Perawatan Anak

6 Hal Seputar Pengasuhan Anak yang Kerap Membingungkan Orangtua

27 July 2018

6 Hal Seputar Pengasuhan Anak yang Kerap Membingungkan Orangtua

Bagikan Artikel ini

75137

Moms dan Dads pasti sering mendengar berbagai tips dan informasi seputar pengasuhan anak dan bayi, entah dari teman, orangtua, atau media sosial. Ternyata ada beberapa informasi seputar pengasuhan anak yang kerap menjadi kontroversi dan membingungkan Moms dan Dads. Agar tidak bingung lagi, simak dulu yuk pembahasan lengkapnya berikut ini.

 

1. Pemberian MPASI Dini

ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. Pada umur 6 bulan, kebutuhan nutrisi bayi tidak lagi bisa dicukupi hanya dengan ASI saja. Bayi paling lambat harus diberikan MPASI di umur 6 bulan. Apakah boleh memberikan MPASI sebelum usia 6 bulan? Siap atau tidaknya bayi makan ditentukan oleh 3 faktor: 1. kesiapan enzimatik, 2. kesiapan motorik, 3. kesiapan psikologis. Enzim pencernaan biasanya siap mengolah zat tepung dan protein di usia 4-6 bulan. Kesiapan motorik ditandai dengan tegaknya leher dan berkurangnya refleks melepeh. Kesiapan psikologis ditandai dengan minat bayi untuk ikut makan saat melihat orang di sekelilingnya makan. Sebelum usia 4 bulan, bayi belum siap untuk menerima MPASI. Pemberian MPASI sebelum usia 6 bulan sebaiknya berdasarkan hasil konsultasi dan diskusi dengan dokter.

 

2. Penggunaan Baby Walker

Saat si kecil sudah memasuki usia untuk belajar berjalan, banyak orangtua yang berusaha melatihnya dengan menggunakan baby walker. Namun, ternyata penggunaan baby walker untuk anak bayi ini sudah ditentang oleh The American Academy of Pediatrics sejak tahun 2005 lho. Baby walker dinilai berbahaya karena bisa membuat bayi terjatuh dan menghambat pertumbuhan motoriknya. Baby walker hanya memperkuat otot kaki bagian bawah, tapi tidak memperkuat otot kaki bagian atas sementara kemampuan berjalan yang baik memerlukan perkembangan seluruh otot pada kaki.

 

3. Penggunaan Gurita

Banyak orangtua yang menyarankan penggunaan gurita untuk membuat perut bayi rata dan tidak bodong. Bayi bernapas terutama menggunakan otot perut (pernapasan abdominal) dan organ-organ di perut bayi seperti hati sedang berkembang. Penggunaan gurita yang diikat kencang akan membuat bayi merasa tidak nyaman, sesak saat saat bernapas, bahkan bila terlalu ketat, justru bisa melukai kulit bayi. Beberapa alasan ini membuat penggunaan gurita untuk bayi baru lahir tidak lagi disarankan.

 

4. Penggunaan Bedong

Hampir sama seperti penggunaan gurita, seringkali banyak orangtua yang salah kaprah mengenai perawatan bayi dengan penggunaan bedong. Bayi yang dibedong memang biasanya merasa lebih nyaman dan hangat, sehingga mereka bisa tidur lebih lelap. Sedangkan bagi orangtua, bayi menjadi lebih mudah untuk digendong. Akan tetapi, pemakaian bedong sebaiknya tidak terlalu ketat. Penggunaan bedong yang terlalu ketat justru bisa berpengaruh buruk untuk perkembangan tulang si kecil. Gerakan bayi juga sangat terbatas sehingga membuatnya merasa tidak nyaman.

 

5. Menjemur Bayi

American Academy of Pediatrics menyarankan bayi di bawah usia 6 bulan tidak terkena sinar matahari langsung terutama di antara pukul 10-14 (puncak sinar UV). Pasalnya, kulit bayi rentan terkena luka bakar karena sinar matahari. Menjemur bayi di bawah matahari sebaiknya dilakukan selama 5-10 menit sebelum jam 8 pagi. Bayi juga harus memakai baju selama dijemur supaya tidak ada kontak langsung sinar matahari ke kulit.

