Komunikasi

Serunya Bermain Bola untuk Melatih Motorik si Kecil

Serunya Bermain Bola untuk Melatih Motorik si Kecil

Bagikan Artikel ini

13385

Bermain bola membangkitkan semangat pada balita. Ia pasti akan senang melihat bola bergerak, apalagi kalau ada lawan mainnya. Kemampuannya di usia 22 bulan ini juga kian bertambah. Moms dan Dads perlu menstimulasi pergerakan motorik kasarnya, dan cara terbaiknya adalah dengan bermain. Yuk, ajak si kecil main bola! Berikut berbagai permainan yang bisa Moms dan Dads coba di rumah.

 

Hal yang perlu diperhatikan untuk bermain pada usia ini:

- Sudah bisa merespons saat mendengar namanya dipanggil

- Bisa melempar dan belajar menangkap

- Sudah bisa menggunakan kedua tangannya secara seimbang saat bermain

- Sudah bisa memindahkan benda menggunakan kedua tangannya

 

Bermain bowling dengan botol bekas

Bila si kecil tidak punya set permainan bola guling, tidak perlu khawatir. Buat saja sendiri di rumah. Sediakan bola dan botol-botol bekas, namun pilih yang dari plastik saja ya, jangan yang dari kaca. Botol-botol tersebut bisa diisi dengan air yang diberikan pewarna makanan supaya jadi warna-warni. Ajak si kecil bermain di permukaan datar atau di rumput, lalu gelindingkan bola ke arah botol-botol tersebut. Moms dan Dads pasti akan kagum melihat kemampuannya.

 

Baca juga:

Kuatkan Kaki Si Kecil Sambil Bermain

Bantu Si Kecil Menyalurkan Gerak Aktifnya dengan Bermain

Stimulasi Aktif untuk Anak Pasif


Masukkan bola ke dalam keranjang

Ingin mengajarkan si kecil supaya ketika besar nanti, ia jadi jagoan dalam bermain basket? Mulailah dari permainan sederhana menggunakan keranjang dan bola-bola berukuran kecil—kira-kira sebesar telapak tangannya, jangan yang terlalu kecil. Moms bisa jaga si kecil, lalu Dads bisa memegang keranjang dengan memberi jarak di depannya. Minta si kecil untuk memasukkan bola-bola tersebut ke dalam keranjang. Perlebar jarak sedikit demi sedikit untuk melatih koordinasi gerak dan kekuatan melempar si kecil.

Variasi

Agar lebih terasa seperti bermain basket, bagian bawah keranjang bisa dibuat menjadi bolong. Selanjutnya, angkat sedikit sehingga si kecil bisa menikmati esensi dari bermain basket, yaitu bola dimasukkan ke dalam keranjang dan ketika jatuh, ia bisa menangkapnya lagi. Moms dan Dads juga bisa menggunakan hula hoops yang diposisikan vertikal, kemudian si kecil diajari melempar dengan mengangkat kedua tangannya melampaui kepala. Moms dan Dads bisa membantu memegang bola di atas kepala si kecil dan menirukannya agar si kecil bisa terbiasa dengan gerakan ini.


Bermain tenis dengan balon

Ada pemukul lalat di rumah? Gunakan sebagai raket, lalu siapkan beberapa balon (tiup secukupnya, tidak perlu sampai terlalu besar) untuk menjadi bola tenisnya, kemudian ajak si kecil menggerakan tangannya untuk memukul balon-balon tersebut. Lebih seru bila bermain di luar ruangan, supaya si kecil lebih bebas bergerak.

 

Sumber:

Pathways. Track your toddler's developmental milestones. Didapat dari: https://pathways.org/growth-development/19-24-months/milestones/

Listotic. 32 of the Best DIY Backyard Games. Didapat dari: http://www.listotic.com/32-best-diy-backyard-games/13/ 

Little Bins. (2015). Balloon Tennis Gross Motor Play Activity. Didapat dari: http://littlebinsforlittlehands.com/balloon-tennis-gross-motor-play-activity/ 


(Supervised by: Rumah Dandelion)

Bagikan Artikel ini

Akses ke Konten Edukasi Kodomo Challenge

Gratis Badge

Dapatkan Aktivitas Edukasi dan Video Edukasi yang dapat digunakan untuk menstimulus Si Kecil berkomunikasi, mengajarkan kebiasaan hidup, rasa percaya diri dan masih banyak lagi. Dapatkan secara GRATIS dan dapat diakses kapan saja. Daftar sekarang dan nikmati fasilitas FREE TRIAL dari Kodomo Challenge.

Free Trial Permainan

Rumah Dandelion

Agstreid

Agstried Elisabeth M.Psi.

