Komunikasi

Jangan Salah Pilih, Pertimbangkan 6 Hal Ini Sebelum Menentukan Playgroup untuk si Kecil

21 May 2018

Jangan Salah Pilih, Pertimbangkan 6 Hal Ini Sebelum Menentukan Playgroup untuk si Kecil

Bagikan Artikel ini

245149

Memilih sekolah yang juga menjadi taman bermain bagi toddler atau playgroup (kelompok bermain) bisa menjadi hal yang memusingkan bagi orangtua. Apalagi, playgroup merupakan pendidikan formal pertama yang akan ditempuh oleh si kecil. Karena pentingnya tingkat pendidikan ini, maka Moms and Dads perlu memlih tempat sekolah dini yang sesuai dengan kebutuhan anak. Sebelum menentukan playgroup (kelompok bermain) yang tepat untuk si kecil, pastikan Moms dan Dads sudah mempertimbangkan 6 hal berikut ini. Apa saja ya? Yuk kita simak!

 

1. Kesiapan anak

Hal pertama yang perlu Moms dan Dads pertimbangkan sebelum menentukan playgroup yang tepat adalah kesiapan si kecil untuk bersekolah. Dengan mengikuti kelas bermain (playgroup), balita usia 3-4 tahun dapat mempersiapkan mental dan kognitifnya untuk nanti mengikuti kegiatan belajar di tingkat taman kanak-kanak. Ada sejumlah hal yang bisa jadi pertanda si kecil siap untuk mengikuti playgroup. Di antaranya, sudah lepas diaper, bisa makan dan minum sendiri, mampu berkomunikasi dengan orang lain, serta berbagai ciri kemandirian lainnya.

 

2. Tenaga pendidik

Tenaga pendidik memiliki peranan yang sangat penting untuk diperhatikan ketika Moms dan Dads memilih playgroup untuk si kecil. Tenaga pendidik yang baik adalah yang memiliki basic Pendidikan Guru Anak Usia Dini sehingga dapat lebih memahami  cara mendidik anak yang tepat sesuai dengan karakter dan perkembangan masing-masing anak. Moms dan Dads bisa mendapatkan informasi seputar tenaga pendidik melalui survei langsung ke sekolah yang dituju. Dengan begitu, Moms dan Dads bisa melihat langung cara guru-guru di sana menangani para murid. Beberapa playgroup juga biasanya membuka kelas trial selama beberapa waktu. Kesempatan ini bisa Moms dan Dads manfaatkan untuk melihat bagaimana kualitas tenaga pendidik yang ada di playgroup tersebut.

 

3. Fasilitas

Moms dan Dads harus menyadari jika playgroup akan menjadi rumah kedua bagi si kecil untuk menghabiskan waktu setiap hari. Karena itu, Moms dan Dads harus memastikan jika playgroup yang dipilih memiliki fasilitas yang baik. Fasilitas yang dimaksud mencakup banyak hal, mulai dari susunan interior yang aman, pilihan mainan yang beragam dan tidak berbahaya bagi anak, hingga perlindungan anak dari penjemput yang tidak dikenal. Tak lupa pula tersedianya kamar kecil yang bersih dan mudah digunakan anak, serta ventilasi udara dan pendingin ruangan yang membuat si kecil merasa lebih nyaman.

 

4. Kurikulum

Sebagai pendidikan formal pertama yang akan ditempuh si kecil, playgroup anak toddler memegang peranan yang cukup besar dalam membentuk karakternya. Karena itu, Moms dan Dads harus memperhatikan secara detail kurikulum dan materi edukasi playgroup yang akan diajarkan. Saat ini, ada banyak jenis kurikulum pada playgroup yang bisa dipilih. Mulai dari playgroup dengan konsep alam yang bisa membuatnya lebih mencintai lingkungan, playgroup dengan dasar agama yang baik untuk membentuk akhlaknya sejak kecil, hingga playgroup bilingual yang membantu si kecil mempelajari bahasa Inggris sejak dini. Moms dan Dads bisa memilih playgroup dengan kurikulum yang paling sesuai untuk membentuk karakter terbaik si kecil, serta sesuai dengan value yang dimiliki oleh keluarga.

