Komunikasi

Buat si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini

Buat si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini

Bagikan Artikel ini

3799

Pada masa ini, si kecil akan menganggap bahwa bermain dengan menggerakan tangan dan kaki itu menyenangkan.

 

Cara bermain dengan si kecil pada masa ini:

- Menggerakkan kaki dan tangan si kecil sambil bersenang-senang

- Bermain di bak mandi untuk membuat si kecil menyukai mandi dan bermain air

- Bermain dengan saling menikmati reaksi satu sama lain

  

1. Ajak si kecil bermain seolah-olah sedang berjalan kaki

a. Pegang kaki si kecil dan gerakkan ke depan dan ke belakang

Permainan ini sangat sederhana. Moms dan Dads cukup memegang kaki si kecil dengan lembut, kemudian menggerakkan ke depan dan ke belakang, dengan posisinya tetap berbaring. Permainan ini dapat menenangkan hati dan badannya. Sambil melakukan ini, tatap mata si kecil dan ajak ia berbicara dengan menyuarakan langkah kakinya.

b. Lakukan dengan lembut dan berirama

Hindari menggerakkan kaki si kecil terlalu kasar. Gerakkan kakinya dengan lembut dan berirama. Apabila si kecil menunjukkan ekspresi yang baik, berarti ia menikmati permainan ini.

c. Tangkap tendangan si kecil

Jika Moms dan Dads menekan bagian telapak kaki si kecil, ia akan belajar menyadari keberadaan kakinya sendiri. Menangkap tendangan kuat si kecil dengan tangan juga merupakan cara yang dapat Moms dan Dads lakukan untuk berkomunikasi dengan si kecil.

 

Variasi

Silangkan kaki si kecil secara bergantian

Pegang kaki si kecil, kemudian silangkan perlahan kaki kanan-kirinya secara bergantian seakan sedang mengarah ke atas. Hindarilah memaksakan kaki si kecil untuk menyilang terlalu dalam.

 

2. Memandikan si kecil sambil mengajaknya bermain

a. Jadikan si kecil terbiasa dan merasa dekat dengan air

Moms dan Dads dapat membuat suasana mandi lebih menyenangkan agar si kecil suka mandi dan tidak takut terhadap air. Ini merupakan kesempatan untuk relaksasi sekaligus membangun komunikasi antara orang tua dan anak.

b. Gunakan mainan atau menepuk permukaan air

Untuk mengajak si kecil bermain saat mandi, Moms dan Dads bisa mengawalinya dengan memukul permukaan air di bak mandi dengan tangan. Lakukan ini dengan pelan agar tidak mengagetkan si kecil. Ajak si kecil untuk ikut menepuk permukaan air. Cipratan dan gelombang air yang tercipta dari permainan ini akan menjadi pengalaman baru bagi si kecil.

 

Baca juga:

Melatih Respons Si Kecil Melalui Permainan

Permainan Baru yang Bisa Dilakukan Bersama Si Kecil

Melatih Kepekaan Panca Indra Si Kecil Melalui Permainan

 

3. Menyanyikan lagu dan memainkan tangan si kecil 

a. Buatlah kontak dengan si kecil semakin menyenangkan

Lagu-lagu bayi dapat diterima dengan nyaman oleh pendengaran si kecil karena irama dan liriknya yang sederhana. Ajak si kecil bernyanyi sambil bermain untuk menciptakan ikatan yang kuat antara orang tua dan anak, ingatlah untuk terus menatap mata si kecil.

b. Menggerakkan dan memperlihatkan tangan si kecil

Si kecil masih belum bisa bermain sendiri. Oleh karena itu, Moms dan Dads bisa memperlihatkan gerakan atau memandu si kecil untuk memainkan permainan yang menggunakan tangan. Si kecil akan sangat senang jika Moms dan Dads menggerakkan atau menyentuhkan tangannya ke badannya sesuai dengan irama lagu yang dinyanyikan, misalnya dengan lagu “Pok Ame-ame”. Lakukan hal ini dengan lembut dan tidak perlu memaksa menggerakkan tangan si kecil.

 

4. Mengajak si kecil bermain cilukba 

a. Berbicaralah dengan si kecil jika bertemu pandang dengannya

Di Indonesia, permainan ini sudah sangat umum dilakukan pada bayi. Mulailah dengan menutup mata menggunakan tangan kemudian membukanya sambil berseru “Ba..!”. Sesekali, ubahlah selang waktu antara ciluk dan ba, serta berikan ekspresi dan suara yang berbeda untuk menjadikan permainan ini lebih menyenangkan. Saat mata Moms dan Dads bertemu pandang dengan si kecil, ajak ia berbicara dengan mengatakan “Halo..”, “Eh ketemu!”, dan lain-lain.

b. Jawab setiap ocehan yang dilontarkan si kecil

Tentu ada kalanya si kecil bereaksi dengan mengeluarkan suara-suara. Berikan respons terhadap ucapan-ucapannya itu dengan “aaaa…uuu”, atau bisa juga dengan menjawab “apa?”, “iya..”, dan sebagainya.

 

Variasi

Apabila Moms dan Dads bereaksi terhadap setiap perbuatannya, si kecil akan sangat merasa senang. Hal tersebut dapat mengembangkan keinginannya untuk menjalin komunikasi. Moms dan Dads pastinya ingin kemampuan komunikasi si kecil terus berkembang, kan?

 

(Supervised by: Rumah Dandelion)

Bagikan Artikel ini

Akses ke Konten Edukasi Kodomo Challenge

Gratis Badge

Dapatkan Aktivitas Edukasi dan Video Edukasi yang dapat digunakan untuk menstimulus Si Kecil berkomunikasi, mengajarkan kebiasaan hidup, rasa percaya diri dan masih banyak lagi. Dapatkan secara GRATIS dan dapat diakses kapan saja. Daftar sekarang dan nikmati fasilitas FREE TRIAL dari Kodomo Challenge.

