Komunikasi

Berikan Stimulasi untuk Penglihatan dan Kepekaan si Kecil terhadap Sentuhan

Berikan Stimulasi untuk Penglihatan dan Kepekaan si Kecil terhadap Sentuhan

Bagikan Artikel ini

605

Si kecil akan sangat bergairah saat Moms dan Dads memberikan stimulasi pada penglihatan dan sentuhan pada tubuhnya.

 

Yang perlu Moms dan Dads perhatikan saat bermain dengan si kecil pada usia ini:

- Berikan sentuhan dalam berbagai kesempatan

- Hanya dengan memandang saja sudah bisa menjadi permainan

- Buat si kecil merasakan cahaya dan udara di luar ruangan

 

1. Ajak si kecil bermain dengan membuat suara gelembung di perutnya

a. Tempelkan mulut Moms dan Dads pada perut si kecil sambil membuang napas dari mulut

Moms dan Dads dapat melakukannya dengan menempelkan mulut pada perut si kecil kemudian membuang napas dari mulut hingga mengeluarkan suara “bububu” seperti gelembung. Dengan permainan ini, Moms dan Dads serta si kecil dapat berinteraksi dengan rasa geli dan suara geli yang ditimbulkan. Jika hal ini sering dilakukan bersama, maka akan terbentuk ikatan batin yang kuat antara Moms, Dads, dan si kecil.

b. Biasakan untuk ikut tertawa bersama si kecil

Pada dasarnya kebahagiaan itu menular. Maka dari itu, Moms dan Dads perlu terlihat senang untuk menularkan kebahagiaan kepada si kecil. Yuk, nikmati kebersamaan dengan si kecil sepuasnya!

 

Variasi

- Lakukan permainan jari berjalan

Selain membuat suara gelembung pada perut si kecil, Moms dan Dads juga bisa melakukan permainan jari berjalan. Gunakan dua jari tangan seakan menjadi orang yang berjalan-jalan di atas perut, perut samping, telapak kaki, dan tempat lain di badan si kecil. Sebaiknya stimulasi ini dilakukan sambil tersenyum dan berbicara dengan si kecil agar ia merasa nyaman.

- Jadikan waktu mengganti popok lebih menyenangkan

Ajak si kecil berkomunikasi melalui sentuhan yang menyenangkan di saat memakaikan atau mengganti popoknya. Berikan pijatan sambil lemaskan kakinya. Si kecil akan lebih riang saat kegiatan ini dilakukan.

 

2. Berikan stimulasi pada indra penglihatan si kecil dengan mainan

a. Perlihatkan mainan berwarna cerah dan mencolok

Si kecil akan senang jika diperlihatkan mainan dengan warna mencolok seperti merah, kuning, oranye, atau hijau. Usahakan mainan hanya memiliki 1 atau 2 warna yang kontras, seperti hitam-merah sehingga si kecil dapat lebih fokus melihat mainan tersebut. Saat usianya memasuki 3-4 bulan, matanya akan lebih peka sehingga bisa mengikuti gerakan mainan yang diarahkan ke kanan dan ke kiri.

b. Belajar memfokuskan si kecil pada satu objek

Memperlihatkan sambil menggerak-gerakkan mainan dapat menstimulasi mata si kecil agar lebih peka. Namun, sebaiknya lakukan hal ini secara perlahan dengan memainkan 1 mainan saja, karena jika memperlihatkan berbagai mainan sekaligus dapat membuat otak si kecil cepat lelah.

 

Variasi

Moms dapat membuat mainan gantung sendiri

Gambar pola sederhana pada bulatan kertas dan pasang 4 buah pita di sekelilingnya, kemudian gantung di langit-langit. Mainan gantung sederhana buatan tangan ini bisa dimainkan dengan sedikit memutarnya menggunakan tangan.

 

Baca juga:

Buat si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini

Berkomunikasi dengan si Kecil Lewat Suara dan Sentuhan

Melatih Respons si Kecil Melalui Permainan

 

3. Biarkan si kecil mengenal dunia luar

Hal ini dapat Moms dan Dads lakukan dengan membuka jendela kamar dan mengajak si kecil berbicara sambil melihat pemandangan di luar jendela. Ceritakan tentang hal-hal yang dilihat dan didengar si kecil, seperti suara kicauan burung, cahaya matahari, bunyi angin, daun yang bergoyang, dan lain sebagainya. Dengan melakukan hal tersebut, Moms dan Dads dapat menanamkan minat pada si kecil terhadap lingkungan sekitarnya.

 

Variasi

Ajak si kecil menikmati hangatnya matahari pagi untuk membantu membentuk ritme hidupnya

Pada usia ini, si kecil masih belum bisa membedakan siang dan malam. Salah satu cara membentuk ritme hidup yang akan berpengaruh besar pada perkembangannya adalah dengan membiarkannya terkena cahaya matahari pagi. Cara melakukan hal ini cukup mudah, buka jendela kamar dan ajak si kecil berkomunikasi sambil bermandikan cahaya pagi hari dari luar jendela.

 

(Supervised by: Rumah Dandelion)

Bagikan Artikel ini

Akses ke Konten Edukasi Kodomo Challenge

Gratis Badge

Dapatkan Aktivitas Edukasi dan Video Edukasi yang dapat digunakan untuk menstimulus Si Kecil berkomunikasi, mengajarkan kebiasaan hidup, rasa percaya diri dan masih banyak lagi. Dapatkan secara GRATIS dan dapat diakses kapan saja. Daftar sekarang dan nikmati fasilitas FREE TRIAL dari Kodomo Challenge.

