Komunikasi

Permainan Ini Bantu Latih Konsentrasi si Kecil

Permainan Ini Bantu Latih Konsentrasi si Kecil

Bagikan Artikel ini

11042

Lewat dari dua tahun, daya konsentrasi dan memori si kecil semakin meningkat. Salah satunya ditandai dengan kemampuannya menyanyikan lirik lagu yang pernah ia dengar. Namun, sekali waktu ia mudah beralih dari kegiatan satu ke kegiatan lain yang lebih menarik baginya. Maksimalkan stimulasi yang merangsang daya pikirnya dengan kegiatan yang ia sukai, dan usahakan agar ia selalu menyelesaikan apa yang ia mulai. Moms dan Dads dapat mengukur berapa lama si kecil bisa fokus pada satu kegiatan, agar permainan yang dilakukan dapat disesuaikan sehingga ia tak jenuh. Kemampuan konsentrasi yang baik pada anak turut membantu Moms dan Dads berkomunikasi lebih baik dengannya.

 

Hal yang perlu diperhatikan untuk bermain pada usia ini:

- Si kecil sudah bisa menggambar garis lurus

- Ia sudah bisa melempar bola melewati atas kepalanya

- Pada umumnya, anak berusia dua tahun ke atas dapat mendirikan bangunan dengan balok

 

Menempel stiker

Menempel stiker bisa jadi kegiatan awal yang mudah untuk mengasah konsentrasi si kecil. Ia hanya perlu melepas stiker dan menempelkannya di medium lain. Bagi permainan dengan dua tahap. Pertama, berikan stiker dengan berbagai bentuk dan warna, dan bebaskan ia menempelnya di mana saja. Tahap kedua, sediakan stiker dan ajak ia menempel di kertas yang sudah tercetak gambar serupa dengan stiker tersebut. Minta ia menempel dengan hati-hati agar hasilnya rapi. Dengan begitu, ia akan berupaya untuk memusatkan perhatiannya agar dapat menempel sebaik mungkin.

 

Baca juga:

Permainan Sederhana Ini Membantu Anak Berimajinasi

Asah Kreativitas Anak dengan Kreasi Mainan Buatan Sendiri

Belajar Mengenal Warna Lewat Permainan

 

Menyusun puzzle

Pilih puzzle berukuran besar yang kepingannya tidak terlalu banyak, dengan tema gambar yang ia sukai. Perlihatkan gambar utuhnya, biarkan ia mengamati sejenak dan merekam gambar tersebut di dalam memorinya. Acak puzzle, lalu minta ia mulai merangkainya. Moms dan Dads dapat memberi petunjuk sesekali, misalnya, dengan memberitahunya untuk memulai dari kepingan berbentuk sudut, dilanjutkan dengan bagian pinggir puzzle, baru ke tengah. Teruskan hingga selesai dan ulangi kembali beberapa kali jika ia suka.

 

Menyusun balok

Ibaratkan si kecil sebagai ahli bangunan. Minta ia untuk membangun rumah atau gedung sesuai imajinasinya menggunakan balok. “Nak, coba dirikan rumah yang bagus untuk Moms dan Dads, ya?” Selain merangsang koordinasi motorik anak, permainan susun balok juga bermanfaat untuk mengasah akal anak dalam geometri.

 

Sumber:

AyahBunda. Bermain Asah Konsentrasi. Didapat dari: http://www.ayahbunda.co.id/balita-bermain-permainan/bermain-asah-konsentrasi

Syafrina Syaaf. (2017). Manfaat Bermain Susun Balok untuk Anak-anak. Didapat dari: http://lifestyle.kompas.com/read/2017/06/28/150300420/manfaat.bermain.susun.balok.untuk.anak-anak

Dedeh Kurniasih. (2010). Susun Balok untuk Latih Kemampuan Otak Anak. Didapat dari: http://lifestyle.kompas.com/read/2010/08/13/11053328/Susun.Balok.untuk.Latih.Kemampuan.Otak.Anak

 

(Supervised by: Rumah Dandelion)

Bagikan Artikel ini

Akses ke Konten Edukasi Kodomo Challenge

Gratis Badge

Dapatkan Aktivitas Edukasi dan Video Edukasi yang dapat digunakan untuk menstimulus Si Kecil berkomunikasi, mengajarkan kebiasaan hidup, rasa percaya diri dan masih banyak lagi. Dapatkan secara GRATIS dan dapat diakses kapan saja. Daftar sekarang dan nikmati fasilitas FREE TRIAL dari Kodomo Challenge.

Free Trial Permainan

Rumah Dandelion

Agstreid

Agstried Elisabeth M.Psi.

