Komunikasi

Perkaya Kosakata Anak dengan Dongeng Karangan Sendiri

Perkaya Kosakata Anak dengan Dongeng Karangan Sendiri

Bagikan Artikel ini

89955

Moms dan Dads takjub ketika si kecil yang genap berusia 2,5 tahun mengucap kata-kata yang belum pernah Moms dan Dads berdua dengar sebelumnya, dan hanya diucapkan oleh orang-orang dewasa? Jangan terkejut, anak adalah peniru ulung orang tuanya, lho. Nah, inilah kesempatan Moms dan Dads untuk memperkaya kosakatanya. Selain dengan bernyanyi, bicara dengan bahasa yang baik dan benar, Moms dan Dads juga bisa mendongeng untuknya. Tak perlu buku, kembangkan imajinasi Moms dan Dads berdua, dan masukkan nilai-nilai positif yang ingin Moms dan Dads ajarkan. Berikut beberapa inspirasi yang bisa Moms dan Dads gunakan untuk membuat dongeng karangan sendiri.

 

Hal yang perlu diperhatikan untuk bermain pada usia ini:

- Si kecil sudah bisa mengucap dua hingga 3 kalimat yang susunannya sudah mulai berpola dan memiliki arti

- Ia pun juga sudah mulai mengerti hal yang disampaikan oleh orang dewasa

- Gunakan situasi lingkungan sekitar yang dikenal oleh anak

 

Contoh Dongeng Sederhana yang Dapat Memperkaya Kosakata Anak 

- Sam Si Truk: Menggunakan Mainan Anak untuk Memperkaya Kosakatanya

Orang tua bisa menggunakan mainan favorit anak. Misalnya, si kecil punya truk kesayangan bernama Sam, maka gunakanlah Sam sebagai tokoh utama. Ketika Moms dan Dads ingin mengajarkan si kecil tentang pentingnya menggosok gigi setiap hari, maka situasikan si Sam sedang sakit gigi karena suka makan yang manis-manis tapi malas menggosok gigi. Tokoh utamanya bisa Sally si boneka peri, Tomi si kereta api, dan lain-lain.

 

Baca juga:

Permainan Sederhana Ini Membantu Anak Berimajinasi

Mengasah Kecerdasan Sosial Si Kecil dengan Bermain Peran

 

- Keluarga Jari: Eksplorasi dengan Boneka Jari untuk Memperkaya Imajinasi Anak

Gambar mata, hidung, dan mulut di setiap jari. Ciptakan tokoh keluarga, misalnya untuk ibu jari, namakan Mama Nora, untuk telunjuk beri nama Papa Andrew, begitu seterusnya sampai ke jari kelingking. Moms dan Dads juga bisa menggunakan nama asli keluarga Moms dan Dads sendiri. Nah, untuk cerita tentang keluarga ini, Moms dan Dads bisa mencari tema yang ia alami sehari-hari. Selain memperkaya kosakata, ini sekaligus untuk membantu menstimulasi otaknya mengingat apa saja yang pernah ia lakukan dan alami.

 

- Sang Sutradara: Biarkan Si Kecil yang Menentukan Cerita

Minta si kecil untuk membuat skenarionya sendiri, misalnya siapakah tokoh utamanya, di mana lokasi kejadiannya, apa pekerjaan si tokoh, hingga siapa saja teman-temannya. Dari situ Moms dan Dads bisa mulai mengembangkan ceritanya. Minta si kecil untuk meneruskan cerita atau mengakhirinya ketika dongeng yang Moms dan Dads karang mencapai klimaksnya. Pasti menyenangkan!

 

Sumber:

Sasha Emmons. 10 Bedtime Story Starters. Didapat dari: http://www.parenting.com/gallery/story-starters?page=9

Elvina Lim Kusumo. (2015). Tumbuh Kembang Anak Usia 0-5 Tahun. Didapat dari: https://indonesiamontessori.com/tumbuh-kembang-milestones-anak-usia-0-5-tahun/

Pathways. What milestones should your child be reaching?. Didapat dari: https://pathways.org/topics-of-development/milestones/ 

 

(Supervised by: Rumah Dandelion)

Bagikan Artikel ini

Akses ke Konten Edukasi Kodomo Challenge

Gratis Badge

Dapatkan Aktivitas Edukasi dan Video Edukasi yang dapat digunakan untuk menstimulus Si Kecil berkomunikasi, mengajarkan kebiasaan hidup, rasa percaya diri dan masih banyak lagi. Dapatkan secara GRATIS dan dapat diakses kapan saja. Daftar sekarang dan nikmati fasilitas FREE TRIAL dari Kodomo Challenge.

Free Trial Permainan

Rumah Dandelion

Agstreid

Agstried Elisabeth M.Psi.

