Tumbuh Kembang Anak

Permainan untuk Menstimulasi Tumbuh Kembang Aspek Kognitif si Kecil

Permainan untuk Menstimulasi Tumbuh Kembang Aspek Kognitif si Kecil

Bagikan Artikel ini

30875

Perkembangan motorik si kecil yang cukup pesat bisa dimanfaatkan Moms dan Dads untuk berinteraksi melalui kegiatan bermain bersama. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk stimulasi pada si kecil.

 

Karena si kecil sedang mengalami perkembangan pesat pada sisi motoriknya, maka tak heran jika ia selalu mengeksplorasi dan memiliki rasa ingin tahu terhadap banyak hal. Stimulasi yang tepat pada si kecil melalui permainan sederhana akan membantu tumbuh kembangnya. Di usia ini Moms dan Dads lah yang menjadi teman bermain si kecil.

 

Kegiatan bermain memiliki banyak manfaat bagi si kecil, di antaranya adalah mengembangkan keterampilan fisik, kepercayaan diri, kemampuan sosial, kemampuan bahasa, serta kemampuan kognitif. Aspek kognitif menjadi salah satu aspek penting yang bisa distimulasi dengan bermain bersama si kecil. Apalagi di usianya yang menginjak 15 bulan ini si kecil suka melakukan banyak hal, seperti mengimitasi pekerjaan rumah tangga, menunjuk benda dan orang yang familiar saat ditanya, menemukan dan membawa kembali benda yang disembunyikan, mengeksplorasi beberapa bagian rumah (laci dapur, tong sampah, atau toilet), serta menunjuk minimal satu anggota tubuh.

 

Ajaklah si kecil untuk melakukan permainan sederhana sekaligus berguna untuk menstimulasi aspek kognitif mereka. Misalnya, dengan bermain tebak bagian tubuh. Moms dan Dads bisa mengajak si kecil menghadap cermin dan mengamati wajahnya sambil menunjuk bagian-bagian tubuhnya kemudian menanyakan “Ini mata mama, ini mata kakak, coba mana matanya?”

 

Baca juga:

Tumbuh Kembang Si Kecil Saat Usia 12 Bulan

Ide Permainan untuk Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Si Kecil

Yuk, Biasakan Si Kecil Mengikuti Aturan di Rumah!

 

Permainan mengenal anggota tubuh juga bisa dilakukan dengan cara lain, misalnya melalui gerakan yang disertai lagu-lagu menyenangkan, seperti “Dua Mata Saya”. Selain bermain tebak anggota tubuh, Moms dan Dads bisa melakukan kegiatan lain, seperti bersama-sama membereskan rumah atau minta tolong si kecil meletakkan perabotan pada tempatnya.

Untuk menstimulasi tumbuh kembang si kecil di usianya saat ini, ciptakanlah permainan-permainan dengan sederhana yang bisa dilakukan Moms dan Dads bersama si kecil. Penggunaan benda-benda di sekitar rumah dan interaksi tanya jawab antara Moms atau Dads bersama si kecil bisa menjadi contoh cara permainan sederhana yang berguna untuk menstimulasi tumbuh kembangnya.

 

Sumber:

Rumah Dandelion. 2016. Buku Panduan Tumbuh Kembang dan Stimulasi Anak Usia 0-5 Tahun. Jakarta: Rumah Dandelion.

Rumah Dandelion. (2014). Bermain Itu Belajar. Didapat dari: http://rumahdandelion.com/article/bermain-itu-belajar/

 

(Supervised by: Rumah Dandelion)

Bagikan Artikel ini

Akses ke Konten Edukasi Kodomo Challenge

Gratis Badge

Dapatkan Aktivitas Edukasi dan Video Edukasi yang dapat digunakan untuk menstimulus Si Kecil berkomunikasi, mengajarkan kebiasaan hidup, rasa percaya diri dan masih banyak lagi. Dapatkan secara GRATIS dan dapat diakses kapan saja. Daftar sekarang dan nikmati fasilitas FREE TRIAL dari Kodomo Challenge.

Free Trial Permainan

Rumah Dandelion

Agstreid

Agstried Elisabeth M.Psi.

Agstried Elisabeth M.Psi., Psikolog

Agstried adalah salah satu co-founder Rumah Dandelion. Sebagai seorang psikolog pendidikan, Agstried memiliki minat yang besar terhadap pola pengasuhan pada usia dini dan kaitannya terhadap keberhasilan anak di kehidupan. Pengalaman di bidang pendidikan usia dini sebagai psikolog asosiat di beberapa sekolah internasional, ditambah pengalaman mengajar sebagai dosen membuat Agstried menyadari pentingnya pola pengasuhan di awal kehidupan dewasa, sehingga ia semakin ingin terjun ke bidang pendidikan anak usia dini. Agstried berfokus pada isu-isu kematangan sekolah dan kaitannya dengan berbagai isu perilaku di sekolah

Binky

Binky Paramitha I., M.Psi.

