Komunikasi

Apa Itu Tantrum dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Apa Itu Tantrum dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Bagikan Artikel ini

16029

Hidup sebagai orangtua merupakan pengalaman yang seru dan penuh dinamika. Saat anak bertingkah lucu, Moms dan Dads pasti merasa gemas dan tidak ingin melewatkan momen tersebut. Namun ketika anak tantrum, Moms dan Dads mungkin akan merasa lelah dan ingin segera mengambil time out sejenak. Sebenarnya apa itu tantrum dan bagaimana cara mengatasi anak tantrum? Simak ulasannya yuk!

 

PENGERTIAN TANTRUM

Bagi orangtua baru, tantrum mungkin masih menjadi istilah yang asing. Secara sederhana, tantrum dapat dijelaskan sebagai suatu keadaan ketika anak marah secara berlebihan. Saat anak tantrum, mereka akan mengamuk dengan menangis, berteriak, hingga membanting berbagai benda yang ada di sekitarnya.

 

Penyebab utama tantrum pada anak adalah ketika si kecil menginginkan sesuatu, tapi tidak dapat mengungkapkannya. Kemampuan bahasa yang masih terbatas seringkali membuat orangtua sulit memahami keinginan si kecil. Saat itulah, tantrum menjadi bentuk ekspresi atas rasa frustasi dan kesal karena tidak mendapatkan apa yang diinginkannya.

 

CARA MENGATASI ANAK TANTRUM

Tantrum pada anak tidak bisa dibiarkan terjadi terus menerus. Selain bisa mengganggu orang lain, tantrum juga bisa menjadi kebiasaan yang tidak baik bagi anak. Ketika Moms dan Dads selalu memberikan apa yang si kecil inginkan saat tantrum, maka ia akan mengulangi cara tersebut untuk mendapatkan apa yang ia inginkan di kemudian hari. Ada beberapa hal yang bisa Moms dan Dads lakukan untuk menghadapi anak tantrum.

 

1. Hadapi dengan tenang

Hal pertama yang perlu Moms dan Dads lakukan untuk menghadapi anak tantrum adalah dengan bersikap tenang. Jika Moms dan Dads merasa panik, biasanya tangisan si kecil justru makin menjadi-jadi. Bukan hanya itu, rasa panik yang mendera saat anak tantrum juga bisa membuat keputusan yang Moms dan Dads ambil menjadi kurang bijaksana. Jika Moms dan Dads mulai merasa kehabisan kesabaran, pergi menjauh sebentar untuk menenangkan diri sebelum menghadapinya kembali.

 

2. Beri si kecil ruang

Ketika sedang merasa kesal, anak perlu meluapkan seluruh perasaannya terlebih dahulu agar bisa kembali tenang. Karena itu, sebaiknya Moms dan Dads memberi si kecil kesempatan untuk meluapkan seluruh emosinya. Ketika berada di tempat umum, bawa si kecil ke tempat yang lebih sepi agar tangisannya tak mengganggu orang lain. Setelah anak tantrum mulai merasa tenang, Moms dan Dads bisa memeluk sambil mengajaknya berbicara. Bentuk suasana menjadi positif dan tunjukkan empati agar si kecil tahu jika Moms dan Dads akan selalu ada ketika ia membutuhkannya.

 

3. Jangan langsung turuti keinginannya

Banyak orangtua yang memilih untuk langsung memberikan apa yang anaknya mau untuk meredam tantrum. Padahal, ketika si kecil mengamuk dan orangtua langsung menuruti keinginannya, maka ia akan melakukan hal itu lagi dan lagi, untuk mendapatkan apa yang ia inginkan di kemudian hari. Sebaiknya setelah tantrum mereda, berikan pengertian pada anak apa penyebab ia tidak bisa mendapatkan keinginannya. Apabila memungkinkan, ajaklah anak berdiskusi cara terbaik untuk mengatasi anak tantrum versinya sendiri.

 

Tantrum pada anak memang bisa terjadi berkali-kali. Namun, jika Moms dan Dads bisa mengatasi anak tantrum dengan tenang, maka perlahan-lahan kebiasaan ini akan hilang seiring dengan pertambahan usia si kecil.

 

Image source: https://www.activekids.com

 

(Supervised by: Rumah Dandelion)

Bagikan Artikel ini

Akses ke Konten Edukasi Kodomo Challenge

Gratis Badge

Dapatkan Aktivitas Edukasi dan Video Edukasi yang dapat digunakan untuk menstimulus Si Kecil berkomunikasi, mengajarkan kebiasaan hidup, rasa percaya diri dan masih banyak lagi. Dapatkan secara GRATIS dan dapat diakses kapan saja. Daftar sekarang dan nikmati fasilitas FREE TRIAL dari Kodomo Challenge.

Free Trial Permainan

Rumah Dandelion

Agstreid

Agstried Elisabeth M.Psi.

