Komunikasi

Belajar Mengenal Warna Lewat Permainan

Belajar Mengenal Warna Lewat Permainan

Bagikan Artikel ini

28332

Warna-warna primer seperti merah, kuning, hijau, biru, kini sudah mulai dikenal oleh si kecil melalui berbagai aktivitas rutin. Nah, Moms dan Dads bisa membantu menstimulasi si kecil untuk lebih mahir lagi mengenal warna. Sedikit-sedikit, Moms dan Dads juga sudah bisa mengenalkan warna lain, selain warna-warna primer, tadi melalui permainan sederhana dan lagu yang menyenangkan.

 

Hal yang perlu diperhatikan untuk bermain pada usia ini:

- Anak sudah bisa mengenal warna dan menyebut warna yang berbeda

- Kosakata anak bertambah hingga sekitar 3000 sebelum ia masuk playgroup

- Ia bisa fokus lebih lama dibanding sebelumnya

 

Contoh Aktivitas yang Dapat Dilakukan untuk Mengajarkan si Kecil tentang Warna

- Balonku Ada Lima

Sambil menyanyikan lagu yang sudah kita kenal sejak kecil ini, Moms dan Dads boleh sekaligus memberikan pengalaman sensori pada si kecil. Jika memang tak ada balon, Moms dan Dads bisa menunjukkan buku tentang balon. Misalnya, ketika Moms dan Dads menyanyikan, “Meletus balon hijau…” , maka tunjukkan warna balon hijau pada si kecil.

 

Baca juga:

Asah Kreativitas Anak dengan Kreasi Mainan Buatan Sendiri

Kenalkan Sains Lewat Permainan Seru Ini

Serunya Mengenal Konsep Hitung dengan Cara Ini!

 

Lompat Warna

Gunakan kertas warna origami, lalu pilih 3 warna yang familiar bagi si kecil. Tempel kertas warna tersebut di lantai dan minta si kecil melompat ke warna yang disebutkan. Moms dan Dads dapat menambahkan 1-2 warna baru saat bermain. Jangan lupa, Moms dan Dads juga ikut bermain bersama si kecil ya. 

 

- Menabung Kancing

Kumpulkan wadah dengan beberapa warna yang berbeda seperti kuning, hijau, dan biru. Jika memungkinkan, lubangi tutup wadah hingga membentuk lubang seperti celengan. Sebarkan kancing-kancing kecil berwarna-warni, lalu minta si kecil untuk memasukkan kancing-kancing ke dalam wadah yang warnanya sesuai.

 

Sumber:

Holly Robinson. Your Child from 34 to 36 months: Learning & Feeling. Didapat dari: http://www.parents.com/toddlers-preschoolers/starting-preschool/curriculum/your-child-from-34-to-36-months-learning--feeling/

Pathways. What milestones should your child be reaching?. Didapat dari: https://pathways.org/topics-of-development/milestones/

BabyCenter. (2016). Your preschooler's development (35 to 36 months). Didapat dari: https://www.babycenter.com/0_your-preschoolers-development-35-to-36-months_5187.bc

 

(Supervised by: Rumah Dandelion)

Bagikan Artikel ini

Akses ke Konten Edukasi Kodomo Challenge

Gratis Badge

Dapatkan Aktivitas Edukasi dan Video Edukasi yang dapat digunakan untuk menstimulus Si Kecil berkomunikasi, mengajarkan kebiasaan hidup, rasa percaya diri dan masih banyak lagi. Dapatkan secara GRATIS dan dapat diakses kapan saja. Daftar sekarang dan nikmati fasilitas FREE TRIAL dari Kodomo Challenge.

Free Trial Permainan

Rumah Dandelion

Agstreid

Agstried Elisabeth M.Psi.

Agstried Elisabeth M.Psi., Psikolog

Agstried adalah salah satu co-founder Rumah Dandelion. Sebagai seorang psikolog pendidikan, Agstried memiliki minat yang besar terhadap pola pengasuhan pada usia dini dan kaitannya terhadap keberhasilan anak di kehidupan. Pengalaman di bidang pendidikan usia dini sebagai psikolog asosiat di beberapa sekolah internasional, ditambah pengalaman mengajar sebagai dosen membuat Agstried menyadari pentingnya pola pengasuhan di awal kehidupan dewasa, sehingga ia semakin ingin terjun ke bidang pendidikan anak usia dini. Agstried berfokus pada isu-isu kematangan sekolah dan kaitannya dengan berbagai isu perilaku di sekolah

Binky

Binky Paramitha I., M.Psi.

