Perawatan Anak

Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Memberi Susu Formula untuk si Kecil

27 July 2018

Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Memberi Susu Formula untuk si Kecil

Bagikan Artikel ini

69609

Sudah terbukti bahwa ASI merupakan sumber makanan yang paling tepat untuk bayi. Namun, ada beberapa kondisi yang membuat ibu tidak bisa memberikan ASI dan terpaksa harus memberikan susu formula bayi untuk anaknya. Sebelum mengganti ASI dengan susu formula, ada tiga hal yang perlu Moms dan Dads perhatikan agar kesehatan bayi tetap terjaga. Simak ulasan lengkapnya berikut ini yuk!

 

1. Kandungan Susu Formula Bayi

Sebelum memutuskan untuk memberi susu formula bayi, Moms dan Dads wajib mencari tahu kandungan apa yang terdapat dalam susu tersebut. Semua susu formula umumnya punya kandungan nutrisi utama yang sama, yakni karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Meski begitu, jenis dan sumber nutrisi yang digunakan dapat berbeda-beda. Misalnya, ada yang berbahan dasar susu sapi, susu kambing, atau susu kedelai. Selain itu, terdapat pula berbagai susu formula yang telah diformulasikan khusus untuk bayi prematur, anak alergi atau dengan risiko alergi, contohnya, susu bebas laktosa atau susu terhidrolisa. Untuk mendapatkan susu formula yang tepat, tidak ada salahnya jika Moms dan Dads berkonsultasi langsung kepada dokter spesialis anak.

 

2. Jumlah, Cara Pembuatan, dan Frekuensi Pemberian Susu

Tak hanya kandungan nutrisi, Moms dan Dads juga perlu memperhatikan jumlah, cara pembuatan, dan frekuensi pemberian susu formula bayi untuk si kecil. Tidak seperti ASI yang bisa diberikan sesering mungkin, Moms dan Dads sebaiknya memberikan susu formula dengan meningkatkan volumenya secara bertahap. Jumlah pemberian susu formula biasanya dihitung per kali minum atau per hari dan dibagi dengan frekuensi pemberian susu; yaitu 8-10 kali pemberian per hari untuk anak di bawah usia 6 bulan.

Saat usia si kecil masih dalam hitungan hari, Moms dan Dads bisa memberikan susu formula bayi sebanyak 45-90 ml setiap kali menyusui. Jumlah konsumsi susu formula bayi ini akan meningkat sebesar 20-30 ml setiap bulannya hingga mencapai 210-240 ml pada usia 6 bulan. Namun, Moms dan Dads tidak perlu terpaku dengan batasan ini karena kebutuhan bayi pastinya berbeda-beda, tergantung usia kelahiran, berat badan lahir, dan apakah terdapat penurunan berat badan setelah kelahiran.

Dalam sehari, umumnya bayi berusia di bawah 1 bulan bisa menyusu setiap 2-3 jam sekali. Peningkatan ini seiring dengan ukuran lambung yang juga turut berkembang. Jadwal memberikan susu formula ini perlu dijalankan dengan teratur. Jadi, jika si kecil tidur lebih lama saat berusia kurang dari 2 bulan, tak ada salahnya Moms dan Dads membangunkannya untuk memberikan susu formula.

Moms dan Dads perlu membaca kaleng susu sebelum memberikannya pada si kecil. Perhatikan merek, jenis, tanggal kadaluarsa, dan cara pengenceran susu. Terdapat beberapa susu dengan pengenceran 1 sendok dengan 30 ml air, tetapi ada juga yang dengan 60 ml air. Terdapat standar pembuatan susu formula untuk memastikan susu formula bersih yaitu, air yang digunakan harus didihkan terlebih dahulu, kemudian ditunggu sekitar 5-7 menit (hingga suhu mencapai 70 derajat), baru masukkan susu formula dengan sendok susu yang terdapat di dalam kaleng susu tersebut.

 

3. Kebersihan Botol

Kebersihan botol dan dot yang digunakan untuk membuat susu formula bayi juga menjadi hal yang sangat penting untuk Moms dan Dads perhatikan. Sebelum memberikannya untuk si kecil, Moms dan Dads harus memastikan botol susu dan dot sudah dicuci dan dikeringkan dengan benar. Pencucian botol susu dapat menggunakan air hangat dengan sabun, dan pastikan untuk menggunakan sikat kecil agar dapat menjangkau sisa susu yang ada di dalam dot. Untuk mensterilkan botol, Moms dan Dads dapat mencelupkan botol susu yang telah dicuci ke dalam air mendidih selama 5 menit untuk mematikan kuman yang membahayakan. Keringkan botol dan dot, lalu simpanlah di tempat bersih dan tertutup agar tidak terpapar kotoran kembali.

 

Itu tadi tiga hal yang perlu Moms dan Dads perhatikan ketika akan memberikan susu formula bayi untuk si kecil. Kandungan susu formula, frekuensi pemberian susu, dan kebersihan botol merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan agar tumbuh kembang dan kesehatan bayi tidak terganggu. Dengan pemilihan susu formula yang tepat, maka si kecil akan tumbuh menjadi bayi yang sehat dan ceria.

 

Image source: http://anytimesleepconsulting.com

(Supervised by: dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.)

Bagikan Artikel ini

Digital Free Trial Kit

Akses ke Ruang Edukasi Kodomo Challenge

Gratis Badge

Dapatkan Aktivitas Edukasi dan Video Edukasi yang dapat digunakan untuk menstimulus Si Kecil berkomunikasi, mengajarkan kebiasaan hidup, rasa percaya diri dan masih banyak lagi. Dapatkan secara GRATIS dan dapat diakses kapan saja. Daftar sekarang dan nikmati fasilitas FREE TRIAL dari Kodomo Challenge.

