Tumbuh Kembang Anak 1 Tahun

Jangan Panik! Lakukan Hal Ini Ketika si Kecil Lebih Agresif dan Sering Tantrum

15 January 2018

Jangan Panik!  Lakukan Hal Ini Ketika si Kecil Lebih Agresif dan Sering Tantrum

Bagikan Artikel ini

1264

Si kecil masih belum terlalu mampu mengendalikan emosinya di usia ini. Tak heran jika ia mulai mudah marah dan tantrum saat keinginan atau kebutuhannya tidak terpenuhi.

 

Tantrum adalah luapan emosi anak, yang diekpresikan melalui tangisan dalam waktu yang lama, teriakan, bahkan hingga perilaku seperti memukul, menggigit, melempar, atau membenturkan kepala ke tembok. Tantrum biasanya terjadi pada anak usia 18-36 bulan. Pada usia ini, kebutuhan dan keinginan si kecil semakin banyak dan beragam. Ia sedang belajar bahwa apa yang ia mau atau inginkan tidak sama dengan apa yang orang lain mau.

 

Pada usia tersebut, tantrum dianggap normal dikarenakan anak belum dapat mengekspresikan dan mengontrol emosi yang dialaminya dengan cara yang baik. Hal lainnya yang menyebabkan anak usia batita kerap mengalami tantrum yaitu perkembangan bahasanya yang belum sempurna. Ia masih sulit mengutarakan apa yang diinginkan dengan kata-kata yang jelas, sehingga kadang orang lain tidak memahami apa maksudnya dan tidak bisa dengan segera memenuhi kebutuhannya.

 

Baca juga:

Memahami Perkembangan Kemandirian dan Kepribadian Si Kecil

Lakukan Hal Kreatif Ini untuk Si Kecil yang Mulai Pilih-pilih Makanan

 

Nah, untuk mengatasi si kecil yang sedang memasuki tahap mudah marah dan tantrum, Moms dan Dads bisa mencoba tips-tips berikut ini:

  • Tetaplah tenang dan jangan terbawa emosi. Moms dan Dads jangan sampai tertular emosi negatif yang sedang dialami si kecil. Usahakan agar orang tua tetap tenang dan menemani anak.
  • Berilah ruang pada si kecil untuk meluapkan kemarahannya, namun dengan batas-batas tertentu. Misalnya, tidak apa-apa si kecil marah, tapi dengan catatan tidak menyakiti orang lain atau merusak barang.
  • Jika si kecil mulai agresif terhadap benda-benda di sekitarnya, Moms dan Dads bisa memberinya alternatif. Misalnya, apabila ia mulai suka melempar barang, maka barang yang boleh dilempar adalah bola, atau apabila ia suka memukul sesuatu, maka barang yang boleh ia pukul hanyalah bantal.
  • Perkenalkan dan ajarkan terus tentang emosi pada si kecil. Anak perlu mengenal emosi yang ia rasakan sebelum bisa mengontrolnya. Bantu anak mengenali emosi dengan menarasikan apa yang sedang ia ekspresikan “Kamu senang ya, karena papa sudah pulang kerja?” atau “Kamu kesal ya karena temannya ambil mainan kamu? Tapi jangan pukul ya. Yuk kita minta lagi baik-baik. Mana tangan mintanya?”  
  • Bila memang si kecil minta sesuatu yang tidak Moms and Dads bolehkan, seperti permen, maka jangan mengalah pada tantrumnya karena ia justru akan belajar bahwa ia bisa mendapatkan keinginan dengan berperilaku kurang baik tersebut.

 

Sumber:

BabyCenter. (2017). Tantrums. Didapat dari: https://www.babycenter.com/0_tantrums_11569.bc

Rumah Dandelion. Didapat dari: www.rumahdandelion.com

Sarah S. MacLaughlin & Claire Lerner. (2017). Toddler Tantrums 101: Why They Happen and What You Can Do. Didapat dari: https://www.zerotothree.org/resources/1790-toddler-tantrums-101-why-they-happen-and-what-you-can-do

 

(Supervised by: Rumah Dandelion)

Bagikan Artikel ini

Digital Free Trial Kit

Akses ke Ruang Edukasi Kodomo Challenge

Gratis Badge

Dapatkan Aktivitas Edukasi dan Video Edukasi yang dapat digunakan untuk menstimulus Si Kecil berkomunikasi, mengajarkan kebiasaan hidup, rasa percaya diri dan masih banyak lagi. Dapatkan secara GRATIS dan dapat diakses kapan saja. Daftar sekarang dan nikmati fasilitas FREE TRIAL dari Kodomo Challenge.

Daftar Sekarang

Rumah Dandelion

Agstreid

Agstried Elisabeth M.Psi.

Agstried Elisabeth M.Psi., Psikolog

Agstried adalah salah satu co-founder Rumah Dandelion. Sebagai seorang psikolog pendidikan, Agstried memiliki minat yang besar terhadap pola pengasuhan pada usia dini dan kaitannya terhadap keberhasilan anak di kehidupan. Pengalaman di bidang pendidikan usia dini sebagai psikolog asosiat di beberapa sekolah internasional, ditambah pengalaman mengajar sebagai dosen membuat Agstried menyadari pentingnya pola pengasuhan di awal kehidupan dewasa, sehingga ia semakin ingin terjun ke bidang pendidikan anak usia dini. Agstried berfokus pada isu-isu kematangan sekolah dan kaitannya dengan berbagai isu perilaku di sekolah

Binky

Binky Paramitha I., M.Psi.

