Tumbuh Kembang Anak

Yuk Kenali Tahapan Perkembangan Emosional Anak!

Yuk Kenali Tahapan Perkembangan Emosional Anak!

Bagikan Artikel ini

34912

Bingung mengapa perilaku anak mudah berubah-ubah? Perilaku anak sangat dipengaruhi oleh emosinya dan seiring pertumbuhannya, aspek perkembangan emosionalnya juga akan semakin kompleks dan dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Maka dari itu, penting sekali untuk Moms dan Dads memahami seperti apa tahapan perkembangan emosional anak agar dapat membantunya mengelola emosi dengan baik. Yuk kita simak!


  1. Saat Usia Bayi 0 Tahun

Pada fase bayi, si kecil masih banyak mengandalkan insting. Emosi pertama yang ia rasakan adalah rasa aman. Si kecil sudah bisa merasakan perlakuan yang aman dari lingkungannya seperti digendong dan diberikan ASI oleh si Ibu. Selain itu, seiring bertambahnya usia si kecil yang memiliki perasaan aman dan nyaman akan lebih mudah melakukan interaksi dengan orang-orang di sekitarnya sehingga ia akan memberikan respons tersenyum saat diajak berbicara.


  1. Saat Usia Bayi 1-2 Tahun

Saat memasuki usia 1 hingga 2 tahun, si kecil semakin jago mengekspresikan emosinya dengan marah, ketakutan, senang, dan menangis. Si kecil belum terlalu mampu mengekspresikan emosinya melalui kata-kata, sehingga pada tahapan ini, ia akan mudah gelisah dan menangis saat keinginannya tidak dipahami dan dipenuhi oleh orang lain. Tak heran kalau ia pun cenderung terlihat semakin manja dengan orang-orang yang sering bertemu dengannya setiap hari.



  1. Saat Usia 3 Tahun

Memasuki usia ini, si kecil sudah mulai aktif untuk beradaptasi seperti menjalin pertemanan dengan anak seusianya. Ia sudah memiliki rasa toleransi dengan orang lain dan dapat merasakan apa yang orang lain rasakan. Di tahap ini, pengendalian dirinya pun semakin baik, bahkan ia sudah mampu mengambil keputusan sendiri dan lebih inisiatif.


  1. Saat Usia 4 Tahun

Di usianya yang keempat, si kecil terlihat semakin ingin bermain lebih bebas dengan teman-teman sepermainannya dan juga berinteraksi dengan lingkungannya. Si kecil sudah semakin memahami apakah ia diterima dengan baik atau diabaikan di lingkungannya.

Sebagai contoh, jika ia diterima dengan baik oleh teman-temannya, maka ia akan mampu mengungkapkan pendapat dan isi imajinasinya di depan teman-temannya. Si kecil juga mampu menjadi leader dalam permainan. Sebaliknya, jika ia diabaikan dalam kelompoknya, maka ia akan semakin tertutup dan tidak mampu mengekspresikan diri dan mengeluarkan pendapatnya. Di fase ini orangtua bisa lebih banyak mengarahkan anak untuk dapat mengungkapkan perasaannya secara verbal (misalnya, “aku senang karena tadi temanku membagikan kuenya” atau “aku sebal karena temanku ambil mainanku”).


  1. Saat Usia 5-6 Tahun

Saat menginjak usia 5-6 tahun, perkembangan emosi anak semakin terbentuk, tapi di saat yang sama juga terlihat semakin sering berubah-ubah—sebentar senang, lalu sebentar sedih. Di fase inipun, keterampilan anak semakin terasah dengan baik, sehingga sudah muncul rasa bangga dan kecewa saat ia mampu dan tidak mampu melakukan sesuatu. Sebagai contoh, saat ia mampu melakukan sesuatu yang membuat orang lain kagum padanya, akan muncul rasa bangga karena berhasil. Namun, jika anak tak mampu melakukan sesuatu di depan orang lain, maka akan timbul rasa rendah diri di dalam dirinya sehingga ia akan terlihat sedih. Di tahap usia perkembangan emosional anak usia dini inilah, Moms dan Dads harus lebih perlu lebih mengajarkan anak untuk menghargai proses, bukan hanya hasil yang diperoleh.

 

Nah, inilah tahapan perkembangan emosional anak usia dini yang harus diketahui para orangtua. Bila perkembangan emosional anak berjalan dengan baik, maka ia akan mudah diterima di lingkungannya, dan di sinilah pentingnya peran orangtua untuk membimbing anak saat masa-masa ini. Sudah sampai manakah tahapan emosional anak Moms dan Dads?

 

Image source: https://m.dailyhunt.in

(Supervised by: Rumah Dandelion)

 

Bagikan Artikel ini

Akses ke Konten Edukasi Kodomo Challenge

Gratis Badge

Dapatkan Aktivitas Edukasi dan Video Edukasi yang dapat digunakan untuk menstimulus Si Kecil berkomunikasi, mengajarkan kebiasaan hidup, rasa percaya diri dan masih banyak lagi. Dapatkan secara GRATIS dan dapat diakses kapan saja. Daftar sekarang dan nikmati fasilitas FREE TRIAL dari Kodomo Challenge.

Free Trial Permainan

Rumah Dandelion

Agstreid

Agstried Elisabeth M.Psi.