Daftar Sekarang

Rumah Dandelion

Agstreid

Agstried Elisabeth M.Psi.

Agstried Elisabeth M.Psi., Psikolog

Agstried adalah salah satu co-founder Rumah Dandelion. Sebagai seorang psikolog pendidikan, Agstried memiliki minat yang besar terhadap pola pengasuhan pada usia dini dan kaitannya terhadap keberhasilan anak di kehidupan. Pengalaman di bidang pendidikan usia dini sebagai psikolog asosiat di beberapa sekolah internasional, ditambah pengalaman mengajar sebagai dosen membuat Agstried menyadari pentingnya pola pengasuhan di awal kehidupan dewasa, sehingga ia semakin ingin terjun ke bidang pendidikan anak usia dini. Agstried berfokus pada isu-isu kematangan sekolah dan kaitannya dengan berbagai isu perilaku di sekolah

Binky

Binky Paramitha I., M.Psi.

Binky Paramitha I., M.Psi., Psikolog

Binky adalah seorang Psikolog Pendidikan yang menyelesaikan masa studinya di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Ia merupakan salah satu co-founder Rumah Dandelion. Selain itu, Binky juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Dunia pendidikan dan anak-anak adalah dua dunia yang sangat ia cintai. Baginya, pendidikan adalah hal penting dan perlu dialami oleh setiap orang, dan masa anak-anak adalah masa yang paling banyak mendapat paparan pendidikan, baik formal maupun informal. Walaupun sebenarnya, pendidikan dapat kita peroleh sepanjang hayat, dari siapa pun dan dari mana pun.

Nadya

Nadya Pramesrani, M.Psi.

Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog

Nadya merupakan psikolog klinik dewasa yang menyelesaikan studi profesinya di Universitas Indonesia. Ia telah berpraktik selama hampir 10 tahun dan banyak menangani kasus pernikahan, keluarga, persiapan menikah, dan kasus depresi serta gangguan emosi lainnya. Selain berpraktik, Nadya juga kerap menjadi narasumber untuk penulisan artikel di media-media digital dan mengisi acara talk show di televisi atau tanya jawab di radio. Dalam menangani kasus-kasus yang ada, Nadya kerap menggunakan prinsip-prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Solution Focused Brief Therapy. Ia juga memiliki memiliki latar belakang pendidikan untuk melakukan tes-tes psikologi terstandarisasi. Saat ini ia terdaftar sebagai anggota di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Orissa

Orissa Anggita, M.Psi.

Orissa Anggita, M.Psi., Psikolog

Kesenangan dan kepedulian Orissa pada dunia anak-anak semakin menguat setelah ia menjalani profesi psikolog dan menjadi ibu. Ia lulus cum laude dari program magister Psikologi UI dan punya berbagai pengalaman sebagai guru, dosen, fasilitator pelatihan, dan pembicara seminar dengan topik seputar pendidikan, perkembangan anak, dan pengasuhan. Orissa terlibat dalam pendirian Rumah Dandelion karena ia percaya bahwa anak dapat berkembang optimal bila mendapat stimulasi yang tepat, dan bila orang tua mau senantiasa aktif memperluas wawasan, mengasah keterampilan pengasuhan, dan mengubah pola perilakunya bila perlu.

Dokter Spesialis Anak

Agstreid

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A., Dokter Anak

dr. Dimple menempuh pendidikan kedokteran serta program spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Selain melakukan praktek di RSIA Bunda Menteng dan RS. Hermina Kemayoran, dr. Dimple juga membagikan informasi seputar kesehatan anak di media sosial lewat Instagram @happykids_id.

Binky

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A., Dokter Anak

dr. Putu merupakan dokter spesial anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya dengan pengalaman kerja di bidang kedokteran hampir 20 tahun. Sebelumnya ia juga pernah melakukan praktek di beberapa klinik anak. Pendidikan sarjana dan magisternya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Ternyata Memandikan Bayi Tidak Susah Lho, Intip Tipsnya Yuk! Perawatan Anak

Ternyata Memandikan Bayi Tidak Susah Lho, Intip Tipsnya Yuk!

Bagi orangtua baru, memandikan bayi mungkin cukup berat untuk dilakukan. Faktanya, kegiatan ini tidak susah selama Moms dan Dads mengikuti ketiga tips ini.

36010

Tak Perlu Ragu, Ini Dia Manfaat Pijat Bayi yang Perlu Moms dan Dads Tahu Perawatan Anak

Tak Perlu Ragu, Ini Dia Manfaat Pijat Bayi yang Perlu Moms dan Dads Tahu

Banyak orangtua khawatir untuk memberi pijatan kepada si kecil yang baru lahir. Padahal, pijat bayi justru memiliki banyak manfaat selama dilakukan dengan tepat.

1064

Anak Susah Makan? Begini Trik yang Bisa Orangtua Lakukan Perawatan Anak

Anak Susah Makan? Begini Trik yang Bisa Orangtua Lakukan

Sebagai orangtua, Moms dan Dads tentu ingin memastikan bahwa si kecil mendapat asupan gizi yang cukup. Namun, hal ini menjadi sulit ketika si kecil mulai susah makan. Lantas, bagaimana cara mengatasi anak susah makan?

1171

Agar Tak Jadi Momen Penuh Drama, Begini Tips Jitu Ajari Anak Sikat Gigi Sejak Dini Perawatan Anak

Agar Tak Jadi Momen Penuh Drama, Begini Tips Jitu Ajari Anak Sikat Gigi Sejak Dini

Momen si kecil belajar menyikat gigi sering kali penuh dengan "drama". Padahal, ada banyak cara agar kegiatan ini jadi menyenangkan.

14944