Agstried Elisabeth M.Psi., Psikolog

Agstried adalah salah satu co-founder Rumah Dandelion. Sebagai seorang psikolog pendidikan, Agstried memiliki minat yang besar terhadap pola pengasuhan pada usia dini dan kaitannya terhadap keberhasilan anak di kehidupan. Pengalaman di bidang pendidikan usia dini sebagai psikolog asosiat di beberapa sekolah internasional, ditambah pengalaman mengajar sebagai dosen membuat Agstried menyadari pentingnya pola pengasuhan di awal kehidupan dewasa, sehingga ia semakin ingin terjun ke bidang pendidikan anak usia dini. Agstried berfokus pada isu-isu kematangan sekolah dan kaitannya dengan berbagai isu perilaku di sekolah

Binky

Binky Paramitha I., M.Psi.

Binky Paramitha I., M.Psi., Psikolog

Binky adalah seorang Psikolog Pendidikan yang menyelesaikan masa studinya di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Ia merupakan salah satu co-founder Rumah Dandelion. Selain itu, Binky juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Dunia pendidikan dan anak-anak adalah dua dunia yang sangat ia cintai. Baginya, pendidikan adalah hal penting dan perlu dialami oleh setiap orang, dan masa anak-anak adalah masa yang paling banyak mendapat paparan pendidikan, baik formal maupun informal. Walaupun sebenarnya, pendidikan dapat kita peroleh sepanjang hayat, dari siapa pun dan dari mana pun.

Nadya

Nadya Pramesrani, M.Psi.

Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog

Nadya merupakan psikolog klinik dewasa yang menyelesaikan studi profesinya di Universitas Indonesia. Ia telah berpraktik selama hampir 10 tahun dan banyak menangani kasus pernikahan, keluarga, persiapan menikah, dan kasus depresi serta gangguan emosi lainnya. Selain berpraktik, Nadya juga kerap menjadi narasumber untuk penulisan artikel di media-media digital dan mengisi acara talk show di televisi atau tanya jawab di radio. Dalam menangani kasus-kasus yang ada, Nadya kerap menggunakan prinsip-prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Solution Focused Brief Therapy. Ia juga memiliki memiliki latar belakang pendidikan untuk melakukan tes-tes psikologi terstandarisasi. Saat ini ia terdaftar sebagai anggota di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Orissa

Orissa Anggita, M.Psi.

Orissa Anggita, M.Psi., Psikolog

Kesenangan dan kepedulian Orissa pada dunia anak-anak semakin menguat setelah ia menjalani profesi psikolog dan menjadi ibu. Ia lulus cum laude dari program magister Psikologi UI dan punya berbagai pengalaman sebagai guru, dosen, fasilitator pelatihan, dan pembicara seminar dengan topik seputar pendidikan, perkembangan anak, dan pengasuhan. Orissa terlibat dalam pendirian Rumah Dandelion karena ia percaya bahwa anak dapat berkembang optimal bila mendapat stimulasi yang tepat, dan bila orang tua mau senantiasa aktif memperluas wawasan, mengasah keterampilan pengasuhan, dan mengubah pola perilakunya bila perlu.

Dokter Spesialis Anak

Agstreid

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A., Dokter Anak

dr. Dimple menempuh pendidikan kedokteran serta program spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Selain melakukan praktek di RSIA Bunda Menteng dan RS. Hermina Kemayoran, dr. Dimple juga membagikan informasi seputar kesehatan anak di media sosial lewat Instagram @happykids_id.

Binky

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A., Dokter Anak

dr. Putu merupakan dokter spesial anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya dengan pengalaman kerja di bidang kedokteran hampir 20 tahun. Sebelumnya ia juga pernah melakukan praktek di beberapa klinik anak. Pendidikan sarjana dan magisternya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Berkomunikasi dengan si Kecil Lewat Suara dan Sentuhan Komunikasi

Berkomunikasi dengan si Kecil Lewat Suara dan Sentuhan

Usia 0 bulan
Berkomunikasi dengan si kecil yang baru lahir dapat dilakukan lewat suara atau sentuhan. Sentuhan dan suara yang lembut adalah langkah awal untuk membangun hubungan antara orangtua dengan si kecil.

426

Berikan Stimulasi untuk Penglihatan dan Kepekaan si Kecil terhadap Sentuhan Komunikasi

Berikan Stimulasi untuk Penglihatan dan Kepekaan si Kecil terhadap Sentuhan

Usia 1 bulan
Di awal kelahirannya, penting bagi Moms dan Dads untuk selalu memberikan stimulasi dan sentuhan pada si kecil. Ia akan sangat bergairah saat Moms dan Dads memberikan stimulasi pada penglihatan dan sentuhan pada tubuhnya.

636

Melatih Respons si Kecil Melalui Permainan Komunikasi

Melatih Respons si Kecil Melalui Permainan

Usia 3 bulan
Saat berinteraksi melalui permainan, Moms maupun Dads dan si kecil akan saling mengenal satu sama lain dan dapat bermain dengan ekspresif. Beberapa permainan ini bahkan dapat melatih respons si kecil.

500

Buat si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini Komunikasi

Buat si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini

Usia 2 bulan
Pada masa ini, si kecil akan menganggap bahwa bermain dengan menggerakan tangan dan kaki itu menyenangkan. Moms dan Dads bisa membuatnya lebih aktif lagi dengan permainan ini.

 

3853