Komunikasi

Berkomunikasi dengan si Kecil Lewat Suara dan Sentuhan

Berkomunikasi dengan si Kecil Lewat Suara dan Sentuhan

Bagikan Artikel ini

394

Sentuhan dan suara yang lembut adalah langkah awal untuk membangun hubungan antara orangtua dengan si kecil.

 

Poin penting mengajak si kecil bermain pada masa ini:

- Membuat si kecil mengenal dan menyukai Moms dan Dads melalui sentuhan

- Sapaan hangat dan senyuman lembut dapat mendekatkan Moms dan Dads dengan si kecil

- Pelukan yang hangat membuat si kecil merasa aman dan tenang

 

1. Mulai dengan menyentuh pipi si kecil

a. Sentuh wajah si kecil dengan lembut

Secara alamiah, Moms dan Dads pasti ingin menyentuh wajah si kecil. Sentuhlah wajah si kecil secara lembut dan berirama, namun berhati-hatilah agar kuku Moms dan Dads tidak melukai wajah mungilnya.

b. Tatap mata si kecil dan berbicaralah secara perlahan

Setelah lahir, telinga si kecil sudah dapat berfungsi dengan baik. Ia dapat mendengar dengan jelas suara-suara yang ada di sekitarnya. Si kecil akan merasa senang jika Moms dan Dads berbicara dengannya, terutama dengan suara bernada tinggi namun lembut. Biasanya, secara refleks orang dewasa selalu menggunakan suara bernada tinggi saat berbicara dengan bayi.

c. Senyuman Moms dan Dads adalah gizi bagi si kecil

Saat melihat senyuman Moms dan Dads, si kecil akan sangat merasa aman dan dicintai. Teruslah perlihatkan senyuman hangat yang dapat menjadi kekuatan bagi si kecil.

 

Variasi

Berkomunikasi melalui sentuhan dengan si kecil dapat juga dilakukan dengan banyak mengelus kepalanya dengan lembut

Walaupun Dads sangat sibuk bekerja, sempatkanlah untuk selalu berkomunikasi dengan si kecil sebelum berangkat kerja. Lakukanlah dengan cara mengelus kepalanya dan mengatakan “Papa berangkat dulu, ya.” Apabila si kecil tampak masih mengantuk, berikan sentuhan yang lebih halus agar tidak membangunkannya.

 

2. Ayun-ayun si kecil dan iringi dengan lagu

a. Gendong si kecil secara menyamping

New Moms dan Dads mungkin akan sedikit grogi karena belum terbiasa menggendong bayi. Tapi, tak ada salahnya jika terus berlatih melakukannya. Gendong si kecil dengan posisi lengan seakan sedang menyelimutinya agar ia merasa lebih nyaman dan tenang.

b. Ayun si kecil dengan santai

Moms dan Dads dapat melakukan hal ini dengan mudah. Lakukan dengan cara mengayunkan badan ke kanan dan ke kiri. Ketika melakukan hal ini, secara alami perasaan Moms dan Dads akan tersampaikan kepada si kecil.

c. Iringi dengan lagu, baik yang dinyanyikan sendiri maupun dari CD

Pada usia ini, si kecil akan lebih menyukai lagu dengan suara lembut dibandingkan lagu atau musik yang keras. Saat sedang menimang si kecil, Moms dan Dads tak harus mengiringinya dengan lagu khusus untuk anak. Bisa juga dengan menyanyikan lagu favorit Moms atau Dads.

 

Variasi

Sebaiknya hindari mengayun si kecil terlalu kencang atau memperdengarkan suara yang terlalu keras.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menimang si kecil pada masa ini:

- Sangga bagian leher si kecil dengan baik

- Hindari mengayun terlalu kencang dan memaksa menggerakkan tubuhnya

- Hindari menekan ubun-ubun si kecil terlalu kencang

- Singkirkan barang-barang yang dapat menyumbat mulut atau hidung si kecil di sekitar tempat tidurnya

 

Baca juga:

Berikan Stimulasi untuk Penglihatan dan Kepekaan Si Kecil terhadap Sentuhan

Buat Si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini

Gunakan 3 Cara Ini untuk Mengembangkan Keingintahuan Si Kecil

 

3. Menidurkan si kecil di atas perut Moms atau Dads

a. Hadapkan wajah si kecil ke samping dan angkat ia ke atas perut

Moms atau Dads tidur telentang, kemudian peluk si kecil dengan posisi tidur di atas perut dan posisi kepalanya menghadap ke samping. Berhati-hatilah karena leher si kecil masih ringkih.

b. Lakukan hal ini dengan tenang

Resapi saat-saat hangat yang hanya bisa dinikmati bersama si kecil di masa ini. Si kecil akan merasa nyaman ketika Moms dan Dads melakukannya dengan tenang.

 

Variasi

Bisa juga mengayunkan si kecil di pangkuan Moms dan Dads sambil menyangga kepalanya

Letakkan si kecil ke pangkuan Moms dan Dads sambil menyangga kepala dan badannya, kemudian goyangkan lutut Moms dan Dads sedikit ke kanan dan ke kiri untuk mengayunnya seolah-olah menyerupai ayunan.

 

(Supervised by: Rumah Dandelion)

Bagikan Artikel ini

Akses ke Konten Edukasi Kodomo Challenge

Gratis Badge

Dapatkan Aktivitas Edukasi dan Video Edukasi yang dapat digunakan untuk menstimulus Si Kecil berkomunikasi, mengajarkan kebiasaan hidup, rasa percaya diri dan masih banyak lagi. Dapatkan secara GRATIS dan dapat diakses kapan saja. Daftar sekarang dan nikmati fasilitas FREE TRIAL dari Kodomo Challenge.

