Komunikasi

Permainan Sederhana Ini Membantu Anak Berimajinasi

Permainan Sederhana Ini Membantu Anak Berimajinasi

Bagikan Artikel ini

1701

Tahukah Moms dan Dads, bahwa dengan menggunakan barang-barang yang dipakai sehari-hari di rumah, Moms and Dads bisa menciptakan mainan yang dapat menstimulasi kemampuan anak dalam berimajinasi?

 

Hal yang perlu diperhatikan untuk bermain pada usia ini:

- Imajinasi anak sudah semakin berkembang sehingga ia mampu berpikir secara abstrak

- Ia senang bereksplorasi dengan benda-benda di sekitarnya

- Ia menikmati permainan dengan cara yang lebih bervariasi

 

Bermain dengan kardus

Di usia ini, si kecil pasti tidak akan tahan kalau disuruh duduk manis seharian di rumah. Ia butuh sesuatu yang bisa membuat tangan, kaki, maupun seluruh tubuhnya sibuk. Salah satu yang bisa Moms dan Dads gunakan adalah kardus bekas. Tanyakan pada si kecil, “Kira-kira kardus ini akan dijadikan apa, ya?”. Awalnya mungkin beberapa anak belum dapat membayangkan apa yang bisa dilakukan dengan kardus bekas tersebut. Karena itu, bantu mereka dengan memberikan petunjuk seperti, “Kalau ini dikasih roda, bisa jadi apa ya?”. Setelah ia dapat mengungkapkan imajinasinya, bantulah untuk mewujudkan imajinasi tersebut. Gunakan kertas berwarna dan spidol untuk mengubah kardus tersebut menjadi mobil, rumah, dan sebagainya.

 

Baca juga:

Asah Kreativitas Anak dengan Kreasi Mainan Buatan Sendiri

Permainan Ini Bantu Latih Konsentrasi Si Kecil

Bantu Si Kecil Menyalurkan Gerak Aktifnya dengan Bermain

 

Bermain selimut atau kain

Saat si kecil tampak bosan dengan mainannya sendiri, biasanya ia akan sibuk mencari benda lain yang bukan mainannya. Sediakan beberapa kain yang cukup ringan untuk ia mainkan. Bila ada kursi, kain tersebut bisa dibentangkan di atasnya. Moms/Dads dan si kecil kemudian bisa bermain di dalamnya, seperti sedang berkemah.

 

Bermain dengan senter

Setelah kemah dibuat dengan kain, matikan lampu di ruangan, lalu gunakan senter untuk menerangi kemah tersebut. Cahaya dari senter akan menarik perhatian si kecil untuk mengembangkan imajinasinya. Senter juga bisa digunakan untuk bermain bayangan. Pastikan Moms dan Dads menemukan bagian dinding yang menjadi pantulan cahaya sehingga si kecil bisa melihat dan membuat bayangannya sendiri. Aktivitas ini tentu akan membuat imajinasinya semakin berkembang.

 

Sumber:

Healthwise. (2016). Milestones for a 1-Year-Old. Didapat dari: http://www.uofmhealth.org/health-library/ue5755

BabyCenter. (2017). How to nurture your 2-year-old's imagination. Didapat dari: https://www.babycenter.com/0_how-to-nurture-your-2-year-olds-imagination_64144.bc

 

(Supervised by: Rumah Dandelion)

Bagikan Artikel ini

Akses ke Konten Edukasi Kodomo Challenge

Gratis Badge

Dapatkan Aktivitas Edukasi dan Video Edukasi yang dapat digunakan untuk menstimulus Si Kecil berkomunikasi, mengajarkan kebiasaan hidup, rasa percaya diri dan masih banyak lagi. Dapatkan secara GRATIS dan dapat diakses kapan saja. Daftar sekarang dan nikmati fasilitas FREE TRIAL dari Kodomo Challenge.

Free Trial Permainan

Rumah Dandelion

Agstreid

Agstried Elisabeth M.Psi.

Agstried Elisabeth M.Psi., Psikolog

Agstried adalah salah satu co-founder Rumah Dandelion. Sebagai seorang psikolog pendidikan, Agstried memiliki minat yang besar terhadap pola pengasuhan pada usia dini dan kaitannya terhadap keberhasilan anak di kehidupan. Pengalaman di bidang pendidikan usia dini sebagai psikolog asosiat di beberapa sekolah internasional, ditambah pengalaman mengajar sebagai dosen membuat Agstried menyadari pentingnya pola pengasuhan di awal kehidupan dewasa, sehingga ia semakin ingin terjun ke bidang pendidikan anak usia dini. Agstried berfokus pada isu-isu kematangan sekolah dan kaitannya dengan berbagai isu perilaku di sekolah

Binky

Binky Paramitha I., M.Psi.