Binky Paramitha I., M.Psi., Psikolog

Binky adalah seorang Psikolog Pendidikan yang menyelesaikan masa studinya di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Ia merupakan salah satu co-founder Rumah Dandelion. Selain itu, Binky juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Dunia pendidikan dan anak-anak adalah dua dunia yang sangat ia cintai. Baginya, pendidikan adalah hal penting dan perlu dialami oleh setiap orang, dan masa anak-anak adalah masa yang paling banyak mendapat paparan pendidikan, baik formal maupun informal. Walaupun sebenarnya, pendidikan dapat kita peroleh sepanjang hayat, dari siapa pun dan dari mana pun.

Nadya

Nadya Pramesrani, M.Psi.

Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog

Nadya merupakan psikolog klinik dewasa yang menyelesaikan studi profesinya di Universitas Indonesia. Ia telah berpraktik selama hampir 10 tahun dan banyak menangani kasus pernikahan, keluarga, persiapan menikah, dan kasus depresi serta gangguan emosi lainnya. Selain berpraktik, Nadya juga kerap menjadi narasumber untuk penulisan artikel di media-media digital dan mengisi acara talk show di televisi atau tanya jawab di radio. Dalam menangani kasus-kasus yang ada, Nadya kerap menggunakan prinsip-prinsip Cognitive Behavioral Therapy dan Solution Focused Brief Therapy. Ia juga memiliki memiliki latar belakang pendidikan untuk melakukan tes-tes psikologi terstandarisasi. Saat ini ia terdaftar sebagai anggota di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Orissa

Orissa Anggita, M.Psi.

Orissa Anggita, M.Psi., Psikolog

Kesenangan dan kepedulian Orissa pada dunia anak-anak semakin menguat setelah ia menjalani profesi psikolog dan menjadi ibu. Ia lulus cum laude dari program magister Psikologi UI dan punya berbagai pengalaman sebagai guru, dosen, fasilitator pelatihan, dan pembicara seminar dengan topik seputar pendidikan, perkembangan anak, dan pengasuhan. Orissa terlibat dalam pendirian Rumah Dandelion karena ia percaya bahwa anak dapat berkembang optimal bila mendapat stimulasi yang tepat, dan bila orang tua mau senantiasa aktif memperluas wawasan, mengasah keterampilan pengasuhan, dan mengubah pola perilakunya bila perlu.

Dokter Spesialis Anak

Agstreid

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A.

dr. Dimple G. Nagrani Sp. A., Dokter Anak

dr. Dimple menempuh pendidikan kedokteran serta program spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Selain melakukan praktek di RSIA Bunda Menteng dan RS. Hermina Kemayoran, dr. Dimple juga membagikan informasi seputar kesehatan anak di media sosial lewat Instagram @happykids_id.

Binky

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A.

dr. AAA. Putu Indah Pratiwi, Sp. A., Dokter Anak

dr. Putu merupakan dokter spesial anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya dengan pengalaman kerja di bidang kedokteran hampir 20 tahun. Sebelumnya ia juga pernah melakukan praktek di beberapa klinik anak. Pendidikan sarjana dan magisternya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Momen Pertama Moms & Dads Bersama Si Kecil Tumbuh Kembang Anak

Momen Pertama Moms & Dads Bersama Si Kecil

Usia 0 bulan
ASI merupakan sumber gizi utama bagi si kecil di masa awal kelahirannya. Maka dari itu, ia akan banyak menghabiskan waktunya untuk menyusu.

598

Pertambahan Berat dan Tinggi si Kecil di Bulan Pertamanya Tumbuh Kembang Anak

Pertambahan Berat dan Tinggi si Kecil di Bulan Pertamanya

Usia 1 bulan
Seiring bertambahnya usia, fisik si kecil akan semakin berkembang. Memasuki usia 1 bulan, tingginya akan bertambah 6-7 cm dan berat badannya akan bertambah 1-2 kg dibanding saat lahir.

531

Si Kecil Cepat Menyerap Stimulus dan Mulai Memberikan Reaksi Tumbuh Kembang Anak

Si Kecil Cepat Menyerap Stimulus dan Mulai Memberikan Reaksi

Usia 2 bulan
Memasuki usia 2 bulan, si kecil mulai pandai mengekspresikan perasaannya ketika merasa senang. Ia akan memberikan reaksi terhadap stimulus yang diterimanya.

572

Si Kecil Semakin Pandai Bergerak dan Merespons Stimulus Tumbuh Kembang Anak

Si Kecil Semakin Pandai Bergerak dan Merespons Stimulus

Usia 3 bulan
Memasuki bulan ketiga, kemampuan motorik kasar si kecil pun semakin berkembang seiring pertumbuhan badannya. Apabila ditelungkupkan, si kecil mulai bisa mengangkat kepalanya dengan tegak dan menahan badannya dengan lengan.

617