Free Trial Permainan

Rumah Dandelion

Agstreid

Agstried Elisabeth M.Psi.

Agstried Elisabeth M.Psi., Psikolog

Agstried adalah salah satu co-founder Rumah Dandelion. Sebagai seorang psikolog pendidikan, Agstried memiliki minat yang besar terhadap pola pengasuhan pada usia dini dan kaitannya terhadap keberhasilan anak di kehidupan. Pengalaman di bidang pendidikan usia dini sebagai psikolog asosiat di beberapa sekolah internasional, ditambah pengalaman mengajar sebagai dosen membuat Agstried menyadari pentingnya pola pengasuhan di awal kehidupan dewasa, sehingga ia semakin ingin terjun ke bidang pendidikan anak usia dini. Agstried berfokus pada isu-isu kematangan sekolah dan kaitannya dengan berbagai isu perilaku di sekolah

Binky

Binky Paramitha I., M.Psi.

Binky Paramitha I., M.Psi., Psikolog

Binky adalah seorang Psikolog Pendidikan yang menyelesaikan masa studinya di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Ia merupakan salah satu co-founder Rumah Dandelion. Selain itu, Binky juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Dunia pendidikan dan anak-anak adalah dua dunia yang sangat ia cintai. Baginya, pendidikan adalah hal penting dan perlu dialami oleh setiap orang, dan masa anak-anak adalah masa yang paling banyak mendapat paparan pendidikan, baik formal maupun informal. Walaupun sebenarnya, pendidikan dapat kita peroleh sepanjang hayat, dari siapa pun dan dari mana pun.

Nadya

Nadya Pramesrani, M.Psi.

Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog

Nadya merupakan psikolog klinik dewasa yang menyelesaikan studi profesinya di Universitas Indonesia. Ia telah berpraktik selama hampir 10 tahun dan banyak menangani kasus pernikahan, keluarga, persiapan menikah, dan kasus depresi serta gangguan emosi lainnya. Selain berpraktik, Nadya juga kerap menjadi narasumber untuk penulisan artikel di media-media digital dan mengisi acara talk show di televisi atau tanya jawab di radio. Dalam menangani kasus-kasus yang ada, Nadya kerap menggunakan prinsip-prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Solution Focused Brief Therapy. Ia juga memiliki memiliki latar belakang pendidikan untuk melakukan tes-tes psikologi terstandarisasi. Saat ini ia terdaftar sebagai anggota di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Orissa

Orissa Anggita, M.Psi.

Orissa Anggita, M.Psi., Psikolog

Kesenangan dan kepedulian Orissa pada dunia anak-anak semakin menguat setelah ia menjalani profesi psikolog dan menjadi ibu. Ia lulus cum laude dari program magister Psikologi UI dan punya berbagai pengalaman sebagai guru, dosen, fasilitator pelatihan, dan pembicara seminar dengan topik seputar pendidikan, perkembangan anak, dan pengasuhan. Orissa terlibat dalam pendirian Rumah Dandelion karena ia percaya bahwa anak dapat berkembang optimal bila mendapat stimulasi yang tepat, dan bila orang tua mau senantiasa aktif memperluas wawasan, mengasah keterampilan pengasuhan, dan mengubah pola perilakunya bila perlu.

Dokter Spesialis Anak

Agstreid

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A., Dokter Anak

dr. Dimple menempuh pendidikan kedokteran serta program spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Selain melakukan praktek di RSIA Bunda Menteng dan RS. Hermina Kemayoran, dr. Dimple juga membagikan informasi seputar kesehatan anak di media sosial lewat Instagram @happykids_id.

Binky

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A., Dokter Anak

dr. Putu merupakan dokter spesial anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya dengan pengalaman kerja di bidang kedokteran hampir 20 tahun. Sebelumnya ia juga pernah melakukan praktek di beberapa klinik anak. Pendidikan sarjana dan magisternya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Berikan Stimulasi untuk Penglihatan dan Kepekaan si Kecil terhadap Sentuhan Komunikasi

Berikan Stimulasi untuk Penglihatan dan Kepekaan si Kecil terhadap Sentuhan

Usia 1 bulan
Di awal kelahirannya, penting bagi Moms dan Dads untuk selalu memberikan stimulasi dan sentuhan pada si kecil. Ia akan sangat bergairah saat Moms dan Dads memberikan stimulasi pada penglihatan dan sentuhan pada tubuhnya.

604

Melatih Respons si Kecil Melalui Permainan Komunikasi

Melatih Respons si Kecil Melalui Permainan

Usia 3 bulan
Saat berinteraksi melalui permainan, Moms maupun Dads dan si kecil akan saling mengenal satu sama lain dan dapat bermain dengan ekspresif. Beberapa permainan ini bahkan dapat melatih respons si kecil.

474

Buat si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini Komunikasi

Buat si Kecil Lebih Aktif dengan 4 Permainan Ini

Usia 2 bulan
Pada masa ini, si kecil akan menganggap bahwa bermain dengan menggerakan tangan dan kaki itu menyenangkan. Moms dan Dads bisa membuatnya lebih aktif lagi dengan permainan ini.

 

3798

Melatih Kepekaan Panca Indra si Kecil Melalui Permainan Komunikasi

Melatih Kepekaan Panca Indra si Kecil Melalui Permainan

Usia 4 bulan
Di usia ini si kecil mulai menunjukkan minat terhadap sekelilingnya. Minat ini muncul dari rangsangan melalui indra penglihatan, pendengaran, dan peraba.

6174