Binky Paramitha I., M.Psi., Psikolog

Binky adalah seorang Psikolog Pendidikan yang menyelesaikan masa studinya di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Ia merupakan salah satu co-founder Rumah Dandelion. Selain itu, Binky juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Dunia pendidikan dan anak-anak adalah dua dunia yang sangat ia cintai. Baginya, pendidikan adalah hal penting dan perlu dialami oleh setiap orang, dan masa anak-anak adalah masa yang paling banyak mendapat paparan pendidikan, baik formal maupun informal. Walaupun sebenarnya, pendidikan dapat kita peroleh sepanjang hayat, dari siapa pun dan dari mana pun.

Nadya

Nadya Pramesrani, M.Psi.

Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog

Nadya merupakan psikolog klinik dewasa yang menyelesaikan studi profesinya di Universitas Indonesia. Ia telah berpraktik selama hampir 10 tahun dan banyak menangani kasus pernikahan, keluarga, persiapan menikah, dan kasus depresi serta gangguan emosi lainnya. Selain berpraktik, Nadya juga kerap menjadi narasumber untuk penulisan artikel di media-media digital dan mengisi acara talk show di televisi atau tanya jawab di radio. Dalam menangani kasus-kasus yang ada, Nadya kerap menggunakan prinsip-prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Solution Focused Brief Therapy. Ia juga memiliki memiliki latar belakang pendidikan untuk melakukan tes-tes psikologi terstandarisasi. Saat ini ia terdaftar sebagai anggota di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Orissa

Orissa Anggita, M.Psi.

Orissa Anggita, M.Psi., Psikolog

Kesenangan dan kepedulian Orissa pada dunia anak-anak semakin menguat setelah ia menjalani profesi psikolog dan menjadi ibu. Ia lulus cum laude dari program magister Psikologi UI dan punya berbagai pengalaman sebagai guru, dosen, fasilitator pelatihan, dan pembicara seminar dengan topik seputar pendidikan, perkembangan anak, dan pengasuhan. Orissa terlibat dalam pendirian Rumah Dandelion karena ia percaya bahwa anak dapat berkembang optimal bila mendapat stimulasi yang tepat, dan bila orang tua mau senantiasa aktif memperluas wawasan, mengasah keterampilan pengasuhan, dan mengubah pola perilakunya bila perlu.

Dokter Spesialis Anak

Agstreid

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A., Dokter Anak

dr. Dimple menempuh pendidikan kedokteran serta program spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Selain melakukan praktek di RSIA Bunda Menteng dan RS. Hermina Kemayoran, dr. Dimple juga membagikan informasi seputar kesehatan anak di media sosial lewat Instagram @happykids_id.

Binky

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A., Dokter Anak

dr. Putu merupakan dokter spesial anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya dengan pengalaman kerja di bidang kedokteran hampir 20 tahun. Sebelumnya ia juga pernah melakukan praktek di beberapa klinik anak. Pendidikan sarjana dan magisternya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Berkomunikasi dengan si Kecil Lewat Suara dan Sentuhan Komunikasi

Berkomunikasi dengan si Kecil Lewat Suara dan Sentuhan

Usia 0 bulan
Berkomunikasi dengan si kecil yang baru lahir dapat dilakukan lewat suara atau sentuhan. Sentuhan dan suara yang lembut adalah langkah awal untuk membangun hubungan antara orangtua dengan si kecil.

426

Berikan Stimulasi untuk Penglihatan dan Kepekaan si Kecil terhadap Sentuhan Komunikasi

Berikan Stimulasi untuk Penglihatan dan Kepekaan si Kecil terhadap Sentuhan

Usia 1 bulan
Di awal kelahirannya, penting bagi Moms dan Dads untuk selalu memberikan stimulasi dan sentuhan pada si kecil. Ia akan sangat bergairah saat Moms dan Dads memberikan stimulasi pada penglihatan dan sentuhan pada tubuhnya.

635

Melatih Respons si Kecil Melalui Permainan Komunikasi

Melatih Respons si Kecil Melalui Permainan

Usia 3 bulan
Saat berinteraksi melalui permainan, Moms maupun Dads dan si kecil akan saling mengenal satu sama lain dan dapat bermain dengan ekspresif. Beberapa permainan ini bahkan dapat melatih respons si kecil.

500

Buat si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini Komunikasi

Buat si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini

Usia 2 bulan
Pada masa ini, si kecil akan menganggap bahwa bermain dengan menggerakan tangan dan kaki itu menyenangkan. Moms dan Dads bisa membuatnya lebih aktif lagi dengan permainan ini.

 

3853