Berita Terbaru

Kodomo Challenge Hadirkan Shimajiro untuk Anak Indonesia sebagai Teman Bermain dan Belajar di Usia Dini

17 May 2018

Kodomo Challenge Hadirkan Shimajiro untuk Anak Indonesia  sebagai Teman Bermain dan Belajar di Usia Dini

Bagikan Artikel ini

263788

Jakarta, 05 Mei 2018 – Benesse Corporation, sebuah perusahaan pendidikan nomor satu di Jepang, menghadirkan Kodomo Challenge, program edukasi untuk mendampingi orang tua dalam mengoptimalkan perkembangan anak usia dini. Program ini menggunakan sistem berlangganan dengan paket yang dikirimkan ke rumah setiap bulan. Kodomo Challenge dirancang agar anak dan orang tua dapat belajar sambil bermain bersama menggunakan media multiplatform, yaitu Buku Bergambar, Mainan Edukasi, serta Video Edukasi.

 

“Dengan pengalaman selama 60 tahun lebih mengembangkan pendidikan di Jepang, Benesse sangat memahami betapa pentingnya periode perkembangan anak usia dini yang akan mempengaruhi kehidupan mereka pada masa depan. Kami bekerja sama dengan para ahli Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk menyusun program edukasi yang seimbang dan komprehensif sesuai dengan perkembangan anak Indonesia. Kodomo Challenge ingin mengampanyekan kepada orang tua untuk menikmati waktu berkualitas sambil membangun motivasi dan kepercayaan diri anak,” ujar President Director PT Benesse Indonesia, Daisuke Okada di acara Kodomo Challenge Touch & Try hari ini.

 

Ketua Asosiasi Pendidikan Guru PAUD, Dr. Sofia Hartati., M.Si memaparkan bahwa periode  golden age (5 tahun pertama dalam kehidupan anak) merupakan tahapan terpenting dalam perkembangan fisik, intelektual, emosional, dan sosial. Oleh karena itu, orang tua perlu mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, dengan menyediakan lingkungan yang mampu menstimulasi rasa ingin tahu mereka dan memberikan berbagai pengalaman yang menyenangkan.

 

“Bermain adalah cara anak usia dini dalam belajar tentang dunianya. Melalui bermain, anak belajar untuk mengembangkan berbagai macam kemampuan yang akan bermanfaat untuk menjalani dunia akademisnya nanti, seperti kemampuan motorik kasar, motorik halus, personal dan sosial, serta kognitif,” ujar Nadya Pramesrani, M.Psi, Psi – Psikolog Keluarga yang juga Co-Founder Rumah Dandelion.

 

Saat ini, Kodomo Challenge tersedia dalam dua pilihan program, Toddler (untuk anak usia 1-2 tahun) dan Playgroup (untuk anak usia 2-3 tahun). Metode pembelajaran yang disediakan oleh Kodomo Challenge memiliki tiga keunggulan. Pertama, menggunakan pendekatan multi-platform, dengan video, buku bergambar, dan mainan yang terintegrasi satu sama lain. Kedua, kurikulum dan materi yang sesuai dengan perkembangan usia anak. Ketiga, menghadirkan sosok learning buddy, Shimajiro.

 

Shimajiro adalah karakter edukatif nomor satu di Jepang yang berperan sebagai teman belajar anak. Bersama Shimajiro, rasa ingin tahu dan motivasi anak akan meningkat. Misalnya, saat anak sedang susah makan, orang tua bisa menjadikan Shimajiro sebagai contoh sehingga anak termotivasi untuk makan.

 

“Kami secara rutin mengadakan acara Kodomo Challenge Touch & Try. Acara ini diperuntukkan bagi keluarga yang ingin mengenal lebih jauh program Kodomo Challenge. Di sana mereka bisa mendapat informasi lengkap seputar Kodomo Challenge, mencoba isi paket Kodomo Challenge, berkonsultasi dengan tim edukasi, serta menyaksikan pertunjukan spesial dari Shimajiro. Dalam rangka merayakan ulang tahun Shimajiro, kami menyelenggarakan Kodomo Challenge Touch & Try: Spesial Ulang Tahun Shimajiro,” ujar Senior Marketing Manager PT Benesse Indonesia, Takashi Kimura.

Bagikan Artikel ini

Tayang Perdana di Indonesia, Shimajiro Movie Siap Menghibur Si Kecil Selama #DiRumahAja Berita Terbaru

Tayang Perdana di Indonesia, Shimajiro Movie Siap Menghibur Si Kecil Selama #DiRumahAja

Menemani Si Kecil selama #DiRumahAja Kodomo Challenge menghadirkan Shimajiro Movie yang siap menghibur dan memberikan petualangan bawah laut Shimajiro bersama teman-temannya di film Shimajiro dan Nyanyian Paus yang tayang perdana secara online di Indonesia melalui Loket Live, pada tanggal 24, 25, 31 Oktober, dan 1, 7, 8 November.

37

Komunikasi Yang Baik Antara Orang Tua dan Anak akan Mendorong Perkembangan Bahasa Language Development

Komunikasi Yang Baik Antara Orang Tua dan Anak akan Mendorong Perkembangan Bahasa

Perbedaan tingkat perkembangan kemampuan bahasa dan wicara anak usia 1-3 tahun bisa sangat besar, sehingga banyak orang tua yang khawatir anaknya “lambat bicara” atau ”kemampuan bahasanya rendah” dan sebagainya.

606

Kebiasaan Anak Mengoceh dan Mengapa Orang Tua Tidak Perlu Khawatir! Language Development

Kebiasaan Anak Mengoceh dan Mengapa Orang Tua Tidak Perlu Khawatir!

Di periode babbling, jika anak mengoceh sembari melihat langsung ke wajah orang tua, dan anak bereaksi pada saat orang tua memanggil, berarti tidak perlu khawatir!

275

Hubungan Antara Menunjuk dan Kemampuan Wicara dan Bagaimana Jika Anak Saya Jarang Menunjuk? Language Development

Hubungan Antara Menunjuk dan Kemampuan Wicara dan Bagaimana Jika Anak Saya Jarang Menunjuk?

Menunjuk merupakan gerakan yang dilakukan anak terhadap benda yang menarik perhatiannya atau yang diinginkannya, sehingga memiliki peran yang sangat penting dalam tumbuh-kembang anak.

316