Perawatan Anak

Moms dan Dads, Ini 5 Jenis Imunisasi Dasar yang Wajib untuk Bayi

27 July 2018

Moms dan Dads, Ini 5 Jenis Imunisasi Dasar yang Wajib untuk Bayi

Bagikan Artikel ini

436844

Saat lahir ke dunia, bayi akan dibekali dengan daya tahan tubuh alami yang didapat dari ibunya. Akan tetapi, daya tahan ini tidak bertahan lama dan akan berkurang seiring dengan pertambahan usianya. Agar bayi tak mudah terserang penyakit menular dan berbahaya, maka bayi perlu mendapatkan imunisasi. Moms dan Dads perlu mengetahui pentingnya imunisasi dan berbagai jenis imunisasi yang wajib diberikan untuk bayi. Simak ulasan lengkapnya berikut ini yuk!

 

- Pentingnya Imunisasi bagi Bayi

Imunisasi merupakan sebuah langkah pencegahan penyakit yang sangat penting. Secara sederhana, imunisasi dapat didefinisikan sebagai proses memasukkan virus atau bakteri yang sudah dilemahkan atau dimatikan ke dalam tubuh. Tujuan dari imunisasi adalah untuk merangsang tubuh memproduksi antibodi yang berguna melawan virus atau bakteri yang bisa menyerang tubuh di kemudian hari. Ketika virus atau bakteri menyerang tubuh anak di masa depan, tubuh sudah mengenali jenis virus atau bakteri tersebut sehingga penyakit akan lebih mudah untuk disembuhkan.

 

- Jenis Imunisasi Wajib bagi Bayi

Berdasarkan skema yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jenis imunisasi dibagi ke dalam dua kategori, yakni imunisasi wajib dan imunisasi pilihan. Imunisasi wajib dibagi kembali menjadi tiga, yakni imunisasi rutin, tambahan, dan khusus. Sementara itu, imunisasi rutin dapat dibagi pula menjadi imunisasi dasar dan lanjutan.

Source: http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/10/03Buku-Ajar-Imunisasi-06-10-2015-small.pdf

Sumber: http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/10/03Buku-Ajar-Imunisasi-06-10-2015-small.pdf

 

Bagi bayi usia di bawah 1 tahun, terdapat lima imunisasi dasar lengkap yang harus Moms dan Dads penuhi sesuai dengan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2017, yakni:

 

1. Imunisasi Hepatitis B

Jenis imunisasi bayi pertama yang wajib didapatkan si kecil adalah imunisasi Hepatitis B. Idealnya, dosis pertama imunisasi hepatitis B harus diberikan saat usia bayi masih di bawah 12 jam untuk mencegah penularan virus Hepatitis B dari ibu ke anaknya. Setelah itu, Moms dan Dads tetap masih perlu memberikan imunisasi Hepatitis B dosis kedua, ketiga, dan keempat dengan jarak waktu 4 minggu dari dosis masing-masing.

 

2. Imunisasi BCG

Jenis imunisasi dasar yang wajib diberikan untuk bayi selanjutnya adalah imunisasi BCG. Imunisasi bayi ini dapat mencegah penyakit tuberkulosis yang bisa menyerang paru-paru dan selaput otak bayi. Vaksin BCG diberikan sebanyak 1 kali, yakni pada saat si kecil berusia 0-2 bulan.

 

3. Imunisasi Polio

Polio merupakan penyakit yang sangat berbahaya karena bisa menyebabkan bayi lumpuh dan cacat seumur hidup. Karena itu, pemberian jenis imunisasi polio oral wajib diberikan untuk bayi di bawah 1 tahun sebanyak 4 dosis dengan jangka waktu minimal 4 minggu. Sementara imunisasi polio suntik atau disebut juga sebagai IPV perlu diberikan minimal 1 kali dan biasa diberikan bersama dengan OPV yang ketiga.