Agstried Elisabeth M.Psi., Psikolog

Agstried adalah salah satu co-founder Rumah Dandelion. Sebagai seorang psikolog pendidikan, Agstried memiliki minat yang besar terhadap pola pengasuhan pada usia dini dan kaitannya terhadap keberhasilan anak di kehidupan. Pengalaman di bidang pendidikan usia dini sebagai psikolog asosiat di beberapa sekolah internasional, ditambah pengalaman mengajar sebagai dosen membuat Agstried menyadari pentingnya pola pengasuhan di awal kehidupan dewasa, sehingga ia semakin ingin terjun ke bidang pendidikan anak usia dini. Agstried berfokus pada isu-isu kematangan sekolah dan kaitannya dengan berbagai isu perilaku di sekolah

Binky

Binky Paramitha I., M.Psi.

Binky Paramitha I., M.Psi., Psikolog

Binky adalah seorang Psikolog Pendidikan yang menyelesaikan masa studinya di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Ia merupakan salah satu co-founder Rumah Dandelion. Selain itu, Binky juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Dunia pendidikan dan anak-anak adalah dua dunia yang sangat ia cintai. Baginya, pendidikan adalah hal penting dan perlu dialami oleh setiap orang, dan masa anak-anak adalah masa yang paling banyak mendapat paparan pendidikan, baik formal maupun informal. Walaupun sebenarnya, pendidikan dapat kita peroleh sepanjang hayat, dari siapa pun dan dari mana pun.

Nadya

Nadya Pramesrani, M.Psi.

Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog

Nadya merupakan psikolog klinik dewasa yang menyelesaikan studi profesinya di Universitas Indonesia. Ia telah berpraktik selama hampir 10 tahun dan banyak menangani kasus pernikahan, keluarga, persiapan menikah, dan kasus depresi serta gangguan emosi lainnya. Selain berpraktik, Nadya juga kerap menjadi narasumber untuk penulisan artikel di media-media digital dan mengisi acara talk show di televisi atau tanya jawab di radio. Dalam menangani kasus-kasus yang ada, Nadya kerap menggunakan prinsip-prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Solution Focused Brief Therapy. Ia juga memiliki memiliki latar belakang pendidikan untuk melakukan tes-tes psikologi terstandarisasi. Saat ini ia terdaftar sebagai anggota di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Orissa

Orissa Anggita, M.Psi.

Orissa Anggita, M.Psi., Psikolog

Kesenangan dan kepedulian Orissa pada dunia anak-anak semakin menguat setelah ia menjalani profesi psikolog dan menjadi ibu. Ia lulus cum laude dari program magister Psikologi UI dan punya berbagai pengalaman sebagai guru, dosen, fasilitator pelatihan, dan pembicara seminar dengan topik seputar pendidikan, perkembangan anak, dan pengasuhan. Orissa terlibat dalam pendirian Rumah Dandelion karena ia percaya bahwa anak dapat berkembang optimal bila mendapat stimulasi yang tepat, dan bila orang tua mau senantiasa aktif memperluas wawasan, mengasah keterampilan pengasuhan, dan mengubah pola perilakunya bila perlu.

Dokter Spesialis Anak

Agstreid

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A., Dokter Anak

dr. Dimple menempuh pendidikan kedokteran serta program spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Selain melakukan praktek di RSIA Bunda Menteng dan RS. Hermina Kemayoran, dr. Dimple juga membagikan informasi seputar kesehatan anak di media sosial lewat Instagram @happykids_id.

Binky

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A., Dokter Anak

dr. Putu merupakan dokter spesial anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya dengan pengalaman kerja di bidang kedokteran hampir 20 tahun. Sebelumnya ia juga pernah melakukan praktek di beberapa klinik anak. Pendidikan sarjana dan magisternya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Berkomunikasi dengan si Kecil Lewat Suara dan Sentuhan Komunikasi

Berkomunikasi dengan si Kecil Lewat Suara dan Sentuhan

Usia 0 bulan
Berkomunikasi dengan si kecil yang baru lahir dapat dilakukan lewat suara atau sentuhan. Sentuhan dan suara yang lembut adalah langkah awal untuk membangun hubungan antara orangtua dengan si kecil.

426

Berikan Stimulasi untuk Penglihatan dan Kepekaan si Kecil terhadap Sentuhan Komunikasi

Berikan Stimulasi untuk Penglihatan dan Kepekaan si Kecil terhadap Sentuhan

Usia 1 bulan
Di awal kelahirannya, penting bagi Moms dan Dads untuk selalu memberikan stimulasi dan sentuhan pada si kecil. Ia akan sangat bergairah saat Moms dan Dads memberikan stimulasi pada penglihatan dan sentuhan pada tubuhnya.

635

Melatih Respons si Kecil Melalui Permainan Komunikasi

Melatih Respons si Kecil Melalui Permainan

Usia 3 bulan
Saat berinteraksi melalui permainan, Moms maupun Dads dan si kecil akan saling mengenal satu sama lain dan dapat bermain dengan ekspresif. Beberapa permainan ini bahkan dapat melatih respons si kecil.

500

Buat si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini Komunikasi

Buat si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini

Usia 2 bulan
Pada masa ini, si kecil akan menganggap bahwa bermain dengan menggerakan tangan dan kaki itu menyenangkan. Moms dan Dads bisa membuatnya lebih aktif lagi dengan permainan ini.

 

3853