads. Pastikan saat menyapih, anak tetap merasa terpenuhi kasih sayang dan ikatan emosional dari Moms dan Dads, sehingga anak dapat dipeluk atau dibelai sesudah minum dari gelas.

 

Nah, itu tadi beberapa tanda yang si kecil tunjukkan ketika ia sudah siap untuk disapih. Dengan mengamati tanda-tanda yang ditunjukkan anak, maka Moms dan Dads bisa memilih cara menyapih anak yang paling tepat. Selamat mencoba!

 

 

Image source: https://me.bipa.at

Supervised by: Rumah Dandelion

Bagikan Artikel ini

Digital Free Trial Kit

Akses ke Ruang Edukasi Kodomo Challenge

Gratis Badge

Dapatkan Aktivitas Edukasi dan Video Edukasi yang dapat digunakan untuk menstimulus Si Kecil berkomunikasi, mengajarkan kebiasaan hidup, rasa percaya diri dan masih banyak lagi. Dapatkan secara GRATIS dan dapat diakses kapan saja. Daftar sekarang dan nikmati fasilitas FREE TRIAL dari Kodomo Challenge.

Daftar Sekarang

Rumah Dandelion

Agstreid

Agstried Elisabeth M.Psi.

Agstried Elisabeth M.Psi., Psikolog

Agstried adalah salah satu co-founder Rumah Dandelion. Sebagai seorang psikolog pendidikan, Agstried memiliki minat yang besar terhadap pola pengasuhan pada usia dini dan kaitannya terhadap keberhasilan anak di kehidupan. Pengalaman di bidang pendidikan usia dini sebagai psikolog asosiat di beberapa sekolah internasional, ditambah pengalaman mengajar sebagai dosen membuat Agstried menyadari pentingnya pola pengasuhan di awal kehidupan dewasa, sehingga ia semakin ingin terjun ke bidang pendidikan anak usia dini. Agstried berfokus pada isu-isu kematangan sekolah dan kaitannya dengan berbagai isu perilaku di sekolah

Binky

Binky Paramitha I., M.Psi.

Binky Paramitha I., M.Psi., Psikolog

Binky adalah seorang Psikolog Pendidikan yang menyelesaikan masa studinya di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Ia merupakan salah satu co-founder Rumah Dandelion. Selain itu, Binky juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Dunia pendidikan dan anak-anak adalah dua dunia yang sangat ia cintai. Baginya, pendidikan adalah hal penting dan perlu dialami oleh setiap orang, dan masa anak-anak adalah masa yang paling banyak mendapat paparan pendidikan, baik formal maupun informal. Walaupun sebenarnya, pendidikan dapat kita peroleh sepanjang hayat, dari siapa pun dan dari mana pun.

Nadya

Nadya Pramesrani, M.Psi.

Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog

Nadya merupakan psikolog klinik dewasa yang menyelesaikan studi profesinya di Universitas Indonesia. Ia telah berpraktik selama hampir 10 tahun dan banyak menangani kasus pernikahan, keluarga, persiapan menikah, dan kasus depresi serta gangguan emosi lainnya. Selain berpraktik, Nadya juga kerap menjadi narasumber untuk penulisan artikel di media-media digital dan mengisi acara talk show di televisi atau tanya jawab di radio. Dalam menangani kasus-kasus yang ada, Nadya kerap menggunakan prinsip-prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Solution Focused Brief Therapy. Ia juga memiliki memiliki latar belakang pendidikan untuk melakukan tes-tes psikologi terstandarisasi. Saat ini ia terdaftar sebagai anggota di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Orissa

Orissa Anggita, M.Psi.

Orissa Anggita, M.Psi., Psikolog

Kesenangan dan kepedulian Orissa pada dunia anak-anak semakin menguat setelah ia menjalani profesi psikolog dan menjadi ibu. Ia lulus cum laude dari program magister Psikologi UI dan punya berbagai pengalaman sebagai guru, dosen, fasilitator pelatihan, dan pembicara seminar dengan topik seputar pendidikan, perkembangan anak, dan pengasuhan. Orissa terlibat dalam pendirian Rumah Dandelion karena ia percaya bahwa anak dapat berkembang optimal bila mendapat stimulasi yang tepat, dan bila orang tua mau senantiasa aktif memperluas wawasan, mengasah keterampilan pengasuhan, dan mengubah pola perilakunya bila perlu.

Dokter Spesialis Anak

Agstreid

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A., Dokter Anak

dr. Dimple menempuh pendidikan kedokteran serta program spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Selain melakukan praktek di RSIA Bunda Menteng dan RS. Hermina Kemayoran, dr. Dimple juga membagikan informasi seputar kesehatan anak di media sosial lewat Instagram @happykids_id.

Binky

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A., Dokter Anak

dr. Putu merupakan dokter spesial anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya dengan pengalaman kerja di bidang kedokteran hampir 20 tahun. Sebelumnya ia juga pernah melakukan praktek di beberapa klinik anak. Pendidikan sarjana dan magisternya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Momen Pertama Moms & Dads Bersama Si Kecil Tumbuh Kembang Anak

Momen Pertama Moms & Dads Bersama Si Kecil

Usia 0 bulan
ASI merupakan sumber gizi utama bagi si kecil di masa awal kelahirannya. Maka dari itu, ia akan banyak menghabiskan waktunya untuk menyusu.

493

Pertambahan Berat dan Tinggi si Kecil di Bulan Pertamanya Tumbuh Kembang Anak

Pertambahan Berat dan Tinggi si Kecil di Bulan Pertamanya

Usia 1 bulan
Seiring bertambahnya usia, fisik si kecil akan semakin berkembang. Memasuki usia 1 bulan, tingginya akan bertambah 6-7 cm dan berat badannya akan bertambah 1-2 kg dibanding saat lahir.

429

Si Kecil Cepat Menyerap Stimulus dan Mulai Memberikan Reaksi Tumbuh Kembang Anak

Si Kecil Cepat Menyerap Stimulus dan Mulai Memberikan Reaksi

Usia 2 bulan
Memasuki usia 2 bulan, si kecil mulai pandai mengekspresikan perasaannya ketika merasa senang. Ia akan memberikan reaksi terhadap stimulus yang diterimanya.

477

Si Kecil Semakin Pandai Bergerak dan Merespons Stimulus Tumbuh Kembang Anak

Si Kecil Semakin Pandai Bergerak dan Merespons Stimulus

Usia 3 bulan
Memasuki bulan ketiga, kemampuan motorik kasar si kecil pun semakin berkembang seiring pertumbuhan badannya. Apabila ditelungkupkan, si kecil mulai bisa mengangkat kepalanya dengan tegak dan menahan badannya dengan lengan.

509