Agstried Elisabeth M.Psi., Psikolog

Agstried adalah salah satu co-founder Rumah Dandelion. Sebagai seorang psikolog pendidikan, Agstried memiliki minat yang besar terhadap pola pengasuhan pada usia dini dan kaitannya terhadap keberhasilan anak di kehidupan. Pengalaman di bidang pendidikan usia dini sebagai psikolog asosiat di beberapa sekolah internasional, ditambah pengalaman mengajar sebagai dosen membuat Agstried menyadari pentingnya pola pengasuhan di awal kehidupan dewasa, sehingga ia semakin ingin terjun ke bidang pendidikan anak usia dini. Agstried berfokus pada isu-isu kematangan sekolah dan kaitannya dengan berbagai isu perilaku di sekolah

Binky

Binky Paramitha I., M.Psi.

Binky Paramitha I., M.Psi., Psikolog

Binky adalah seorang Psikolog Pendidikan yang menyelesaikan masa studinya di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Ia merupakan salah satu co-founder Rumah Dandelion. Selain itu, Binky juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Dunia pendidikan dan anak-anak adalah dua dunia yang sangat ia cintai. Baginya, pendidikan adalah hal penting dan perlu dialami oleh setiap orang, dan masa anak-anak adalah masa yang paling banyak mendapat paparan pendidikan, baik formal maupun informal. Walaupun sebenarnya, pendidikan dapat kita peroleh sepanjang hayat, dari siapa pun dan dari mana pun.

Nadya

Nadya Pramesrani, M.Psi.

Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog

Nadya merupakan psikolog klinik dewasa yang menyelesaikan studi profesinya di Universitas Indonesia. Ia telah berpraktik selama hampir 10 tahun dan banyak menangani kasus pernikahan, keluarga, persiapan menikah, dan kasus depresi serta gangguan emosi lainnya. Selain berpraktik, Nadya juga kerap menjadi narasumber untuk penulisan artikel di media-media digital dan mengisi acara talk show di televisi atau tanya jawab di radio. Dalam menangani kasus-kasus yang ada, Nadya kerap menggunakan prinsip-prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Solution Focused Brief Therapy. Ia juga memiliki memiliki latar belakang pendidikan untuk melakukan tes-tes psikologi terstandarisasi. Saat ini ia terdaftar sebagai anggota di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Orissa

Orissa Anggita, M.Psi.

Orissa Anggita, M.Psi., Psikolog

Kesenangan dan kepedulian Orissa pada dunia anak-anak semakin menguat setelah ia menjalani profesi psikolog dan menjadi ibu. Ia lulus cum laude dari program magister Psikologi UI dan punya berbagai pengalaman sebagai guru, dosen, fasilitator pelatihan, dan pembicara seminar dengan topik seputar pendidikan, perkembangan anak, dan pengasuhan. Orissa terlibat dalam pendirian Rumah Dandelion karena ia percaya bahwa anak dapat berkembang optimal bila mendapat stimulasi yang tepat, dan bila orang tua mau senantiasa aktif memperluas wawasan, mengasah keterampilan pengasuhan, dan mengubah pola perilakunya bila perlu.

Dokter Spesialis Anak

Agstreid

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A., Dokter Anak

dr. Dimple menempuh pendidikan kedokteran serta program spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Selain melakukan praktek di RSIA Bunda Menteng dan RS. Hermina Kemayoran, dr. Dimple juga membagikan informasi seputar kesehatan anak di media sosial lewat Instagram @happykids_id.

Binky

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A., Dokter Anak

dr. Putu merupakan dokter spesial anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya dengan pengalaman kerja di bidang kedokteran hampir 20 tahun. Sebelumnya ia juga pernah melakukan praktek di beberapa klinik anak. Pendidikan sarjana dan magisternya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Momen Pertama Moms & Dads Bersama Si Kecil Tumbuh Kembang Anak

Momen Pertama Moms & Dads Bersama Si Kecil

Usia 0 bulan
ASI merupakan sumber gizi utama bagi si kecil di masa awal kelahirannya. Maka dari itu, ia akan banyak menghabiskan waktunya untuk menyusu.

575

Pertambahan Berat dan Tinggi si Kecil di Bulan Pertamanya Tumbuh Kembang Anak

Pertambahan Berat dan Tinggi si Kecil di Bulan Pertamanya

Usia 1 bulan
Seiring bertambahnya usia, fisik si kecil akan semakin berkembang. Memasuki usia 1 bulan, tingginya akan bertambah 6-7 cm dan berat badannya akan bertambah 1-2 kg dibanding saat lahir.

510

Si Kecil Cepat Menyerap Stimulus dan Mulai Memberikan Reaksi Tumbuh Kembang Anak

Si Kecil Cepat Menyerap Stimulus dan Mulai Memberikan Reaksi

Usia 2 bulan
Memasuki usia 2 bulan, si kecil mulai pandai mengekspresikan perasaannya ketika merasa senang. Ia akan memberikan reaksi terhadap stimulus yang diterimanya.

548

Si Kecil Semakin Pandai Bergerak dan Merespons Stimulus Tumbuh Kembang Anak

Si Kecil Semakin Pandai Bergerak dan Merespons Stimulus

Usia 3 bulan
Memasuki bulan ketiga, kemampuan motorik kasar si kecil pun semakin berkembang seiring pertumbuhan badannya. Apabila ditelungkupkan, si kecil mulai bisa mengangkat kepalanya dengan tegak dan menahan badannya dengan lengan.

590