Free Trial Permainan

Rumah Dandelion

Agstreid

Agstried Elisabeth M.Psi.

Agstried Elisabeth M.Psi., Psikolog

Agstried adalah salah satu co-founder Rumah Dandelion. Sebagai seorang psikolog pendidikan, Agstried memiliki minat yang besar terhadap pola pengasuhan pada usia dini dan kaitannya terhadap keberhasilan anak di kehidupan. Pengalaman di bidang pendidikan usia dini sebagai psikolog asosiat di beberapa sekolah internasional, ditambah pengalaman mengajar sebagai dosen membuat Agstried menyadari pentingnya pola pengasuhan di awal kehidupan dewasa, sehingga ia semakin ingin terjun ke bidang pendidikan anak usia dini. Agstried berfokus pada isu-isu kematangan sekolah dan kaitannya dengan berbagai isu perilaku di sekolah

Binky

Binky Paramitha I., M.Psi.

Binky Paramitha I., M.Psi., Psikolog

Binky adalah seorang Psikolog Pendidikan yang menyelesaikan masa studinya di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Ia merupakan salah satu co-founder Rumah Dandelion. Selain itu, Binky juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Dunia pendidikan dan anak-anak adalah dua dunia yang sangat ia cintai. Baginya, pendidikan adalah hal penting dan perlu dialami oleh setiap orang, dan masa anak-anak adalah masa yang paling banyak mendapat paparan pendidikan, baik formal maupun informal. Walaupun sebenarnya, pendidikan dapat kita peroleh sepanjang hayat, dari siapa pun dan dari mana pun.

Nadya

Nadya Pramesrani, M.Psi.

Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog

Nadya merupakan psikolog klinik dewasa yang menyelesaikan studi profesinya di Universitas Indonesia. Ia telah berpraktik selama hampir 10 tahun dan banyak menangani kasus pernikahan, keluarga, persiapan menikah, dan kasus depresi serta gangguan emosi lainnya. Selain berpraktik, Nadya juga kerap menjadi narasumber untuk penulisan artikel di media-media digital dan mengisi acara talk show di televisi atau tanya jawab di radio. Dalam menangani kasus-kasus yang ada, Nadya kerap menggunakan prinsip-prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Solution Focused Brief Therapy. Ia juga memiliki memiliki latar belakang pendidikan untuk melakukan tes-tes psikologi terstandarisasi. Saat ini ia terdaftar sebagai anggota di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Orissa

Orissa Anggita, M.Psi.

Orissa Anggita, M.Psi., Psikolog

Kesenangan dan kepedulian Orissa pada dunia anak-anak semakin menguat setelah ia menjalani profesi psikolog dan menjadi ibu. Ia lulus cum laude dari program magister Psikologi UI dan punya berbagai pengalaman sebagai guru, dosen, fasilitator pelatihan, dan pembicara seminar dengan topik seputar pendidikan, perkembangan anak, dan pengasuhan. Orissa terlibat dalam pendirian Rumah Dandelion karena ia percaya bahwa anak dapat berkembang optimal bila mendapat stimulasi yang tepat, dan bila orang tua mau senantiasa aktif memperluas wawasan, mengasah keterampilan pengasuhan, dan mengubah pola perilakunya bila perlu.

Dokter Spesialis Anak

Agstreid

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A., Dokter Anak

dr. Dimple menempuh pendidikan kedokteran serta program spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Selain melakukan praktek di RSIA Bunda Menteng dan RS. Hermina Kemayoran, dr. Dimple juga membagikan informasi seputar kesehatan anak di media sosial lewat Instagram @happykids_id.

Binky

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A., Dokter Anak

dr. Putu merupakan dokter spesial anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya dengan pengalaman kerja di bidang kedokteran hampir 20 tahun. Sebelumnya ia juga pernah melakukan praktek di beberapa klinik anak. Pendidikan sarjana dan magisternya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Berkomunikasi dengan si Kecil Lewat Suara dan Sentuhan Komunikasi

Berkomunikasi dengan si Kecil Lewat Suara dan Sentuhan

Usia 0 bulan
Berkomunikasi dengan si kecil yang baru lahir dapat dilakukan lewat suara atau sentuhan. Sentuhan dan suara yang lembut adalah langkah awal untuk membangun hubungan antara orangtua dengan si kecil.

394

Berikan Stimulasi untuk Penglihatan dan Kepekaan si Kecil terhadap Sentuhan Komunikasi

Berikan Stimulasi untuk Penglihatan dan Kepekaan si Kecil terhadap Sentuhan

Usia 1 bulan
Di awal kelahirannya, penting bagi Moms dan Dads untuk selalu memberikan stimulasi dan sentuhan pada si kecil. Ia akan sangat bergairah saat Moms dan Dads memberikan stimulasi pada penglihatan dan sentuhan pada tubuhnya.

605

Melatih Respons si Kecil Melalui Permainan Komunikasi

Melatih Respons si Kecil Melalui Permainan

Usia 3 bulan
Saat berinteraksi melalui permainan, Moms maupun Dads dan si kecil akan saling mengenal satu sama lain dan dapat bermain dengan ekspresif. Beberapa permainan ini bahkan dapat melatih respons si kecil.

475

Melatih Kepekaan Panca Indra si Kecil Melalui Permainan Komunikasi

Melatih Kepekaan Panca Indra si Kecil Melalui Permainan

Usia 4 bulan
Di usia ini si kecil mulai menunjukkan minat terhadap sekelilingnya. Minat ini muncul dari rangsangan melalui indra penglihatan, pendengaran, dan peraba.

6174