Komunikasi

Cari Tahu Yuk, Ini Dia 6 Tipe Pola Asuh Anak dan Penjelasan Lengkapnya!

21 May 2018

Cari Tahu Yuk, Ini Dia 6 Tipe Pola Asuh Anak dan Penjelasan Lengkapnya!

Bagikan Artikel ini

590114

Tahukah Moms dan Dads, bahwa ada banyak cara pengasuhan anak yang dilakukan oleh orangtua lain? Mungkin Moms dan Dads melihat jika pola asuh yang digunakan orang lain berbeda atau tidak sesuai dengan cara yang biasa Moms dan Dads lakukan pada si kecil. Pola pengasuhan anak oleh masing-masing orangtua memang berbeda. Agar Moms dan Dads bisa mengetahui dan menentukan cara pengasuhan anak yang sesuai, cari tahu dulu 6 tipe pola asuh berikut ini!

 

1. Otoriter

Cara pengasuhan anak yang pertama adalah dengan pola otoriter. Sesuai dengan namanya, pola pengasuhan ini memang bersifat keras dan kaku. Orangtua seringkali memaksa anak untuk menuruti berbagai peraturan yang dibuat. Jika anak tidak patuh, maka akan ada hukuman yang diterimanya. Di satu sisi, pola asuh ini memang bisa membuat anak menjadi lebih mandiri dan disiplin. Namun, di sisi lain anak yang besar dengan cara pengasuhan ini biasanya tidak bahagia, tertekan, dan sering kali memiliki hubungan yang tidak hangat dengan orangtuanya sendiri.

 

2. Demokratis

Berbeda dengan pola asuh otoriter, dalam pengasuhan anak demokratis, orangtua cenderung memberi anak kebebasan untuk mengemukakan pendapatnya. Dalam cara pengasuhan anak ini, orangtua tetap tegas mengajarkan berbagai peraturan. Bedanya, anak akan diberikan penjelasan mengapa ia harus menuruti peraturan tersebut. Jika anak tidak setuju dengan peraturan yang dibuat, maka anak juga bisa memberi usul dan berdiskusi untuk mencari solusinya. Pola pengasuhan ini membuat anak lebih berani untuk mengemukakan pendapat di muka umum. Selain itu, anak juga akan lebih terbuka menerima perbedaan di lingkungannya.

 

3. Temporizer

Temporizer merupakan sebuah cara pengasuhan anak yang tidak konsisten. Orangtua dengan pola pengasuhan ini dapat membuat anak menjadi bingung karena peraturan yang berubah-ubah. Orangtua dengan pola peraturan ini biasanya bisa bersifat lunak pada satu kesempatan ketika anak melakukan kesalahan, tapi pada kesempatan lain bisa juga menjadi sangat keras ketika anak melakukan kesalahan yang sama. Dengan pola pengasuhan ini, anak akan terbawa dengan sifat tidak konsisten orangtuanya. Akibatnya, anak kesulitan memahami apakah tindakannya diinginkan atau tidak, sehingga mereka menjadi semakin tidak disiplin.

 

4. Appeasers

Pola pengasuhan appeasers dikenal juga dengan pola pengasuhan yang overprotective. Orangtua dengan pola asuh ini akan merasa khawatir secara berlebihan ketika anaknya bergaul dengan anak lain, melakukan kegiatan di luar rumah, atau dekat dengan orang asing. Tipe orangtua ini juga umumnya selalu mendampingi anaknya bepergian ke mana pun, bahkan ketika anak sudah menginjak usia dewasa. Akibatnya, anak dapat tumbuh menjadi orang dewasa yang sulit mengambil keputusan dan berinisiatif. Selain itu, pada beberapa anak muncul perasaan tertekan dan justru berusaha untuk menentang semua peraturan yang diberikan orangtuanya.

 

5. Permisif

Pola pengasuhan orang tua yang selanjutnya adalah pola pengasuhan permisif. Pola asuh ini memberikan kebebasan pada anak tanpa memberikan kontrol sama sekali. Sering kali, orangtua dengan pola pengasuhan ini beralasan untuk enggan mengekang dan membuat anaknya tertekan. Namun, dengan kontrol yang sangat rendah anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang sulit diatur. Bahkan tak jarang, anak akan lebih sering mengambil keputusan dibanding orangtuanya.

 

6. Otoritatif

Berbeda dengan pola pengasuhan permisif, dalam cara pengasuhan anak otoritatif, orangtua akan memberi kebebasan namun tetap dengan kontrol yang tepat pada anak. Orangtua tetap membangun disiplin melalui struktur dan aturan yang konsisten namun tidak dengan kekerasan. Dengan pola pengasuhan ini, anak dapat berkreasi dan mengeksplorasi berbagai hal sesuai minatnya. Akan tetapi, ketika anak melakukan kesalahan, orangtua tetap ada untuk mengingatkannya. Dengan cara pengasuhan ini, anak akan tumbuh jadi pribadi yang kreatif, cerdas, dan terbuka pada orangtuanya.

 

Nah, itu dia 6 tipe pola asuh yang sering dilakukan oleh para orangtua kepada anaknya. Kira-kira pola asuh mana yang saat ini sedang Moms dan Dads terapkan? Agar tidak membebani si kecil, sebaiknya Moms dan Dads memilih pola asuh yang paling sesuai dengan karakter anak.

 

Image source: https://www.raisingarizonakids.com

(Supervised by: Rumah Dandelion)

Bagikan Artikel ini

Rumah Dandelion

Agstreid

Agstried Elisabeth M.Psi.