Free Trial Permainan

Rumah Dandelion

Agstreid

Agstried Elisabeth M.Psi.

Agstried Elisabeth M.Psi., Psikolog

Agstried adalah salah satu co-founder Rumah Dandelion. Sebagai seorang psikolog pendidikan, Agstried memiliki minat yang besar terhadap pola pengasuhan pada usia dini dan kaitannya terhadap keberhasilan anak di kehidupan. Pengalaman di bidang pendidikan usia dini sebagai psikolog asosiat di beberapa sekolah internasional, ditambah pengalaman mengajar sebagai dosen membuat Agstried menyadari pentingnya pola pengasuhan di awal kehidupan dewasa, sehingga ia semakin ingin terjun ke bidang pendidikan anak usia dini. Agstried berfokus pada isu-isu kematangan sekolah dan kaitannya dengan berbagai isu perilaku di sekolah

Binky

Binky Paramitha I., M.Psi.

Binky Paramitha I., M.Psi., Psikolog

Binky adalah seorang Psikolog Pendidikan yang menyelesaikan masa studinya di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Ia merupakan salah satu co-founder Rumah Dandelion. Selain itu, Binky juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Dunia pendidikan dan anak-anak adalah dua dunia yang sangat ia cintai. Baginya, pendidikan adalah hal penting dan perlu dialami oleh setiap orang, dan masa anak-anak adalah masa yang paling banyak mendapat paparan pendidikan, baik formal maupun informal. Walaupun sebenarnya, pendidikan dapat kita peroleh sepanjang hayat, dari siapa pun dan dari mana pun.

Nadya

Nadya Pramesrani, M.Psi.

Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog

Nadya merupakan psikolog klinik dewasa yang menyelesaikan studi profesinya di Universitas Indonesia. Ia telah berpraktik selama hampir 10 tahun dan banyak menangani kasus pernikahan, keluarga, persiapan menikah, dan kasus depresi serta gangguan emosi lainnya. Selain berpraktik, Nadya juga kerap menjadi narasumber untuk penulisan artikel di media-media digital dan mengisi acara talk show di televisi atau tanya jawab di radio. Dalam menangani kasus-kasus yang ada, Nadya kerap menggunakan prinsip-prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Solution Focused Brief Therapy. Ia juga memiliki memiliki latar belakang pendidikan untuk melakukan tes-tes psikologi terstandarisasi. Saat ini ia terdaftar sebagai anggota di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Orissa

Orissa Anggita, M.Psi.

Orissa Anggita, M.Psi., Psikolog

Kesenangan dan kepedulian Orissa pada dunia anak-anak semakin menguat setelah ia menjalani profesi psikolog dan menjadi ibu. Ia lulus cum laude dari program magister Psikologi UI dan punya berbagai pengalaman sebagai guru, dosen, fasilitator pelatihan, dan pembicara seminar dengan topik seputar pendidikan, perkembangan anak, dan pengasuhan. Orissa terlibat dalam pendirian Rumah Dandelion karena ia percaya bahwa anak dapat berkembang optimal bila mendapat stimulasi yang tepat, dan bila orang tua mau senantiasa aktif memperluas wawasan, mengasah keterampilan pengasuhan, dan mengubah pola perilakunya bila perlu.

Dokter Spesialis Anak

Agstreid

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A., Dokter Anak

dr. Dimple menempuh pendidikan kedokteran serta program spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Selain melakukan praktek di RSIA Bunda Menteng dan RS. Hermina Kemayoran, dr. Dimple juga membagikan informasi seputar kesehatan anak di media sosial lewat Instagram @happykids_id.

Binky

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A., Dokter Anak

dr. Putu merupakan dokter spesial anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya dengan pengalaman kerja di bidang kedokteran hampir 20 tahun. Sebelumnya ia juga pernah melakukan praktek di beberapa klinik anak. Pendidikan sarjana dan magisternya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Berkomunikasi dengan si Kecil Lewat Suara dan Sentuhan Komunikasi

Berkomunikasi dengan si Kecil Lewat Suara dan Sentuhan

Usia 0 bulan
Berkomunikasi dengan si kecil yang baru lahir dapat dilakukan lewat suara atau sentuhan. Sentuhan dan suara yang lembut adalah langkah awal untuk membangun hubungan antara orangtua dengan si kecil.

394

Melatih Respons si Kecil Melalui Permainan Komunikasi

Melatih Respons si Kecil Melalui Permainan

Usia 3 bulan
Saat berinteraksi melalui permainan, Moms maupun Dads dan si kecil akan saling mengenal satu sama lain dan dapat bermain dengan ekspresif. Beberapa permainan ini bahkan dapat melatih respons si kecil.

475

Buat si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini Komunikasi

Buat si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini

Usia 2 bulan
Pada masa ini, si kecil akan menganggap bahwa bermain dengan menggerakan tangan dan kaki itu menyenangkan. Moms dan Dads bisa membuatnya lebih aktif lagi dengan permainan ini.

 

3798

Melatih Kepekaan Panca Indra si Kecil Melalui Permainan Komunikasi

Melatih Kepekaan Panca Indra si Kecil Melalui Permainan

Usia 4 bulan
Di usia ini si kecil mulai menunjukkan minat terhadap sekelilingnya. Minat ini muncul dari rangsangan melalui indra penglihatan, pendengaran, dan peraba.

6174