Komunikasi

3 Aktivitas dengan Air yang Menyenangkan untuk si Kecil

3 Aktivitas dengan Air yang Menyenangkan untuk si Kecil

Bagikan Artikel ini

1350901

Siapa tidak senang main air? Memasuki usia 19 bulan, biasanya balita sudah tahu apa yang ia inginkan dan ia bisa menentukan sendiri permainan apa yang ingin ia lakukan. Bermain dengan air memberikan sensasi tersendiri pada anak-anak. Mereka senang melihat percikan air, basah-basahan, sampai efek yang timbul ketika air dicampur dengan sabun sehingga membentuk gelembung sabun. Karena itu, Moms dan Dads perlu memilih kegiatan yang seru di luar ruangan supaya si kecil puas bermain.

 

Hal yang perlu diperhatikan untuk bermain pada usia ini:

- Anak sudah mulai tertarik untuk eksplorasi tempat bermain yang baru

- Kemampuan tubuh untuk bergerak semakin bertambah

- Menyukai tekstur baru

 

Mencuci bangku

Waktu yang dimiliki keluarga di akhir pekan biasanya lebih luang. Apabila ingin bersih-bersih, kali ini si kecil bisa diajak untuk berkontribusi. Mulai dari bangku-bangku kecilnya, boneka, mainan balok, dan sebagainya, bisa Moms dan Dads bawa ke luar untuk dicuci. Sediakan sabun dan berikan si kecil sponge untuk membersihkan bangkunya. Inti kegiatan bukan pada bersih atau tidaknya mainan, namun kemampuannya untuk bereksplorasi dengan air dan benda-benda di sekelilingnya.

 

Baca juga:

Aktivitas Bermain Ini Bantu Anak Mengenal Kerapian

Stimulasi Aktif untuk Anak Pasif

Serunya Bermain Bola untuk Melatih Motorik Si Kecil


Siram tanaman
Kegiatan menyiram tanaman mungkin membosankan bagi Moms atau Dads, namun tidak untuk si kecil. Ia akan senang diberikan penyiram tanaman yang bisa ia bawa dan pegang sendiri. Untuk itu, Moms dan Dads bisa menyediakan penyiram tanaman berukuran kecil, lalu ajak si kecil untuk menyiram tanaman yang ada di rumah. Bila hal ini dijadikan kebiasaan, maka ia akan belajar merawat dan menyayangi tanaman yang ada.

 

Bermain gelembung sabun (bubbles)

Bermain gelembung sabun tidak akan pernah terasa membosankan. Ia akan belajar tentang sebab dan akibat, yaitu air yang dicampur dengan sabun akan memberikan efek lain, berupa balon-balon yang berterbangan, sesuai dengan ukuran alat yang digunakan. Moms dan Dads bisa menggunakan alat seperti kawat atau raket bekas yang senarnya sudah dilepas, sehingga bisa membuat balon berukuran besar. Agar lebih seru, Moms dan Dads bisa mengajak si kecil mengejar balon di atas rumput. Ajak juga si kecil bermain tepuk gelembung sabun, yang dapat melatih koordinasi mata, tangan, dan perencanaan geraknya saat si kecil mengejar gelembung yang beterbangan tertiup angin.

 

Sumber:

Dana Sullivan. (2016). Your 14-month-old's behavior: Testing limits -- and your patience. Didapat dari: https://www.babycenter.com/0_your-14-month-olds-behavior-testing-limits-and-your-patience_1213390.bc

Evonne Lack. (2017). Toddler game: Follow that bubble. Didapat dari: https://www.babycenter.com/0_toddler-game-follow-that-bubble_10309528.bc

 

(Supervised by: Rumah Dandelion)

Bagikan Artikel ini

Akses ke Konten Edukasi Kodomo Challenge

Gratis Badge

Dapatkan Aktivitas Edukasi dan Video Edukasi yang dapat digunakan untuk menstimulus Si Kecil berkomunikasi, mengajarkan kebiasaan hidup, rasa percaya diri dan masih banyak lagi. Dapatkan secara GRATIS dan dapat diakses kapan saja. Daftar sekarang dan nikmati fasilitas FREE TRIAL dari Kodomo Challenge.

Free Trial Permainan

Rumah Dandelion

Agstreid

Agstried Elisabeth M.Psi.

Agstried Elisabeth M.Psi., Psikolog

Agstried adalah salah satu co-founder Rumah Dandelion. Sebagai seorang psikolog pendidikan, Agstried memiliki minat yang besar terhadap pola pengasuhan pada usia dini dan kaitannya terhadap keberhasilan anak di kehidupan. Pengalaman di bidang pendidikan usia dini sebagai psikolog asosiat di beberapa sekolah internasional, ditambah pengalaman mengajar sebagai dosen membuat Agstried menyadari pentingnya pola pengasuhan di awal kehidupan dewasa, sehingga ia semakin ingin terjun ke bidang pendidikan anak usia dini. Agstried berfokus pada isu-isu kematangan sekolah dan kaitannya dengan berbagai isu perilaku di sekolah

Binky

Binky Paramitha I., M.Psi.