Agstried Elisabeth M.Psi., Psikolog

Agstried adalah salah satu co-founder Rumah Dandelion. Sebagai seorang psikolog pendidikan, Agstried memiliki minat yang besar terhadap pola pengasuhan pada usia dini dan kaitannya terhadap keberhasilan anak di kehidupan. Pengalaman di bidang pendidikan usia dini sebagai psikolog asosiat di beberapa sekolah internasional, ditambah pengalaman mengajar sebagai dosen membuat Agstried menyadari pentingnya pola pengasuhan di awal kehidupan dewasa, sehingga ia semakin ingin terjun ke bidang pendidikan anak usia dini. Agstried berfokus pada isu-isu kematangan sekolah dan kaitannya dengan berbagai isu perilaku di sekolah

Binky

Binky Paramitha I., M.Psi.

Binky Paramitha I., M.Psi., Psikolog

Binky adalah seorang Psikolog Pendidikan yang menyelesaikan masa studinya di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Ia merupakan salah satu co-founder Rumah Dandelion. Selain itu, Binky juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Dunia pendidikan dan anak-anak adalah dua dunia yang sangat ia cintai. Baginya, pendidikan adalah hal penting dan perlu dialami oleh setiap orang, dan masa anak-anak adalah masa yang paling banyak mendapat paparan pendidikan, baik formal maupun informal. Walaupun sebenarnya, pendidikan dapat kita peroleh sepanjang hayat, dari siapa pun dan dari mana pun.

Nadya

Nadya Pramesrani, M.Psi.

Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog

Nadya merupakan psikolog klinik dewasa yang menyelesaikan studi profesinya di Universitas Indonesia. Ia telah berpraktik selama hampir 10 tahun dan banyak menangani kasus pernikahan, keluarga, persiapan menikah, dan kasus depresi serta gangguan emosi lainnya. Selain berpraktik, Nadya juga kerap menjadi narasumber untuk penulisan artikel di media-media digital dan mengisi acara talk show di televisi atau tanya jawab di radio. Dalam menangani kasus-kasus yang ada, Nadya kerap menggunakan prinsip-prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Solution Focused Brief Therapy. Ia juga memiliki memiliki latar belakang pendidikan untuk melakukan tes-tes psikologi terstandarisasi. Saat ini ia terdaftar sebagai anggota di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Orissa

Orissa Anggita, M.Psi.

Orissa Anggita, M.Psi., Psikolog

Kesenangan dan kepedulian Orissa pada dunia anak-anak semakin menguat setelah ia menjalani profesi psikolog dan menjadi ibu. Ia lulus cum laude dari program magister Psikologi UI dan punya berbagai pengalaman sebagai guru, dosen, fasilitator pelatihan, dan pembicara seminar dengan topik seputar pendidikan, perkembangan anak, dan pengasuhan. Orissa terlibat dalam pendirian Rumah Dandelion karena ia percaya bahwa anak dapat berkembang optimal bila mendapat stimulasi yang tepat, dan bila orang tua mau senantiasa aktif memperluas wawasan, mengasah keterampilan pengasuhan, dan mengubah pola perilakunya bila perlu.

Dokter Spesialis Anak

Agstreid

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A., Dokter Anak

dr. Dimple menempuh pendidikan kedokteran serta program spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Selain melakukan praktek di RSIA Bunda Menteng dan RS. Hermina Kemayoran, dr. Dimple juga membagikan informasi seputar kesehatan anak di media sosial lewat Instagram @happykids_id.

Binky

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A., Dokter Anak

dr. Putu merupakan dokter spesial anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya dengan pengalaman kerja di bidang kedokteran hampir 20 tahun. Sebelumnya ia juga pernah melakukan praktek di beberapa klinik anak. Pendidikan sarjana dan magisternya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Berkomunikasi dengan si Kecil Lewat Suara dan Sentuhan Komunikasi

Berkomunikasi dengan si Kecil Lewat Suara dan Sentuhan

Usia 0 bulan
Berkomunikasi dengan si kecil yang baru lahir dapat dilakukan lewat suara atau sentuhan. Sentuhan dan suara yang lembut adalah langkah awal untuk membangun hubungan antara orangtua dengan si kecil.

426

Berikan Stimulasi untuk Penglihatan dan Kepekaan si Kecil terhadap Sentuhan Komunikasi

Berikan Stimulasi untuk Penglihatan dan Kepekaan si Kecil terhadap Sentuhan

Usia 1 bulan
Di awal kelahirannya, penting bagi Moms dan Dads untuk selalu memberikan stimulasi dan sentuhan pada si kecil. Ia akan sangat bergairah saat Moms dan Dads memberikan stimulasi pada penglihatan dan sentuhan pada tubuhnya.

636

Melatih Respons si Kecil Melalui Permainan Komunikasi

Melatih Respons si Kecil Melalui Permainan

Usia 3 bulan
Saat berinteraksi melalui permainan, Moms maupun Dads dan si kecil akan saling mengenal satu sama lain dan dapat bermain dengan ekspresif. Beberapa permainan ini bahkan dapat melatih respons si kecil.

500

Buat si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini Komunikasi

Buat si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini

Usia 2 bulan
Pada masa ini, si kecil akan menganggap bahwa bermain dengan menggerakan tangan dan kaki itu menyenangkan. Moms dan Dads bisa membuatnya lebih aktif lagi dengan permainan ini.

 

3853