Agstried Elisabeth M.Psi., Psikolog

Agstried adalah salah satu co-founder Rumah Dandelion. Sebagai seorang psikolog pendidikan, Agstried memiliki minat yang besar terhadap pola pengasuhan pada usia dini dan kaitannya terhadap keberhasilan anak di kehidupan. Pengalaman di bidang pendidikan usia dini sebagai psikolog asosiat di beberapa sekolah internasional, ditambah pengalaman mengajar sebagai dosen membuat Agstried menyadari pentingnya pola pengasuhan di awal kehidupan dewasa, sehingga ia semakin ingin terjun ke bidang pendidikan anak usia dini. Agstried berfokus pada isu-isu kematangan sekolah dan kaitannya dengan berbagai isu perilaku di sekolah

Binky

Binky Paramitha I., M.Psi.

Binky Paramitha I., M.Psi., Psikolog

Binky adalah seorang Psikolog Pendidikan yang menyelesaikan masa studinya di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Ia merupakan salah satu co-founder Rumah Dandelion. Selain itu, Binky juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Dunia pendidikan dan anak-anak adalah dua dunia yang sangat ia cintai. Baginya, pendidikan adalah hal penting dan perlu dialami oleh setiap orang, dan masa anak-anak adalah masa yang paling banyak mendapat paparan pendidikan, baik formal maupun informal. Walaupun sebenarnya, pendidikan dapat kita peroleh sepanjang hayat, dari siapa pun dan dari mana pun.

Nadya

Nadya Pramesrani, M.Psi.

Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog

Nadya merupakan psikolog klinik dewasa yang menyelesaikan studi profesinya di Universitas Indonesia. Ia telah berpraktik selama hampir 10 tahun dan banyak menangani kasus pernikahan, keluarga, persiapan menikah, dan kasus depresi serta gangguan emosi lainnya. Selain berpraktik, Nadya juga kerap menjadi narasumber untuk penulisan artikel di media-media digital dan mengisi acara talk show di televisi atau tanya jawab di radio. Dalam menangani kasus-kasus yang ada, Nadya kerap menggunakan prinsip-prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Solution Focused Brief Therapy. Ia juga memiliki memiliki latar belakang pendidikan untuk melakukan tes-tes psikologi terstandarisasi. Saat ini ia terdaftar sebagai anggota di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Orissa

Orissa Anggita, M.Psi.

Orissa Anggita, M.Psi., Psikolog

Kesenangan dan kepedulian Orissa pada dunia anak-anak semakin menguat setelah ia menjalani profesi psikolog dan menjadi ibu. Ia lulus cum laude dari program magister Psikologi UI dan punya berbagai pengalaman sebagai guru, dosen, fasilitator pelatihan, dan pembicara seminar dengan topik seputar pendidikan, perkembangan anak, dan pengasuhan. Orissa terlibat dalam pendirian Rumah Dandelion karena ia percaya bahwa anak dapat berkembang optimal bila mendapat stimulasi yang tepat, dan bila orang tua mau senantiasa aktif memperluas wawasan, mengasah keterampilan pengasuhan, dan mengubah pola perilakunya bila perlu.

Dokter Spesialis Anak

Agstreid

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A., Dokter Anak

dr. Dimple menempuh pendidikan kedokteran serta program spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Selain melakukan praktek di RSIA Bunda Menteng dan RS. Hermina Kemayoran, dr. Dimple juga membagikan informasi seputar kesehatan anak di media sosial lewat Instagram @happykids_id.

Binky

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A., Dokter Anak

dr. Putu merupakan dokter spesial anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya dengan pengalaman kerja di bidang kedokteran hampir 20 tahun. Sebelumnya ia juga pernah melakukan praktek di beberapa klinik anak. Pendidikan sarjana dan magisternya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Berkomunikasi dengan si Kecil Lewat Suara dan Sentuhan Komunikasi

Berkomunikasi dengan si Kecil Lewat Suara dan Sentuhan

Usia 0 bulan
Berkomunikasi dengan si kecil yang baru lahir dapat dilakukan lewat suara atau sentuhan. Sentuhan dan suara yang lembut adalah langkah awal untuk membangun hubungan antara orangtua dengan si kecil.

426

Berikan Stimulasi untuk Penglihatan dan Kepekaan si Kecil terhadap Sentuhan Komunikasi

Berikan Stimulasi untuk Penglihatan dan Kepekaan si Kecil terhadap Sentuhan

Usia 1 bulan
Di awal kelahirannya, penting bagi Moms dan Dads untuk selalu memberikan stimulasi dan sentuhan pada si kecil. Ia akan sangat bergairah saat Moms dan Dads memberikan stimulasi pada penglihatan dan sentuhan pada tubuhnya.

636

Melatih Respons si Kecil Melalui Permainan Komunikasi

Melatih Respons si Kecil Melalui Permainan

Usia 3 bulan
Saat berinteraksi melalui permainan, Moms maupun Dads dan si kecil akan saling mengenal satu sama lain dan dapat bermain dengan ekspresif. Beberapa permainan ini bahkan dapat melatih respons si kecil.

500

Buat si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini Komunikasi

Buat si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini

Usia 2 bulan
Pada masa ini, si kecil akan menganggap bahwa bermain dengan menggerakan tangan dan kaki itu menyenangkan. Moms dan Dads bisa membuatnya lebih aktif lagi dengan permainan ini.

 

3853