Agstried Elisabeth M.Psi., Psikolog

Agstried adalah salah satu co-founder Rumah Dandelion. Sebagai seorang psikolog pendidikan, Agstried memiliki minat yang besar terhadap pola pengasuhan pada usia dini dan kaitannya terhadap keberhasilan anak di kehidupan. Pengalaman di bidang pendidikan usia dini sebagai psikolog asosiat di beberapa sekolah internasional, ditambah pengalaman mengajar sebagai dosen membuat Agstried menyadari pentingnya pola pengasuhan di awal kehidupan dewasa, sehingga ia semakin ingin terjun ke bidang pendidikan anak usia dini. Agstried berfokus pada isu-isu kematangan sekolah dan kaitannya dengan berbagai isu perilaku di sekolah

Binky

Binky Paramitha I., M.Psi.

Binky Paramitha I., M.Psi., Psikolog

Binky adalah seorang Psikolog Pendidikan yang menyelesaikan masa studinya di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Ia merupakan salah satu co-founder Rumah Dandelion. Selain itu, Binky juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Dunia pendidikan dan anak-anak adalah dua dunia yang sangat ia cintai. Baginya, pendidikan adalah hal penting dan perlu dialami oleh setiap orang, dan masa anak-anak adalah masa yang paling banyak mendapat paparan pendidikan, baik formal maupun informal. Walaupun sebenarnya, pendidikan dapat kita peroleh sepanjang hayat, dari siapa pun dan dari mana pun.

Nadya

Nadya Pramesrani, M.Psi.

Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog

Nadya merupakan psikolog klinik dewasa yang menyelesaikan studi profesinya di Universitas Indonesia. Ia telah berpraktik selama hampir 10 tahun dan banyak menangani kasus pernikahan, keluarga, persiapan menikah, dan kasus depresi serta gangguan emosi lainnya. Selain berpraktik, Nadya juga kerap menjadi narasumber untuk penulisan artikel di media-media digital dan mengisi acara talk show di televisi atau tanya jawab di radio. Dalam menangani kasus-kasus yang ada, Nadya kerap menggunakan prinsip-prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Solution Focused Brief Therapy. Ia juga memiliki memiliki latar belakang pendidikan untuk melakukan tes-tes psikologi terstandarisasi. Saat ini ia terdaftar sebagai anggota di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Orissa

Orissa Anggita, M.Psi.

Orissa Anggita, M.Psi., Psikolog

Kesenangan dan kepedulian Orissa pada dunia anak-anak semakin menguat setelah ia menjalani profesi psikolog dan menjadi ibu. Ia lulus cum laude dari program magister Psikologi UI dan punya berbagai pengalaman sebagai guru, dosen, fasilitator pelatihan, dan pembicara seminar dengan topik seputar pendidikan, perkembangan anak, dan pengasuhan. Orissa terlibat dalam pendirian Rumah Dandelion karena ia percaya bahwa anak dapat berkembang optimal bila mendapat stimulasi yang tepat, dan bila orang tua mau senantiasa aktif memperluas wawasan, mengasah keterampilan pengasuhan, dan mengubah pola perilakunya bila perlu.

Dokter Spesialis Anak

Agstreid

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A., Dokter Anak

dr. Dimple menempuh pendidikan kedokteran serta program spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Selain melakukan praktek di RSIA Bunda Menteng dan RS. Hermina Kemayoran, dr. Dimple juga membagikan informasi seputar kesehatan anak di media sosial lewat Instagram @happykids_id.

Binky

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A., Dokter Anak

dr. Putu merupakan dokter spesial anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya dengan pengalaman kerja di bidang kedokteran hampir 20 tahun. Sebelumnya ia juga pernah melakukan praktek di beberapa klinik anak. Pendidikan sarjana dan magisternya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Tayang Perdana di Indonesia, Shimajiro Movie Siap Menghibur Si Kecil Selama #DiRumahAja Berita Terbaru

Tayang Perdana di Indonesia, Shimajiro Movie Siap Menghibur Si Kecil Selama #DiRumahAja

Menemani Si Kecil selama #DiRumahAja Kodomo Challenge menghadirkan Shimajiro Movie yang siap menghibur dan memberikan petualangan bawah laut Shimajiro bersama teman-temannya di film Shimajiro dan Nyanyian Paus yang tayang perdana secara online di Indonesia melalui Loket Live, pada tanggal 24, 25, 31 Oktober, dan 1, 7, 8 November.

37

Komunikasi Yang Baik Antara Orang Tua dan Anak akan Mendorong Perkembangan Bahasa Language Development

Komunikasi Yang Baik Antara Orang Tua dan Anak akan Mendorong Perkembangan Bahasa

Perbedaan tingkat perkembangan kemampuan bahasa dan wicara anak usia 1-3 tahun bisa sangat besar, sehingga banyak orang tua yang khawatir anaknya “lambat bicara” atau ”kemampuan bahasanya rendah” dan sebagainya.

606

Kebiasaan Anak Mengoceh dan Mengapa Orang Tua Tidak Perlu Khawatir! Language Development

Kebiasaan Anak Mengoceh dan Mengapa Orang Tua Tidak Perlu Khawatir!

Di periode babbling, jika anak mengoceh sembari melihat langsung ke wajah orang tua, dan anak bereaksi pada saat orang tua memanggil, berarti tidak perlu khawatir!

274

Hubungan Antara Menunjuk dan Kemampuan Wicara dan Bagaimana Jika Anak Saya Jarang Menunjuk? Language Development

Hubungan Antara Menunjuk dan Kemampuan Wicara dan Bagaimana Jika Anak Saya Jarang Menunjuk?

Menunjuk merupakan gerakan yang dilakukan anak terhadap benda yang menarik perhatiannya atau yang diinginkannya, sehingga memiliki peran yang sangat penting dalam tumbuh-kembang anak.

316