 

5. Akses

Hal yang tidak boleh dilewatkan ketika memilih sekolah taman bermain atau playgroup adalah akses menuju ke lokasi. Akan lebih baik jika Moms dan Dads memilih playgroup dengan akses yang mudah dan tidak terlalu jauh dari rumah, yakni dengan waktu tempuh maksimal 30 menit. Jika Moms dan Dads memaksakan diri untuk memilih playgroup yang terlampau jauh, maka si kecil akan merasa bosan saat menempuh perjalanan yang panjang di jalan. Akibatnya, si kecil justru tidak bersemangat ketika sudah sampai di tempat playgroup.

 

6. Biaya

Meskipun pendidikan playgroup sangat penting untuk si kecil, tapi jangan sampai Moms dan Dads memilih playgroup dengan biaya di luar kemampuan ekonomi keluarga. Moms and Dads perlu ingat bahwa belum tentu sekolah mahal itu sesuai dengan kebutuhan anak dan sesuai dengan value keluarga. Begitu pula sebaliknya, bukan berarti sekolah taman bermain berbiaya murah memiliki kualitas yang buruk. Jangan sampai gengsi Moms dan Dads untuk memilih playgroup dengan biaya mahal justru menghalangi si kecil untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi di masa depan.

 

Nah, itu tadi 6 hal yang perlu Moms dan Dads pertimbangkan sebelum menentukan playgroup yang tepat untuk si kecil. Dengan memilih playgroup yang tepat, si kecil akan lebih siap menghadapi masa depannya.

 

Image source: http://www.ox.ac.uk

(Supervised by: Rumah Dandelion)

Bagikan Artikel ini

Digital Free Trial Kit

Akses ke Ruang Edukasi Kodomo Challenge

Gratis Badge

Dapatkan Aktivitas Edukasi dan Video Edukasi yang dapat digunakan untuk menstimulus Si Kecil berkomunikasi, mengajarkan kebiasaan hidup, rasa percaya diri dan masih banyak lagi. Dapatkan secara GRATIS dan dapat diakses kapan saja. Daftar sekarang dan nikmati fasilitas FREE TRIAL dari Kodomo Challenge.

Daftar Sekarang

Rumah Dandelion

Agstreid

Agstried Elisabeth M.Psi.

Agstried Elisabeth M.Psi., Psikolog

Agstried adalah salah satu co-founder Rumah Dandelion. Sebagai seorang psikolog pendidikan, Agstried memiliki minat yang besar terhadap pola pengasuhan pada usia dini dan kaitannya terhadap keberhasilan anak di kehidupan. Pengalaman di bidang pendidikan usia dini sebagai psikolog asosiat di beberapa sekolah internasional, ditambah pengalaman mengajar sebagai dosen membuat Agstried menyadari pentingnya pola pengasuhan di awal kehidupan dewasa, sehingga ia semakin ingin terjun ke bidang pendidikan anak usia dini. Agstried berfokus pada isu-isu kematangan sekolah dan kaitannya dengan berbagai isu perilaku di sekolah

Binky

Binky Paramitha I., M.Psi.

Binky Paramitha I., M.Psi., Psikolog

Binky adalah seorang Psikolog Pendidikan yang menyelesaikan masa studinya di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Ia merupakan salah satu co-founder Rumah Dandelion. Selain itu, Binky juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Dunia pendidikan dan anak-anak adalah dua dunia yang sangat ia cintai. Baginya, pendidikan adalah hal penting dan perlu dialami oleh setiap orang, dan masa anak-anak adalah masa yang paling banyak mendapat paparan pendidikan, baik formal maupun informal. Walaupun sebenarnya, pendidikan dapat kita peroleh sepanjang hayat, dari siapa pun dan dari mana pun.

Nadya

Nadya Pramesrani, M.Psi.

Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog

Nadya merupakan psikolog klinik dewasa yang menyelesaikan studi profesinya di Universitas Indonesia. Ia telah berpraktik selama hampir 10 tahun dan banyak menangani kasus pernikahan, keluarga, persiapan menikah, dan kasus depresi serta gangguan emosi lainnya. Selain berpraktik, Nadya juga kerap menjadi narasumber untuk penulisan artikel di media-media digital dan mengisi acara talk show di televisi atau tanya jawab di radio. Dalam menangani kasus-kasus yang ada, Nadya kerap menggunakan prinsip-prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Solution Focused Brief Therapy. Ia juga memiliki memiliki latar belakang pendidikan untuk melakukan tes-tes psikologi terstandarisasi. Saat ini ia terdaftar sebagai anggota di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Orissa

Orissa Anggita, M.Psi.

Orissa Anggita, M.Psi., Psikolog

Kesenangan dan kepedulian Orissa pada dunia anak-anak semakin menguat setelah ia menjalani profesi psikolog dan menjadi ibu. Ia lulus cum laude dari program magister Psikologi UI dan punya berbagai pengalaman sebagai guru, dosen, fasilitator pelatihan, dan pembicara seminar dengan topik seputar pendidikan, perkembangan anak, dan pengasuhan. Orissa terlibat dalam pendirian Rumah Dandelion karena ia percaya bahwa anak dapat berkembang optimal bila mendapat stimulasi yang tepat, dan bila orang tua mau senantiasa aktif memperluas wawasan, mengasah keterampilan pengasuhan, dan mengubah pola perilakunya bila perlu.

Dokter Spesialis Anak

Agstreid

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A., Dokter Anak

dr. Dimple menempuh pendidikan kedokteran serta program spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Selain melakukan praktek di RSIA Bunda Menteng dan RS. Hermina Kemayoran, dr. Dimple juga membagikan informasi seputar kesehatan anak di media sosial lewat Instagram @happykids_id.

Binky

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A., Dokter Anak

dr. Putu merupakan dokter spesial anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya dengan pengalaman kerja di bidang kedokteran hampir 20 tahun. Sebelumnya ia juga pernah melakukan praktek di beberapa klinik anak. Pendidikan sarjana dan magisternya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Speech Delay, Kenali dan Stimulasi dengan Cara Ini! Komunikasi

Speech Delay, Kenali dan Stimulasi dengan Cara Ini!

Si kecil tidak mau berbicara di usianya yang sudah dua tahun. Dia tidak mau menjawab saat ditanya. Orang-orang di sekitar mulai memperbincangkannya. Duh, panik dan bingung rasanya, ya?

41

Perhatikan 6 Peran Orang Tua Ini untuk Mengembangkan Kebiasaan Baik pada Anak Usia Dini Perawatan Anak

Perhatikan 6 Peran Orang Tua Ini untuk Mengembangkan Kebiasaan Baik pada Anak Usia Dini

Pernah melihat anak dengan  sikap luar biasa? Meski masih kecil mereka mau berbagi kepada orang di sekelilingnya dan selalu mempunyai inisitif  untuk menolong. Tutur bahasanya santun dan tidak pernah malu berinteraksi. Wah, bangga sekali mempunyai anak dengan sifat penuh empati?

225

Ini 5 Jenis Permainan Anak yang Harus Diperhatikan untuk Tumbuh Kembang Optimal Ide Permainan

Ini 5 Jenis Permainan Anak yang Harus Diperhatikan untuk Tumbuh Kembang Optimal

Moms and Dads, bermain adalah dunia anak-anak. Hampir seluruh waktu bangunnya dilakukan untuk hal tersebut. Namun, kegiatan main bukan sekadar bersenang-senang, lho!

368

Ini Dia 5 Manfaat Mengenali Tahapan Perkembangan Pada Anak Usia Dini Perawatan Anak

Ini Dia 5 Manfaat Mengenali Tahapan Perkembangan Pada Anak Usia Dini

Moms and Dads, siapa sih yang tidak mau anaknya bertumbuh dan berkembang secara optimal? Anak pintar, orang tua sering menyebutnya. Banyak aspek yang harus diperhatikan agar anak menjadi demikian, seperti motorik, sosial emosional, kognitif, dan bahasa.

736