Binky Paramitha I., M.Psi., Psikolog

Binky adalah seorang Psikolog Pendidikan yang menyelesaikan masa studinya di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Ia merupakan salah satu co-founder Rumah Dandelion. Selain itu, Binky juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Dunia pendidikan dan anak-anak adalah dua dunia yang sangat ia cintai. Baginya, pendidikan adalah hal penting dan perlu dialami oleh setiap orang, dan masa anak-anak adalah masa yang paling banyak mendapat paparan pendidikan, baik formal maupun informal. Walaupun sebenarnya, pendidikan dapat kita peroleh sepanjang hayat, dari siapa pun dan dari mana pun.

Nadya

Nadya Pramesrani, M.Psi.

Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog

Nadya merupakan psikolog klinik dewasa yang menyelesaikan studi profesinya di Universitas Indonesia. Ia telah berpraktik selama hampir 10 tahun dan banyak menangani kasus pernikahan, keluarga, persiapan menikah, dan kasus depresi serta gangguan emosi lainnya. Selain berpraktik, Nadya juga kerap menjadi narasumber untuk penulisan artikel di media-media digital dan mengisi acara talk show di televisi atau tanya jawab di radio. Dalam menangani kasus-kasus yang ada, Nadya kerap menggunakan prinsip-prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Solution Focused Brief Therapy. Ia juga memiliki memiliki latar belakang pendidikan untuk melakukan tes-tes psikologi terstandarisasi. Saat ini ia terdaftar sebagai anggota di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Orissa

Orissa Anggita, M.Psi.

Orissa Anggita, M.Psi., Psikolog

Kesenangan dan kepedulian Orissa pada dunia anak-anak semakin menguat setelah ia menjalani profesi psikolog dan menjadi ibu. Ia lulus cum laude dari program magister Psikologi UI dan punya berbagai pengalaman sebagai guru, dosen, fasilitator pelatihan, dan pembicara seminar dengan topik seputar pendidikan, perkembangan anak, dan pengasuhan. Orissa terlibat dalam pendirian Rumah Dandelion karena ia percaya bahwa anak dapat berkembang optimal bila mendapat stimulasi yang tepat, dan bila orang tua mau senantiasa aktif memperluas wawasan, mengasah keterampilan pengasuhan, dan mengubah pola perilakunya bila perlu.

Dokter Spesialis Anak

Agstreid

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A., Dokter Anak

dr. Dimple menempuh pendidikan kedokteran serta program spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Selain melakukan praktek di RSIA Bunda Menteng dan RS. Hermina Kemayoran, dr. Dimple juga membagikan informasi seputar kesehatan anak di media sosial lewat Instagram @happykids_id.

Binky

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A., Dokter Anak

dr. Putu merupakan dokter spesial anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya dengan pengalaman kerja di bidang kedokteran hampir 20 tahun. Sebelumnya ia juga pernah melakukan praktek di beberapa klinik anak. Pendidikan sarjana dan magisternya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Speech Delay, Kenali dan Stimulasi dengan Cara Ini! Komunikasi

Speech Delay, Kenali dan Stimulasi dengan Cara Ini!

Si kecil tidak mau berbicara di usianya yang sudah dua tahun. Dia tidak mau menjawab saat ditanya. Orang-orang di sekitar mulai memperbincangkannya. Duh, panik dan bingung rasanya, ya?

41

Perhatikan 6 Peran Orang Tua Ini untuk Mengembangkan Kebiasaan Baik pada Anak Usia Dini Perawatan Anak

Perhatikan 6 Peran Orang Tua Ini untuk Mengembangkan Kebiasaan Baik pada Anak Usia Dini

Pernah melihat anak dengan  sikap luar biasa? Meski masih kecil mereka mau berbagi kepada orang di sekelilingnya dan selalu mempunyai inisitif  untuk menolong. Tutur bahasanya santun dan tidak pernah malu berinteraksi. Wah, bangga sekali mempunyai anak dengan sifat penuh empati?

225

Ini 5 Jenis Permainan Anak yang Harus Diperhatikan untuk Tumbuh Kembang Optimal Ide Permainan

Ini 5 Jenis Permainan Anak yang Harus Diperhatikan untuk Tumbuh Kembang Optimal

Moms and Dads, bermain adalah dunia anak-anak. Hampir seluruh waktu bangunnya dilakukan untuk hal tersebut. Namun, kegiatan main bukan sekadar bersenang-senang, lho!

368

Ini Dia 5 Manfaat Mengenali Tahapan Perkembangan Pada Anak Usia Dini Perawatan Anak

Ini Dia 5 Manfaat Mengenali Tahapan Perkembangan Pada Anak Usia Dini

Moms and Dads, siapa sih yang tidak mau anaknya bertumbuh dan berkembang secara optimal? Anak pintar, orang tua sering menyebutnya. Banyak aspek yang harus diperhatikan agar anak menjadi demikian, seperti motorik, sosial emosional, kognitif, dan bahasa.

736