 

4. Imunisasi DPT (Diptheria, Pertusis, dan Tetanus)

Diptheria, Pertusis, dan Tetanus merupakan penyakit yang bisa menyebabkan kematian bagi anak. Untuk mencegahnya, Moms dan Dads perlu memberikan imunisasi bayi DPT sebanyak 3 kali sebagai imunisasi dasar dan dilanjutkan dengan booster sebanyak 2 kali yaitu saat si kecil berusia 18 bulan dan 5 tahun. Setelah itu, dilanjutkan dengan booster yang hanya mengandung dosis kecil difteri dan tetanus yaitu Td atau dosis kecil difteri dan pertussis yaitu Tdap pada usia antara 10-12 tahun dan booster Td diberikan setiap 10 tahun.

 

Saat ini Moms dan Dads juga bisa memberikan Vaksin DPT-HB-HIB atau biasa disebut vaksin pentavalen karena mengandung 5 virus. Vaksin pentavalen merupakan vaksin gabungan dari vaksin DPT, vaksin Hepatitis B, dan Vaksin Hib. Ada juga jenis vaksin pentavalen yang mengandung vaksin DPT, IPV dan HiB dan jenis heksavalen yaitu mengandung 6 jenis virus yaitu DPT, IPV, HiB, dan Hepatitis B.  Vaksin pentavalen bisa mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus yang terkandung dalam vaksin tersebut. Jenis imunisasi pentavalen dapat Moms dan Dads berikan sebanyak 4 kali, yaitu pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan.

 

5. Imunisasi Campak

Campak merupakan penyakit yang bisa dengan mudah menyerang anak. Efek dari penyakit ini tidak akan terlalu parah jika menginfeksi anak yang sudah mendapatkan imunisasi sebelumnya. Tapi campak bisa berubah menjadi penyakit yang mematikan jika menyerang anak yang belum pernah diimunisasi. Karena itu, Moms dan Dads harus memastikan untuk memberikan imunisasi campak saat bayi berusia 9 bulan. Jenis imunisasi ini bisa diulang sebagai langkah penguatan saat anak berusia 15 bulan dan sebelum anak masuk dalam usia Sekolah Dasar (yaitu pada usia 5 tahun) dalam bentuk vaksin MMR/MR.

 

Nah, itu dia lima jenis imunisasi dasar yang wajib Moms dan Dads berikan untuk si kecil. Memberikan imunisasi secara lengkap dan tepat waktu sama dengan memberikan perlindungan seumur hidup untuk si kecil. Karena itu, jangan lupa untuk memperhatikan jadwal imunisasi bayi untuk anak-anak kita ya. Apabila ada yang terlupakan, segeralah melakukan imunisasi tersebut tanpa perlu mengulang dari awal.

 

Image source: http://www.essentialbaby.com.au

(Supervised by: dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.)

Bagikan Artikel ini

Rumah Dandelion

Agstreid

Agstried Elisabeth M.Psi.

Agstried Elisabeth M.Psi., Psikolog

Agstried adalah salah satu co-founder Rumah Dandelion. Sebagai seorang psikolog pendidikan, Agstried memiliki minat yang besar terhadap pola pengasuhan pada usia dini dan kaitannya terhadap keberhasilan anak di kehidupan. Pengalaman di bidang pendidikan usia dini sebagai psikolog asosiat di beberapa sekolah internasional, ditambah pengalaman mengajar sebagai dosen membuat Agstried menyadari pentingnya pola pengasuhan di awal kehidupan dewasa, sehingga ia semakin ingin terjun ke bidang pendidikan anak usia dini. Agstried berfokus pada isu-isu kematangan sekolah dan kaitannya dengan berbagai isu perilaku di sekolah

Binky

Binky Paramitha I., M.Psi.

Binky Paramitha I., M.Psi., Psikolog

Binky adalah seorang Psikolog Pendidikan yang menyelesaikan masa studinya di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Ia merupakan salah satu co-founder Rumah Dandelion. Selain itu, Binky juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Dunia pendidikan dan anak-anak adalah dua dunia yang sangat ia cintai. Baginya, pendidikan adalah hal penting dan perlu dialami oleh setiap orang, dan masa anak-anak adalah masa yang paling banyak mendapat paparan pendidikan, baik formal maupun informal. Walaupun sebenarnya, pendidikan dapat kita peroleh sepanjang hayat, dari siapa pun dan dari mana pun.

Nadya

Nadya Pramesrani, M.Psi.

Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog

Nadya merupakan psikolog klinik dewasa yang menyelesaikan studi profesinya di Universitas Indonesia. Ia telah berpraktik selama hampir 10 tahun dan banyak menangani kasus pernikahan, keluarga, persiapan menikah, dan kasus depresi serta gangguan emosi lainnya. Selain berpraktik, Nadya juga kerap menjadi narasumber untuk penulisan artikel di media-media digital dan mengisi acara talk show di televisi atau tanya jawab di radio. Dalam menangani kasus-kasus yang ada, Nadya kerap menggunakan prinsip-prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Solution Focused Brief Therapy. Ia juga memiliki memiliki latar belakang pendidikan untuk melakukan tes-tes psikologi terstandarisasi. Saat ini ia terdaftar sebagai anggota di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Orissa

Orissa Anggita, M.Psi.

Orissa Anggita, M.Psi., Psikolog

Kesenangan dan kepedulian Orissa pada dunia anak-anak semakin menguat setelah ia menjalani profesi psikolog dan menjadi ibu. Ia lulus cum laude dari program magister Psikologi UI dan punya berbagai pengalaman sebagai guru, dosen, fasilitator pelatihan, dan pembicara seminar dengan topik seputar pendidikan, perkembangan anak, dan pengasuhan. Orissa terlibat dalam pendirian Rumah Dandelion karena ia percaya bahwa anak dapat berkembang optimal bila mendapat stimulasi yang tepat, dan bila orang tua mau senantiasa aktif memperluas wawasan, mengasah keterampilan pengasuhan, dan mengubah pola perilakunya bila perlu.

Dokter Spesialis Anak

Agstreid

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A., Dokter Anak

dr. Dimple menempuh pendidikan kedokteran serta program spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Selain melakukan praktek di RSIA Bunda Menteng dan RS. Hermina Kemayoran, dr. Dimple juga membagikan informasi seputar kesehatan anak di media sosial lewat Instagram @happykids_id.

Binky

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A., Dokter Anak

dr. Putu merupakan dokter spesial anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya dengan pengalaman kerja di bidang kedokteran hampir 20 tahun. Sebelumnya ia juga pernah melakukan praktek di beberapa klinik anak. Pendidikan sarjana dan magisternya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Tayang Perdana di Indonesia, Shimajiro Movie Siap Menghibur Si Kecil Selama #DiRumahAja Berita Terbaru

Tayang Perdana di Indonesia, Shimajiro Movie Siap Menghibur Si Kecil Selama #DiRumahAja

Menemani Si Kecil selama #DiRumahAja Kodomo Challenge menghadirkan Shimajiro Movie yang siap menghibur dan memberikan petualangan bawah laut Shimajiro bersama teman-temannya di film Shimajiro dan Nyanyian Paus yang tayang perdana secara online di Indonesia melalui Loket Live, pada tanggal 24, 25, 31 Oktober, dan 1, 7, 8 November.

37

Komunikasi Yang Baik Antara Orang Tua dan Anak akan Mendorong Perkembangan Bahasa Language Development

Komunikasi Yang Baik Antara Orang Tua dan Anak akan Mendorong Perkembangan Bahasa

Perbedaan tingkat perkembangan kemampuan bahasa dan wicara anak usia 1-3 tahun bisa sangat besar, sehingga banyak orang tua yang khawatir anaknya “lambat bicara” atau ”kemampuan bahasanya rendah” dan sebagainya.

606

Kebiasaan Anak Mengoceh dan Mengapa Orang Tua Tidak Perlu Khawatir! Language Development

Kebiasaan Anak Mengoceh dan Mengapa Orang Tua Tidak Perlu Khawatir!

Di periode babbling, jika anak mengoceh sembari melihat langsung ke wajah orang tua, dan anak bereaksi pada saat orang tua memanggil, berarti tidak perlu khawatir!

274

Hubungan Antara Menunjuk dan Kemampuan Wicara dan Bagaimana Jika Anak Saya Jarang Menunjuk? Language Development

Hubungan Antara Menunjuk dan Kemampuan Wicara dan Bagaimana Jika Anak Saya Jarang Menunjuk?

Menunjuk merupakan gerakan yang dilakukan anak terhadap benda yang menarik perhatiannya atau yang diinginkannya, sehingga memiliki peran yang sangat penting dalam tumbuh-kembang anak.

316