Binky Paramitha I., M.Psi., Psikolog

Binky adalah seorang Psikolog Pendidikan yang menyelesaikan masa studinya di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Ia merupakan salah satu co-founder Rumah Dandelion. Selain itu, Binky juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Dunia pendidikan dan anak-anak adalah dua dunia yang sangat ia cintai. Baginya, pendidikan adalah hal penting dan perlu dialami oleh setiap orang, dan masa anak-anak adalah masa yang paling banyak mendapat paparan pendidikan, baik formal maupun informal. Walaupun sebenarnya, pendidikan dapat kita peroleh sepanjang hayat, dari siapa pun dan dari mana pun.

Nadya

Nadya Pramesrani, M.Psi.

Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog

Nadya merupakan psikolog klinik dewasa yang menyelesaikan studi profesinya di Universitas Indonesia. Ia telah berpraktik selama hampir 10 tahun dan banyak menangani kasus pernikahan, keluarga, persiapan menikah, dan kasus depresi serta gangguan emosi lainnya. Selain berpraktik, Nadya juga kerap menjadi narasumber untuk penulisan artikel di media-media digital dan mengisi acara talk show di televisi atau tanya jawab di radio. Dalam menangani kasus-kasus yang ada, Nadya kerap menggunakan prinsip-prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Solution Focused Brief Therapy. Ia juga memiliki memiliki latar belakang pendidikan untuk melakukan tes-tes psikologi terstandarisasi. Saat ini ia terdaftar sebagai anggota di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Orissa

Orissa Anggita, M.Psi.

Orissa Anggita, M.Psi., Psikolog

Kesenangan dan kepedulian Orissa pada dunia anak-anak semakin menguat setelah ia menjalani profesi psikolog dan menjadi ibu. Ia lulus cum laude dari program magister Psikologi UI dan punya berbagai pengalaman sebagai guru, dosen, fasilitator pelatihan, dan pembicara seminar dengan topik seputar pendidikan, perkembangan anak, dan pengasuhan. Orissa terlibat dalam pendirian Rumah Dandelion karena ia percaya bahwa anak dapat berkembang optimal bila mendapat stimulasi yang tepat, dan bila orang tua mau senantiasa aktif memperluas wawasan, mengasah keterampilan pengasuhan, dan mengubah pola perilakunya bila perlu.

Dokter Spesialis Anak

Agstreid

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A., Dokter Anak

dr. Dimple menempuh pendidikan kedokteran serta program spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Selain melakukan praktek di RSIA Bunda Menteng dan RS. Hermina Kemayoran, dr. Dimple juga membagikan informasi seputar kesehatan anak di media sosial lewat Instagram @happykids_id.

Binky

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A., Dokter Anak

dr. Putu merupakan dokter spesial anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya dengan pengalaman kerja di bidang kedokteran hampir 20 tahun. Sebelumnya ia juga pernah melakukan praktek di beberapa klinik anak. Pendidikan sarjana dan magisternya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Berkomunikasi dengan si Kecil Lewat Suara dan Sentuhan Komunikasi

Berkomunikasi dengan si Kecil Lewat Suara dan Sentuhan

Usia 0 bulan
Berkomunikasi dengan si kecil yang baru lahir dapat dilakukan lewat suara atau sentuhan. Sentuhan dan suara yang lembut adalah langkah awal untuk membangun hubungan antara orangtua dengan si kecil.

394

Berikan Stimulasi untuk Penglihatan dan Kepekaan si Kecil terhadap Sentuhan Komunikasi

Berikan Stimulasi untuk Penglihatan dan Kepekaan si Kecil terhadap Sentuhan

Usia 1 bulan
Di awal kelahirannya, penting bagi Moms dan Dads untuk selalu memberikan stimulasi dan sentuhan pada si kecil. Ia akan sangat bergairah saat Moms dan Dads memberikan stimulasi pada penglihatan dan sentuhan pada tubuhnya.

605

Melatih Respons si Kecil Melalui Permainan Komunikasi

Melatih Respons si Kecil Melalui Permainan

Usia 3 bulan
Saat berinteraksi melalui permainan, Moms maupun Dads dan si kecil akan saling mengenal satu sama lain dan dapat bermain dengan ekspresif. Beberapa permainan ini bahkan dapat melatih respons si kecil.

475

Buat si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini Komunikasi

Buat si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini

Usia 2 bulan
Pada masa ini, si kecil akan menganggap bahwa bermain dengan menggerakan tangan dan kaki itu menyenangkan. Moms dan Dads bisa membuatnya lebih aktif lagi dengan permainan ini.

 

3798