 

6. Orangtua Tidak Boleh Memarahi Anak

Moms dan Dads mungkin pernah mendengar beberapa model pengasuhan anak yang melarang orangtua untuk memarahi anaknya. Memang, orangtua seharusnya tidak memarahi anak dengan membentak apalagi sampai memukul atau mencubitnya. Namun, bukan berarti Moms dan Dads tidak boleh melarang anak ketika melakukan hal yang buruk. Jika si kecil berlaku tak baik dengan teman bermainnya atau melakukan hal yang berbahaya untuk keselamatannya sendiri, Moms dan Dads harus mampu memberitahunya dengan tegas dan konsisten. Dengan cara ini, awalnya si kecil mungkin akan cranky, tapi akan lebih baik daripada membiarkannya tumbuh dengan kepribadian yang tidak baik.

 

Nah, itu tadi 6 hal seputar pengasuhan anak yang kerap membingungkan orang tua. Agar tidak melakukan kesalahan dalam pengasuhan anak usia dini, ada baiknya Moms dan Dads melakukan riset terlebih dahulu sebelum menuruti mitos-mitos yang sudah terlanjur beredar.

 

Sumber:

Yuliarti K. 2017. Apa yang perlu ibu ketahui tentang MPASI. Jakarta: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia.

 

Image source: http://mamiverse.com

(Supervised by: dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.)

Bagikan Artikel ini

Digital Free Trial Kit

Akses ke Ruang Edukasi Kodomo Challenge

Gratis Badge

Dapatkan Aktivitas Edukasi dan Video Edukasi yang dapat digunakan untuk menstimulus Si Kecil berkomunikasi, mengajarkan kebiasaan hidup, rasa percaya diri dan masih banyak lagi. Dapatkan secara GRATIS dan dapat diakses kapan saja. Daftar sekarang dan nikmati fasilitas FREE TRIAL dari Kodomo Challenge.

Daftar Sekarang

Rumah Dandelion

Agstreid

Agstried Elisabeth M.Psi.

Agstried Elisabeth M.Psi., Psikolog

Agstried adalah salah satu co-founder Rumah Dandelion. Sebagai seorang psikolog pendidikan, Agstried memiliki minat yang besar terhadap pola pengasuhan pada usia dini dan kaitannya terhadap keberhasilan anak di kehidupan. Pengalaman di bidang pendidikan usia dini sebagai psikolog asosiat di beberapa sekolah internasional, ditambah pengalaman mengajar sebagai dosen membuat Agstried menyadari pentingnya pola pengasuhan di awal kehidupan dewasa, sehingga ia semakin ingin terjun ke bidang pendidikan anak usia dini. Agstried berfokus pada isu-isu kematangan sekolah dan kaitannya dengan berbagai isu perilaku di sekolah

Binky

Binky Paramitha I., M.Psi.

Binky Paramitha I., M.Psi., Psikolog

Binky adalah seorang Psikolog Pendidikan yang menyelesaikan masa studinya di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Ia merupakan salah satu co-founder Rumah Dandelion. Selain itu, Binky juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Dunia pendidikan dan anak-anak adalah dua dunia yang sangat ia cintai. Baginya, pendidikan adalah hal penting dan perlu dialami oleh setiap orang, dan masa anak-anak adalah masa yang paling banyak mendapat paparan pendidikan, baik formal maupun informal. Walaupun sebenarnya, pendidikan dapat kita peroleh sepanjang hayat, dari siapa pun dan dari mana pun.

Nadya

Nadya Pramesrani, M.Psi.

Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog

Nadya merupakan psikolog klinik dewasa yang menyelesaikan studi profesinya di Universitas Indonesia. Ia telah berpraktik selama hampir 10 tahun dan banyak menangani kasus pernikahan, keluarga, persiapan menikah, dan kasus depresi serta gangguan emosi lainnya. Selain berpraktik, Nadya juga kerap menjadi narasumber untuk penulisan artikel di media-media digital dan mengisi acara talk show di televisi atau tanya jawab di radio. Dalam menangani kasus-kasus yang ada, Nadya kerap menggunakan prinsip-prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Solution Focused Brief Therapy. Ia juga memiliki memiliki latar belakang pendidikan untuk melakukan tes-tes psikologi terstandarisasi. Saat ini ia terdaftar sebagai anggota di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Orissa

Orissa Anggita, M.Psi.

Orissa Anggita, M.Psi., Psikolog

Kesenangan dan kepedulian Orissa pada dunia anak-anak semakin menguat setelah ia menjalani profesi psikolog dan menjadi ibu. Ia lulus cum laude dari program magister Psikologi UI dan punya berbagai pengalaman sebagai guru, dosen, fasilitator pelatihan, dan pembicara seminar dengan topik seputar pendidikan, perkembangan anak, dan pengasuhan. Orissa terlibat dalam pendirian Rumah Dandelion karena ia percaya bahwa anak dapat berkembang optimal bila mendapat stimulasi yang tepat, dan bila orang tua mau senantiasa aktif memperluas wawasan, mengasah keterampilan pengasuhan, dan mengubah pola perilakunya bila perlu.

Dokter Spesialis Anak

Agstreid

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A., Dokter Anak

dr. Dimple menempuh pendidikan kedokteran serta program spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Selain melakukan praktek di RSIA Bunda Menteng dan RS. Hermina Kemayoran, dr. Dimple juga membagikan informasi seputar kesehatan anak di media sosial lewat Instagram @happykids_id.

Binky

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A., Dokter Anak

dr. Putu merupakan dokter spesial anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya dengan pengalaman kerja di bidang kedokteran hampir 20 tahun. Sebelumnya ia juga pernah melakukan praktek di beberapa klinik anak. Pendidikan sarjana dan magisternya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Speech Delay, Kenali dan Stimulasi dengan Cara Ini! Komunikasi

Speech Delay, Kenali dan Stimulasi dengan Cara Ini!

Si kecil tidak mau berbicara di usianya yang sudah dua tahun. Dia tidak mau menjawab saat ditanya. Orang-orang di sekitar mulai memperbincangkannya. Duh, panik dan bingung rasanya, ya?

41

Perhatikan 6 Peran Orang Tua Ini untuk Mengembangkan Kebiasaan Baik pada Anak Usia Dini Perawatan Anak

Perhatikan 6 Peran Orang Tua Ini untuk Mengembangkan Kebiasaan Baik pada Anak Usia Dini

Pernah melihat anak dengan  sikap luar biasa? Meski masih kecil mereka mau berbagi kepada orang di sekelilingnya dan selalu mempunyai inisitif  untuk menolong. Tutur bahasanya santun dan tidak pernah malu berinteraksi. Wah, bangga sekali mempunyai anak dengan sifat penuh empati?

225

Ini 5 Jenis Permainan Anak yang Harus Diperhatikan untuk Tumbuh Kembang Optimal Ide Permainan

Ini 5 Jenis Permainan Anak yang Harus Diperhatikan untuk Tumbuh Kembang Optimal

Moms and Dads, bermain adalah dunia anak-anak. Hampir seluruh waktu bangunnya dilakukan untuk hal tersebut. Namun, kegiatan main bukan sekadar bersenang-senang, lho!

368

Ini Dia 5 Manfaat Mengenali Tahapan Perkembangan Pada Anak Usia Dini Perawatan Anak

Ini Dia 5 Manfaat Mengenali Tahapan Perkembangan Pada Anak Usia Dini

Moms and Dads, siapa sih yang tidak mau anaknya bertumbuh dan berkembang secara optimal? Anak pintar, orang tua sering menyebutnya. Banyak aspek yang harus diperhatikan agar anak menjadi demikian, seperti motorik, sosial emosional, kognitif, dan bahasa.

736