Binky Paramitha I., M.Psi., Psikolog

Binky adalah seorang Psikolog Pendidikan yang menyelesaikan masa studinya di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Ia merupakan salah satu co-founder Rumah Dandelion. Selain itu, Binky juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Dunia pendidikan dan anak-anak adalah dua dunia yang sangat ia cintai. Baginya, pendidikan adalah hal penting dan perlu dialami oleh setiap orang, dan masa anak-anak adalah masa yang paling banyak mendapat paparan pendidikan, baik formal maupun informal. Walaupun sebenarnya, pendidikan dapat kita peroleh sepanjang hayat, dari siapa pun dan dari mana pun.

Nadya

Nadya Pramesrani, M.Psi.

Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog

Nadya merupakan psikolog klinik dewasa yang menyelesaikan studi profesinya di Universitas Indonesia. Ia telah berpraktik selama hampir 10 tahun dan banyak menangani kasus pernikahan, keluarga, persiapan menikah, dan kasus depresi serta gangguan emosi lainnya. Selain berpraktik, Nadya juga kerap menjadi narasumber untuk penulisan artikel di media-media digital dan mengisi acara talk show di televisi atau tanya jawab di radio. Dalam menangani kasus-kasus yang ada, Nadya kerap menggunakan prinsip-prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Solution Focused Brief Therapy. Ia juga memiliki memiliki latar belakang pendidikan untuk melakukan tes-tes psikologi terstandarisasi. Saat ini ia terdaftar sebagai anggota di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Orissa

Orissa Anggita, M.Psi.

Orissa Anggita, M.Psi., Psikolog

Kesenangan dan kepedulian Orissa pada dunia anak-anak semakin menguat setelah ia menjalani profesi psikolog dan menjadi ibu. Ia lulus cum laude dari program magister Psikologi UI dan punya berbagai pengalaman sebagai guru, dosen, fasilitator pelatihan, dan pembicara seminar dengan topik seputar pendidikan, perkembangan anak, dan pengasuhan. Orissa terlibat dalam pendirian Rumah Dandelion karena ia percaya bahwa anak dapat berkembang optimal bila mendapat stimulasi yang tepat, dan bila orang tua mau senantiasa aktif memperluas wawasan, mengasah keterampilan pengasuhan, dan mengubah pola perilakunya bila perlu.

Dokter Spesialis Anak

Agstreid

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A., Dokter Anak

dr. Dimple menempuh pendidikan kedokteran serta program spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Selain melakukan praktek di RSIA Bunda Menteng dan RS. Hermina Kemayoran, dr. Dimple juga membagikan informasi seputar kesehatan anak di media sosial lewat Instagram @happykids_id.

Binky

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A., Dokter Anak

dr. Putu merupakan dokter spesial anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya dengan pengalaman kerja di bidang kedokteran hampir 20 tahun. Sebelumnya ia juga pernah melakukan praktek di beberapa klinik anak. Pendidikan sarjana dan magisternya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Berkomunikasi dengan si Kecil Lewat Suara dan Sentuhan Komunikasi

Berkomunikasi dengan si Kecil Lewat Suara dan Sentuhan

Usia 0 bulan
Berkomunikasi dengan si kecil yang baru lahir dapat dilakukan lewat suara atau sentuhan. Sentuhan dan suara yang lembut adalah langkah awal untuk membangun hubungan antara orangtua dengan si kecil.

426

Berikan Stimulasi untuk Penglihatan dan Kepekaan si Kecil terhadap Sentuhan Komunikasi

Berikan Stimulasi untuk Penglihatan dan Kepekaan si Kecil terhadap Sentuhan

Usia 1 bulan
Di awal kelahirannya, penting bagi Moms dan Dads untuk selalu memberikan stimulasi dan sentuhan pada si kecil. Ia akan sangat bergairah saat Moms dan Dads memberikan stimulasi pada penglihatan dan sentuhan pada tubuhnya.

636

Melatih Respons si Kecil Melalui Permainan Komunikasi

Melatih Respons si Kecil Melalui Permainan

Usia 3 bulan
Saat berinteraksi melalui permainan, Moms maupun Dads dan si kecil akan saling mengenal satu sama lain dan dapat bermain dengan ekspresif. Beberapa permainan ini bahkan dapat melatih respons si kecil.

500

Buat si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini Komunikasi

Buat si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini

Usia 2 bulan
Pada masa ini, si kecil akan menganggap bahwa bermain dengan menggerakan tangan dan kaki itu menyenangkan. Moms dan Dads bisa membuatnya lebih aktif lagi dengan permainan ini.

 

3853